Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Allah Islam Membedakan Dosa Kecil Dan Besar

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Suatu hari teman saya berkata, “Ayo kita melakukan dosa kecil.” Dalam hati saya bertanya, “Apa yang dimaksud dosa kecil?”

Menurut saya perkataan itu sungguh aneh! Allah tidak pernah membedakan dosa besar dan kecil. Karena Allah Mahasuci, semua dosa sama di hadapan-Nya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Allah tidak pernah membedakan dosa besar dan dosa kecil. Mereka juga menganggap aneh orang yang membedakan dosa besar dan dosa kecil. Saya tidak tahu bagaimana mereka dapat berkata demikian. Seperti orang yang tidak pernah membaca Bible, kafir Kristen pemuja Yesus tidak tahu kalau Bible juga membedakan dosa besar dan dosa kecil. Silakan anda baca ayat-ayat di bawah ini;

Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: "Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku." (Kejadian 20:9) 

Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu." (Keluaran 32:30)

Ketika Ia mengoyakkan Israel dari pada keluarga Daud, maka mereka mengangkat Yerobeam bin Nebat menjadi raja, tetapi Yerobeam membuat orang Israel menyimpang dari pada mengikuti TUHAN dan mengakibatkan mereka melakukan dosa yang besar. (2Raja-Raja 17:21) 

Pengampunan Dosa Kecil

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut ajaran Islam, dosa-dosa kecil lebih mudah mendapatkan pengampunan, “Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya, selama tidak melakukan dosa besar” (Hadis Shahih Muslim no. 342). Dikatakan, orang bertakwa yang akan dimasukkan ke surga adalah mereka yang tidak pernah melakukan dosa besar. “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)” (Qs 4: 31).

Namun ketika ditanya mengenai keselamatan kekal, setiap mukmin akan berkata, “kami belum yakin masuk sorga!” Mengapa demikian? Perhatikanlah ayat-ayat ini: "Tidakkah engkau ketahui . . . . Allah . . . menyiksa terhadap siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya. . . .  Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah . . . .  Mudah-mudahan Tuhan kamu akan . . . memasukkan kamu ke dalam sorga ” (Qs 5:40, 66:8).

Jawaban Saya: Setiap Muslim pasti yakin agamanya akan membawa kepada keselamatan, itu karena agama Islam adalah agama satu-satunya yang di terima Allah SWT (Ali ‘Imran: 19, 85, 102, Al Maa’idah: 3). Di tambah banyaknya hadits shahih dari Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang kepastian umat Beliau pasti masuk surga, menambah keyakinan seorang Muslim bahwa dirinya kelak akan masuk surga. Tetapi kenapa jika seorang Muslim di tanya tentang apakah dia masuk surga selalu berkata belum tahu? Itulah sikap Tawadhu’nya seorang Muslim, hal inilah yang tidak pernah di mengerti oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Walaupun seorang Muslim tahu agamanya menjamin dirinya masuk surga, itu tidaklah membuat dirinya lekas sombong dan puas diri. Karena bagaimana pun, untuk masuk surga atau neraka juga tergantung sepenuhnya bagaimana cara Muslim menjalani hidup, bukan hanya berbekal iman.

Hal tersebut sangat baik, karena dengan berkeyakinan demikian, seorang Muslim akan sangat berhati-hati dalam menjalani hidup. Jangan sampai dia berbuat sesuatu yang akan menggugurkan iman dan amal shalehnya, hingga kelak akan merugi di akhirat. Dan pada akhirnya, keyakinan seorang Muslim bahwa dirinya belum pasti masuk surga, benar-benar akan membawanya masuk surga. Bagaimana pun kami lebih suka menjadi seorang Muslim walaupun tidak pasti masuk surga, dari pada menjadi seorang pemuja Yesus yang Allah SWT sudah memastikan mereka pasti masuk neraka (Al Maa'idah: 17,73,74).

“Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah-lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al Maa'idah: 40)

Siapakah orang yang dikehendaki Allah SWT memperoleh ampunan-Nya dan siapa pula yang dikehendaki akan di siksa-Nya? Orang yang dikehendaki Allah SWT memperoleh ampunan-Nya adalah orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, sebagaimana firman Allah SWT; Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al Fath: 29). Sedangkan orang yang dikehendaki Allah SWT dengan siksa-Nya adalah orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah SWT; Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan. (Al Mujaadilah: 5).

Ayat lainnya: Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (At Tahrim: 8).

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa kata semoga atau mudah-mudahan bagi Allah SWT adalah kepastian.

Tidak Ada Pengampunan Dosa Besar

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Bagi orang bertakwa yang pernah melakukan dosa besar akan tetap berada di neraka sampai selama-lamanya. Walaupun dia setia menjalankan shalat lima waktu, sholat Jumat, berpuasa penuh setiap bulan Ramadhan bahkan naik haji ke Mekah. “Dan sesiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahanam, kekal ia di dalamnya, dan Allah murka kepadanya, dan melaknatkannya serta menyediakan baginya azab seksa yang besar” (Qs 4:93).

Jawaban Saya: Takwa berasal dari bahasa Arab yang berarti memelihara diri dari siksaan Allah SWT, yaitu dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Seorang Muslim belum dapat dikatakan bertakwa, apabila masih berbuat dosa, baik itu dengan meninggalkan kewajiban yang harus dijalankannya atau melakukan larangan yang harus dijauhinya. Wajib bagi seorang Muslim apabila telah terlanjur berbuat dosa untuk segera bertaubat kepada Allah SWT, baik apakah itu dosa besar atau pun dosa kecil. Dosa besar mungkin tidak dapat di ampuni hanya dengan mengerjakan amal shaleh seperti Shalat Fardhu, Puasa Ramadhan atau haji. Tetapi dosa besar dapat di ampuni dengan bertaubat, karena Allah SWT menerima taubat hamba-hamba; Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? (At Taubah: 104)   

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip sebuah ayat Al-Qur’an; Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (An Nisaa': 93). Pada ayat tersebut Allah SWT mengancam siapa saja yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka Allah SWT akan murka, mengutukinya, serta mengazabnya dengan azab yang besar di neraka Jahanam. Itu kalau si pembunuh tidak bertaubat sampai datang ajalnya. Karena Allah SWT telah berjanji akan mengampuni segala dosa selain daripada dosa syirik; Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (An-Nisa: 48 dan 116)
   
Isa Al-Masih Datang Untuk Membebaskan Semua Dosa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sorga adalah tempat bagi orang-orang kudus. Satu dosa pun (kecil maupun besar) tidak Allah ijinkan masuk ke sorga-Nya. “Tidak akan masuk ke dalamnya [sorga] sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta . . .” (Injil, Wahyu 21:27). Sebab itu, manusia membutuhkan pertolongan agar dia benar-benar bersih dari dosa besar dan kecil kalau ingin masuk sorga Allah. Bagaimana dapat bersih dari dosa? Manusia perlu diselamatkan oleh Pribadi yang kudus dan mampu menghancurkan kuasa Iblis. Pribadi itu adalah Kalimat Allah. Dia yang pernah mati disalib guna menanggung hukuman dosa kita. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21).

Jawaban Saya: Manusia memang tidak dapat melepaskan diri dari dosa, tidak ada manusia yang dapat melepaskan dirinya dari dosa. Sebagai makhluk yang tidak dapat lepas dari perbuatan dosa, manusia di tuntut untuk bertaubat dari dosa-dosanya kepada Tuhan. Dosa dalam Islam dapat di ampuni dengan cara bertaubat dengan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, seorang Muslim tidak butuh seorang penebus dosa. Kafir Kristen pemuja meyakini Yesus sebagai pribadi yang kudus. Padahal Yesus sendiri  harus menebus dosanya dengan mendatangi Yohanes Pembaptis untuk bertaubat dan di baptis  (Matius 3:13). Bagaimana mungkin Yesus dapat dijadikan korban penebus dosa yang dapat menolong manusia,  sementara dia sendiri kalau berdosa harus mendatangi imam untuk dapat bertaubat dan di baptis. Sungguh tidak masuk akal.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Allah Islam Membedakan Dosa Kecil Dan Besar"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.