Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Kesaksian Hadist Dan Setan Tentang Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kejujuran Muhammad diakui oleh musuh Islam, Abu Sufyan, di hadapan raja Romawi Heraklius. Umat Islam percaya bahwa kesaksian Abu Sufyan itu adalah kesaksian yang sahih. Bagaimana kesaksian setan dalam hadist tentang Isa Al-Masih? Setan adalah musuh Allah dan manusia. Seperti apa pengakuan setan dalam wahyu Allah terhadap Isa Al-Masih? Dengan memahami kesaksian setan akan Isa Al-Masih, kita akan makin tahu siapakah Isa sebenarnya.    

Jawaban Saya: Aneh. Kesaksian setan sangat mereka percaya, sementara kesaksian Abu Sufyan tentang kenabian Rasulullah SAW tidak mereka percaya. Padahal setan itu makhluk sesat yang telah dipastikan masuk neraka. Sementara Abu Sufyan walaupun pada mulanya kafir, tetapi pada akhirnya beliau masuk Islam dan menjadi salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Apakah karena sama-sama sesatnya, kafir Kristen pemuja Yesus lebih mempercayai kesaksian setan daripada kesaksian Abu Sufyan?   

Mengapa Setan Tidak Menjamah Isa Al-Masih?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Hadist menyaksikan bahwa Setan tidak menjamah bayi Isa Al-Masih. Diriwayatkan oleh Abu Huraira: Sang Nabi Berkata,“Ketika setiap manusia lahir. Setan menyentuh manusia  . . . , kecuali Isa, Putera Maryam, yang coba disentuh setan namun gagal, sebagai gantinya setan hanya bisa menyentuh ari-arinya (Isa).” Perbuatan setan ini membuktikan bahwa Isa Al-Masih melebihi manusia pada umumnya. Apakah Isa Al-Masih adalah Allah?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menyebutkan sebuah hadits yang di dalamnya Nabi Muhammad SAW bersabda; setiap manusia lahir setan menyentuhnya kecuali Isa putra Maryam. Mereka mengatakan bahwa itu membuktikan Isa Al-Masih melebihi manusia pada umumnya. Padahal kalau kita baca haditsnya, bukan hanya Nabi Isa AS saja yang ketika lahir tidak mampu di sentuh oleh setan, Maryam ibunda Nabi Isa AS ketika lahir juga tidak mampu di sentuh oleh setan. Jadi kalau kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Nabi Isa AS melebihi manusia pada umumnya, maka ibunya juga melebihi manusia pada umumnya. Dan jika kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Nabi Isa AS adalah Allah hanya karena tidak mampu di sentuh oleh setan ketika lahir, maka seharusnya mereka juga menganggap Maryam adalah Allah karena Maryam juga tidak mampu di sentuh oleh setan ketika dia lahir. Ini dia hadits yang saya maksud:

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata telah bercerita kepadaku Sa'id bin Al Musayyab berkata; Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang pun dari anak keturunan Adam yang dilahirkan kecuali dia disentuh oleh setan saat dilahirkan, maka dia akan berteriak (menangis dengan keras) karena sentuhan setan tersebut kecuali Maryam dan anaknya". Kemudian Abu Hurairah radliallahu 'anhu membaca firman Allah Ta'ala: ("…dan aku memohon perlindungan kepada-Mu, ya Allah untuknya (Maryam) dan untuk anak keturunannya dari setan yang terketuk"). (QS Ali 'Imran ayat 36). (Shahih Bukhari: 3177)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'laa dari Ma'mar dari Az Zuhri dari Sa'id dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Tidaklah seorang bayi dilahirkan kecuali syetan pasti menikamnya hingga ia menangis keras karena tikaman tersebut, kecuali Ibnu Maryam (Isa) dan ibunya." Kemudian Abu Hurairah berkata: Jika kalian mau bacalah ayat ini: "INNII U'IIDZUHAA BIKA WA DZURRIYYATAHAA MINAS SYAITHAANIR RAJIM (Sesungguhnya aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk)." (Shahih Muslim: 4363)

Kafir Kristen pemuja Yesus seolah membenarkan hadits yang menyatakan Nabi Isa AS tidak mampu disentuh setan ketika dia lahir, padahal hadits tersebut bertentangan dengan kitab yang mereka percayai sebagai firman Tuhan. Hadits shahih memang menyebutkan Nabi Isa AS tidak dapat disentuh setan ketika lahir, tetapi dalam Injil Kristen, Yesus bukan hanya dapat disentuh oleh setan, Yesus bahkan dapat dibawa oleh setan sampai ke Yerusalem dan ditempatkan di atas bubungan bait Allah. Kafir Kristen pemuja Yesus biasanya akan menolak apa pun yang bertentangan dengan isi Bible Perjanjian Baru, tetapi karena hadits tersebut di anggap menguntungkan, mereka membenarkan isi hadits tersebut walaupun bertentangan dengan Injil Kristen. 

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (Matius 4:5).

Kemudian ia (iblis) membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, (Lukas 4:9).    

Berhasilkah Iblis Mencobai Isa Al-Masih?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Injil Allah menceritakan bahwa Iblis mengodai Isa Al-Masih sebanyak tiga kali. Namun Iblis selalu gagal dan dikalahkan oleh Isa. “Lalu Iblis meninggalkan Dia [Isa Al-Masih], dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus [Isa Al-Masih]” (Injil Rasul Besar Matius 4:11). Jika Isa hanya manusia biasa, dapatkah Dia selalu mengalahkan Iblis?

Jawaban Saya: Iblis memang tidak berhasil mencobai Yesus, tetapi Iblis mampu membawa Yesus sampai ke Yerusalem dan menempatkan dia di bubungan bait Allah. Yesus mungkin berhasil mengalahkan godaan Iblis, tetapi Yesus tidak mampu mengalahkan Iblis. Berbeda dengan Nabi Muhammad SAW yang selain dapat mengalahkan godaan setan, Beliau juga mampu mengalahkan setan sehingga tidak sampai dibawa setan seperti Yesus. Jika Yesus yang mampu mengalahkan godaan iblis disebut melebihi manusia biasa, Nabi Muhammad SAW yang mengalahkan setan beserta godaannya dapat dibilang melebihi Yesus donk?! Perhatikan hadits shahih dibawah ini;

Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Bassyar telah bercerita kepada kami Muhammad binJa'far telah bercerita kepada kami Syu'bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya 'Ifrit dari bangsa jin baru saja menggangguku untuk memutuskan shalatku namun Allah menjadikan aku dapat menundukkannya lalu aku tangkap dan hendak mengikatnya pada tiang di antara tiang-tiang masjid hingga tiap orang dari kalian dapat melihatnya. Namun aku teringat akan do'a saudaraku, Nabi Sulaiman 'Alaihissalam; ("Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorangpun setelah aku"). (QS. Shad ayat 35). Maka kulepaskan kembali setan itu dalam keadaan hina. (Shahih Bukhari: 3170)

Apakah Iblis Mengakui Keilahian Isa Al-Masih?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang kekal, yang datang ke dunia menjadi manusia. Karena datang menjadi manusia, maka banyak orang mengira Isa Al-Masih hanyalah manusia biasa. Manusia hanya melihat yang kasat mata, sedangkan setan melihat hakekat Isa. Satu ketika Isa Al-Masih mengusir banyak setan yang merasuki seseorang sehingga menjadi gila. Maka setan-setan yang ada dalam diri orang itu memohon kepada-Nya. “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Maha tinggi [gelar keilahian Isa Al-Masih]? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku"(Injil Rasul Lukas 8:28). Apakah Isa Al-Masih adalah Allah sehingga berkuasa menghukum setan-setan?

Jawaban Saya: Istilah Anak Allah sebenarnya bukan hal baru dalam tradisi yahudi, Dalam Bible istilah Anak Allah digunakan dengan wajar tanpa makna yang dilebih-lebihkan. Penyebutan Anak Allah dalam Bible bukan memiliki maksud menjadikan seseorang menjadi Allah. Penyebutan Anak Allah lebih dimaksudkan untuk memperlihatkan kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya, ini sangat berbeda dengan pemahaman Anak Allah terutama setelah Yesus di kabarkan terangkat ke surga. Bahkan dalam Injil Kristen, Yesus tidak pernah sekalipun menyebut dirinya anak Allah, Yesus lebih suka menyebut dirinya anak manusia dari pada anak Allah. Penyebutan anak Allah untuk Yesus dalam Injil Kristen, biasanya dilakukan oleh orang-orang yang mencintai Beliau, bahkan oleh iblis. Dengan tidak menyebut diri sebagai anak Allah, Yesus sudah sangat berhati-hati agar umatnya tidak tersesat di kemudian hari dengan menyembahnya sebagai Tuhan. Jika kafir Kristen pemuja Yesus menganggap penyebutan anak Allah sebagai gelar keilahian Yesus, maka seharusnya ada lebih banyak Tuhan dalam Kristen. Karena dalam Bible Perjanjian Lama; Salomo, Daud, dan Efraim disebut sebagai anak Allah.

Ia telah berfirman kepadaku: Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan rumah-Ku dan pelataran-Ku sebab Aku telah memilih dia menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi bapanya. (1Tawarikh 28:6)

Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. (Mazmur 2:7) 

Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku. (Yeremia 31:9) 

Yesus memang hanya manusia biasa. Mau melihat Yesus dari kasa mata atau melihat Yesus dari hakikat sama saja, Yesus hanya manusia biasa. Itulah sebabnya mengapa iblis berani membawa Yesus ke Yerusalem untuk dicobai, karena iblis tahu dengan pasti Yesus adalah manusia biasa. Jika iblis mengetahui Yesus adalah Allah, maka tidak akan mungkin iblis berani membawa Yesus ke Yerusalem untuk dicobainya. Yesus tidak pernah menghukum setan, setan memang pernah mengatakan kepada Yesus; “Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku”. Kata-kata itu muncul dari rasa takut si setan. Yesus hanya mengusir setan, bukan menyiksanya.   

Mengapa Iblis Menaati Perintah Isa Al-Masih?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa juga mengusir setan yang merasuki seorang anak sehingga sakit ayan. Maka “Dengan keras Yesus [Isa Al-Masih] menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh . . .” (Injil Rasul Besar Matius 17:18). Setan terpaksa menaati-Nya, karena Isa Al-Masih adalah Allah. Jelas setan lebih mengenal hakekat Isa Al-Masih daripada manusia.

Jawaban Saya: Kalau cuma mengusir setan, bukan hanya Yesus saja, Nabi Muhammad SAW juga pernah melakukannya. Tetapi kafir Kristen pemuja Yesus tidak akan pernah mengakuinya sebagaimana mereka mengakui Yesus ketika dapat mengusir setan.

Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Musa dari Isa bin Abdul Malik dari Abu Az Zubair dari Jabir Radliyallahu'anhu, ia berkata; saya keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam satu perjalanan...lalu seorang perempuan bersama bayinya mencegat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata; wahai Rasulullah sesungguhnya anak saya ini selalu diganggu syaitan setiap hari tiga kali. Jabir berkata; lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengambil bayi tersebut dan meletakannya di depan kendaraannya lalu beliau berkata; pergilah hai musuh Allah! saya adalah Rasulullah. Rasul mengucapkannya sebanyak tiga kali. Kemudian beliau mengembalikannya kepada perempuan tersebut. Tatkala kami kembali dari perjalanan, kami melewati jalan semula, dan seorang perempuan bersama anaknya telah mencegat kami bersama dua domba yang digiringnya. Kemudian ia berkata; "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terimalah hadiah dari saya ini, demi Dzat yang mengutus baginda dengan benar sungguh syaitan itu tidak datang lagi." (Sunan Darimi: 17)

Dengan Kuasa Apa Isa Mengalahkan Setan?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Orang-orang Yahudi menuduh Isa memakai kuasa setan yang lebih besar untuk mengusir setan-setan kecil. Maka Isa menegaskan “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Injil, Rasul Lukas 11:20). Jadi peristiwa Isa mengusir setan-setan itu membuktikan bahwa Dia memiliki kuasa Ilahi.  Isa Al-Masih adalah Allah dan Juruselamat dunia.

Jawaban Saya: Padahal kafir Kristen pemuja Yesus mengetahui Yesus mengusir setan dengan kuasa Allah, tetapi mereka masih tetap saja menganggap Yesus adalah Allah. Ayatnya dengan jelas menyatakan Yesus mengusir setan dengan kuasa Allah, bukan mengusir setan dengan kuasanya sendiri. Karena Yesus mengusir setan dengan kuasa Allah, maka kuasa mengusir setan itu milik Allah. Jika kuasa itu milik Allah dan bukan milik Yesus, kenapa mereka masih menganggap Yesus adalah Allah. Begitulah jika mereka telah ditetapkan sesat, sejelas apa pun ayat yang mereka baca, tidak akan membuat mereka sadar akan kesesatannya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kesaksian Hadist Dan Setan Tentang Isa Al-Masih"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.