Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Mengapa orang Islam wajib mengasihi Isa Al-Masih?

Islam meninggikan Isa Al-Masih sebagai utusan Allah. Tahukah Anda, bahwa kuasa Isa Al-Masih melebihi nabi-nabi lainnya? Dia menjadi inti berita Kitab Taurat, Zabur, Injil dan Kitab Para Nabi. Dia juga tercatat dalam Al-Quran. Dengan mengenal Isa Al-Masih dan kuasa-Nya, maka kita akan tertarik untuk mencintai Dia.

Isa Al-Masih Peduli Akan Penderitaan Manusia

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ketika turun ke dunia, Isa Al-Masih peduli akan kebutuhan manusia. Ia memberi makan 5000 orang. Ia menyembuhkan banyak orang sakit, seperti orang buta, orang lumpuh, sakit pendarahan, seorang tuli/bisu dan sebagainya. Isa Al-Masih mengusir setan yang merasuki orang gila di Gadara dan dari tubuh seorang anak yang sakit ayan. Hebatnya lagi, Ia berkuasa menghidupkan orang mati. Yaitu anak laki-laki seorang janda di kota Nain, Lazarus yang sudah empat hari dikubur, dan anak Yairus. Anda pun dapat meminta solusi atas masalah Anda kepada-Nya. Dia pasti akan menolong Anda.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus sering menyinggung mukjizat-mukjizat Nabi Isa AS atau Yesus sebagai modal untuk menjadikannya melebihi seorang Nabi dan menjadikannya sebagai Tuhan selain Allah SWT. Padahal sebanyak dan sebesar apa pun mukjizat yang pernah dilakukan oleh Nabi Isa AS atau Yesus, sama seperti Nabi-nabi lainnya yang juga bermukjizat, semuanya terjadi hanya atas izin dan kehendak Allah SWT. Al-Qur’an banyak menceritakan mukjizat-mukjizat yang pernah dilakukan oleh Nabi Isa AS, namun semua mukjizat-mukjizat tersebut terjadi hanya atas izin dan kehendak Allah SWT. Perhatikan ayat Al-Qur’an berikut ini;

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata." (Al Maa'idah: 110)   

Yesus yang dapat menghidupkan orang mati dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai kuasa Yesus. Padahal itu adalah mukjizat yang diberikan Allah sebagai tanda kenabian Yesus. Mukjizat Yesus tersebut juga terjadi hanya atas izin dan kehendak Allah. Yesus sebagai manusia biasa tidak memiliki kemampuan dan kuasa untuk menghidupkan orang mati. Itulah sebabnya sebelum menghidupkan Lazarus, Yesus berdoa memohon kepada Allah. Perhatikan ayat Injil Kristen berikut ini;

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata (berdoa): "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yohanes 11:41-42)   

Pada ayat di atas dengan jelas Yesus berdoa dengan menengadah ke atas sebelum dia menghidupkan Lazarus yang sudah mati. Dalam ayat tersebut juga dinyatakan maksud dan tujuan Yesus menghidupkan Lazarus dengan doa yang dikeraskannya, supaya orang-orang yang ada di sekeliling Yesus percaya bahwa Yesus adalah utusan Allah. Kejadian tersebut ditangkap dengan benar oleh orang-orang Israel yang ada di sekeliling Yesus;

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Rasul 2:22) 

Sampai di sini dapat kesimpulan Nabi Isa AS atau Yesus hanyalah manusia biasa, hamba Allah yang di utus sebagai seorang Nabi, sama seperti Nabi-nabi Allah lainnya.

Keistimewaan Lain Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Bukankah semua nabi memiliki mujizat? Benar! Namun mujizat-mujizat dan kuasa Isa Al-Masih membuktikan bahwa Dialah Allah. Isa berfirman "Akulah [Isa Al-Masih] jalan dan kebenaran dan hidup (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Ketiga sifat Allah ini dimiliki oleh Isa Al-Masih secara sempurna. Isa Al-Masih adalah jalan menuju sorga. Qs 43:61 menuliskan ". . . Ikutlah Aku (Isa). Inilah jalan yang lurus." Melalui kematian-Nya, Isa memberikan pengampunan dosa dan jaminan hidup kekal. Ia menjadi jalan yang lurus dan pasti menuju sorga. Firman-Nya “. . . Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa[Allah di Sorga], kalau tidak melalui Aku’ (Injil, Rasul besar Yohanes 14:6).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus membenarkan semua Nabi memiliki mukjizat, namun mereka mengatakan hanya mukjizat dan kuasa Nabi Isa AS atau Yesus saja yang membuktikan bahwa dia adalah Allah. Sungguh pernyataan sesat dan tidak masuk di akal. Jika mukjizat-mukjizat yang dilakukan Nabi Isa AS atau Yesus mereka katakan sebagai bukti dialah Allah, harusnya Nabi-nabi lainnya mereka anggap juga sebagai Allah karena Nabi-nabi lainnya juga memiliki mukjizat-mukjizat. Begitulah orang-orang yang telah disesatkan setan, mereka berapologi membenarkan kesesatannya tanpa menggunakan akal.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayat dari Injil Yohanes 14:6; “Akulah (Yesus) jalan dan kebenaran dan hidup”, mereka katakan bahwa itu adalah sifat Allah yang ada pada Yesus. Padahal kalau ayat tersebut tidak mereka penggal, maka justru terlihat jika Yesus hanyalah seorang utusan Tuhan; Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6). Artinya Yesus dan Bapa adalah dua pribadi yang berbeda. Yesus menyatakan dirinya adalah Nabi utusan Bapa, sementara Bapa adalah Tuhan yang  mengutus Yesus (Yohanes 11:41-42).  

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Penjelasan saya: Yesus adalah nabi pengganti alamiah Yohanes Pembaptis, saat Yohanes Pembaptis masih hidup, Yesus mengakui Beliau sebagai juru selamat, ini dapat di lihat dari bagaimana Yesus mendatangi Yohanes Pembaptis untuk di baptis (Matius 3:13). Tetapi pada saat Yohanes Pembaptis telah wafat dan tidak ada utusan selain dirinya, maka sebagai pengganti Yohanes Pembaptis, Yesus menegaskan dengan ucapannya: ”... Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”, ini Yesus ucapkan lantaran memang tidak ada lagi utusan (Nabi) selain dirinya pada saat itu, sampai kapan? Sampai utusan berikutnya, Nabi dan Rasul terakhir, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam. Lebih jelasnya, silakan baca  Benarkah Yesus Satu-Satunya Jalan Kebenaran?

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayat Al-Qur’an, Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (Az Zukhruf: 61)

Kami umat Islam sudah mengikuti Nabi Isa AS, tidak perlu kalian kafir Kristen pemuja Yesus meminta kami untuk mengikuti Nabi Isa AS. Nabi Isa AS memerintahkan untuk menyembah hanya kepada Allah SWT (Al Maa'idah: 117), kami mengikuti perintahnya dengan hanya menyembah Allah SWT semata. Nabi Isa AS menyatakan dirinya adalah seorang hamba yang dijadikan Nabi (Maryam: 30), kami mengakui Nabi Isa AS hanyalah seorang hamba dan Nabi Allah. Nabi Isa AS menyatakan akan datangnya seorang Nabi bernama Ahmad (Muhammad) setelah dirinya (Ash Shaff: 6), kami telah beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan mengikuti agama yang dibawanya.

 Pujian Lain Al-Quran pada Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih adalah Sumber kebenaran. Maka “ . . . Isa . . . mengatakan perkataan yang benar . . . (Qs 19:34). Dalam berfirman, Ia tidak menunggu suara Allah atau Jibril. Bukankah kebenaran (al-Haqq) adalah sifat Allah? Maka Isa Al-Masih adalah Allah. Al-Quran mencatat bahwa Isa hidup di sorga. “. . . Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya . . . (Qs 4:158). Lebih dari itu, Isa Al-Masih adalah Sumber kehidupan. Firman-Nya ". . . barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya . . ." (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25-26).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayat Al-Qur’an; Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya (Maryam: 34). Untuk mengetahui “perkataan yang benar” yang ada dalam ayat tersebut, perlu dibaca ayat-ayat sebelumnya;

Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (Maryam: 30-33)

Dalam ayat-ayat di atas, Nabi Isa AS menyatakan dirinya hamba Allah, diberi kitab Injil dan dijadikan seorang Nabi. Selain itu Nabi Isa AS menyatakan bahwa Allah telah memberkatinya serta memerintahkannya untuk mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan berbakti kepada ibunya. Dan terakhir Nabi Isa AS berdoa kepada Allah agar Dia melimpahkan kesejahteraan kepada dirinya pada hari dia dilahirkan, pada hari dia meninggal (nanti menjelang kiamat), dan pada hari dia dibangkitkan kelak setelah kiamat. Itulah perkataan yang benar yang dimaksud Maryam: 34. 

Yesus dalam Injil Perjanjian Baru tidak jarang berbicara dengan bahasa-bahasa kiasan yang sulit di mengerti. Salah satunya adalah ketika Yesus mengatakan bahwa dirinya adalah kebangkitan dan hidup, orang yang percaya kepada Yesus akan hidup walaupun sudah mati. Tidak ada yang tahu dengan pasti apa maksud dari kata-kata Yesus tersebut. Yesus tidak pernah menjelaskan maksud dari kata-kata yang diucapkannya itu. Orang-orang kafir Kristen pemuja Yesus hanya menafsirkan sesuai kehendaknya saja dengan maksud untuk mendukung dogma gereja, bersifat asumtif dan jauh dari kata ilmiah. Mereka berasumsi bahwa perkataan itu berarti Yesus sumber kehidupan, padahal Yesus lahir dua ribu tahun yang lalu, jauh sesudah kehidupan di dunia diciptakan.

Hakekat Isa Al-Masih Sesungguhnya       

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dr. M.Taqi-ud-Din Al-Hilali, menuliskan “. . . The Messiah 'Iesa (Jesus),  . . . His Word, artinya“. . . Mesias, Isa, (Yesus) . . . Firman-Nya [Kalimat-Nya],  . . .” (Qs 4:171). Pakar Islam, Sheikh Mohyi Addin Al-Araby juga menegaskan “Firman itu . . . sama seperti Ke-Allah-an dan bukan yang lainnya.”

Pengakuan mereka sesuai dengan Injil Allah bahwa Isa Al-Masih “. . . adalah Firman [Kalimatullah] . . . dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Jawaban Saya: Pedoman utama umat Islam adalah Al-Qur’an dan Hadits Nabi, bukan perkataan ulama atau pakar-pakar Islam. Perkataan ulama atau pakar-pakar Islam boleh di ikuti selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Jika ada perkataan ulama atau pakar-pakar Islam yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits Nabi, maka umat Islam wajib untuk tidak mengikutinya. Bagaimana jika ada seorang ulama atau pakar-pakar Islam yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah? Jika ada ulama atau pakar-pakar Islam yang mengatakan Isa Al-Masih adalah Allah, maka ulama atau pakar-pakar Islam tersebut adalah kafir, siapa pun dia orangnya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan melalui ayat-ayatnya bahwa siapa pun yang mengatakan Isa Al-Masih adalah Allah atau sebaliknya adalah kafir. Perhatikan ayat-ayat berikut ini;

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam." Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?." Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Maa'idah: 17)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun. (Al Maa'idah: 72)       

Ada pun orang-orang yang di sebut sebagai pakar-pakar Islam di atas, yang oleh kafir Kristen pemuja Yesus dikatakan mengakui Isa Al-Masih adalah Allah. Saya tidak yakin kalau mereka mengatakan Isa Al-Masih adalah Allah. Lihat saja, kafir Kristen pemuja Yesus hanya memenggal perkataan mereka  dengan maksud supaya terkesan mereka mengakui ketuhanan Isa Al-Masih. Jangankan perkataan ulama atau pakar-pakar Islam, dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi saja, kafir Kristen pemuja Yesus sering kali mengutip dengan memenggal isi ayat dan hadits untuk membenarkan kesesatan agama mereka. Selain itu, kafir Kristen juga tidak mampu memberikan sumber valid dari mana perkataan-perkataan ulama atau pakar-pakar Islam itu mereka peroleh.

Al-Qur’an menyatakan Isa Al-Masih (diciptakan dengan) kalimat atau firman Allah, sementara Injil Perjanjian Baru menyatakan firman Allah adalah Allah (Yohanes 1:1) dan firman itulah yang menjelma menjadi Yesus (Yohanes 1:14). Itulah alasan kenapa kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Al-Qur’an mendukung ketuhanan Yesus. Padahal pernyataan firman Allah adalah Allah dan pernyataan firman menjelma menjadi manusia hanya ada dalam Injil Perjanjian Baru, tidak ada dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an justru menyebut orang-orang yang menganggap Isa Al-Masih sebagai Tuhan dengan sebutan kafir.

Cara Mencintai Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Karena alasan di atas, pantas kita mencintai-Nya. Anda dapat mencintai-Nya dengan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru selamat.

Jawaban Saya: Kami umat Islam telah mencintai Nabi Isa AS dalam batas sewajarnya. Tidak seperti kalian kafir Kristen pemuja Yesus yang berlebihan dalam mencintainya sampai mengangkat Yesus sebagai Tuhan selain Allah. Padahal Yesus dalam Bible Perjanjian Baru tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan dan tidak pernah meminta orang-orang untuk menyembahnya. Yesus menyatakan diri sebagai seorang utusan Tuhan yang bertugas menyampaikan firman Allah (Markus 9:37, Yohanes 17:8), Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya seorang Nabi (Matius 13:57), dan orang yang hidup sezaman dengan Yesus juga meyakininya sebagai seorang Nabi (Matius 21:46). Saya lebih percaya ucapan Yesus sendiri dan kesaksian orang yang hidup di zaman Yesus dari pada ucapan orang yang lahir ribuan tahun sesudah Yesus hidup.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa orang Islam wajib mengasihi Isa Al-Masih?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.