Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Al-Quran Atau Alkitab, Sumber Sahih Tentang Isa Al-Masih?

Teman Muslimku setuju, ketika saya katakan bahwa sumber untuk mengenal Muhammad, adalah Al-Quran, Hadis dan Sirat Muhammad. Dia juga setuju bahwa untuk mengenal Isa Al-Masih, haruslah dari sumber sahih, Alkitab, bukan Al-Quran. Mungkinkah Al-Quran lebih sahih kesaksiannya soal Isa Al-Masih?

Kesaksian Al-Quran atau Injil Lebih Dekat dengan Kehidupan Isa?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih “ . . . adalah Firman; . . . dan Firman itu adalah Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Ia turun  ke dunia pada tahun 1-33 masehi. Para Rasul mencatat kehidupan Isa Al-Masih dalam Injil sekitar tahun 80 masehi. Jadi sekitar 50 tahun setelah kehidupan Isa Al-Masih. Sedangkan Al-Quran ditulis tahun 625M, yaitu sekitar 600 tahun dari kehidupan Isa Al-Masih. Manakah yang lebih bisa dipercaya catatannya?

Jawaban Saya: Al-Qur'an ditulis bukan berasal dari kesaksian-kesaksian, tidak sebagaimana Injil Kristen yang diklaim oleh pengarangnya bersumber dari kesaksian-kesaksian. Al-Qur'an berasal dari Allah SWT yang diwahyukan kepada hamba-Nya yang mulia, Nabi Muhammad SAW. Walaupun Al-Qur'an diturunkan 600 tahun dari masa hidup Nabi Isa AS atau Yesus, karena Al-Qur'an berasal dari Allah SWT, maka informasi apa pun yang berkenaan dengan Nabi Isa AS atau Yesus di dalamnya adalah pasti mutlak benar. Berbeda dengan Injil Kristen. Walaupun ditulis 80 tahun dari masa hidup Nabi Isa AS atau Yesus, karena Injil Kristen bersumber dari kesaksian-kesaksian manusia yang tidak lepas dari kesalahan, maka isi Injil Kristen juga tidak lepas dari kesalahan dan kekeliruan. Tentunya Al-Qur'an yang firman Allah SWT lebih dapat dipercaya informasinya daripada Injil yang hanya catatan-catatan manusia.

Injil Yohanes menyatakan firman adalah Allah, tetapi ayat itu bukan ucapan Yesus. Para sarjana Kristen menyatakan ayat tersebut adalah tulisan penyalin Injil, yang dimaksudkan sebagai pembukanya Injil Yohanes. Yesus dalam Injil Kristen tidak pernah menyatakan dirinya Allah atau menyatakan dirinya firman. Yesus menyatakan dirinya HAMBA penyampai Firman Allah:

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39)

Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:8)

Muhammad atau Murid-murid Isa Yang Bertemu Isa Al-Masih?

Kafir Kristen Pemuja Yesus menulis: Muhammad hidup tahun 625M. Ia tidak pernah bertemu dengan Isa Al-Masih. Sebaliknya, sebagian penulis Injil hidup tidak lama setelah Isa Al-Masih. Bahkan Rasul Besar Matius, Yohanes, Yakobus, Petrus belajar langsung dari Isa Al-Masih. Tentu catatan mereka lebih akurat, bukan?

Jawaban Saya: Dalam “kitab Musa” diceritakan bagaimana Tuhan menciptakan langit dan bumi dan menjadikan segala yang ada di dalamnya. Padahal Musa belum ada pada saat itu dan tidak pernah melihat Tuhan menciptakan langit dan bumi. Dalam “kitab Musa” juga menceritakan kisah Adam dan Hawa, Nuh dan Abraham. Padahal Musa tidak hidup di zaman mereka hidup dan tidak pernah bertemu dengan mereka. Bagaimana Musa dapat “menulis” kisah Tuhan menciptakan langit dan bumi sementara Musa belum ada pada saat itu dan bagaimana Musa dapat “menulis” kisah Adam dan Hawa, kisah Nuh dan Abraham sementara Musa tidak hidup di zaman mereka hidup dan tidak pernah bertemu mereka. Musa dapat “menulis” semuanya itu karena Tuhan memberitahukannya melalui Wahyu.

Hal yang sama juga terjadi pada Nabi Muhammad SAW. Walaupun beliau hidup 625 tahun setelah Nabi Isa AS atau Yesus dan tidak pernah bertemu dengan beliau. Al-Qur'an dapat menceritakan Nabi Isa AS atau Yesus yang hidup 600 tahun yang lalu dengan tepat, karena Nabi Muhammad SAW menerima informasi tersebut melalui Wahyu Allah SWT. Jadi tidak harus Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Isa AS atau Yesus untuk dapat menceritakannya dengan benar. Sebagaimana juga dengan Musa yang tidak harus melihat penciptaan langit dan bumi, hidup dan bertemu dengan Adam dan Hawa, Nuh dan Abraham untuk menceritakannya dengan benar. Jika kafir Kristen pemuja Yesus tidak mempercayai informasi Al-Qur’an tentang Nabi Isa AS atau Yesus karena Nabi Muhammad SAW lahir 625 tahun setelah Nabi Isa AS atau Yesus, seharusnya mereka juga tidak mempercayai kisah penciptaan langit dan bumi, kisah Adam dan Hawa, Nuh dan Abraham yang ada dalam “kitab Musa”, karena Musa baru hidup jauh beribu-ribu tahun setelah semua yang ditulisnya itu terjadi.

Kafir Kristen pemuja Yesus berkata bahwa murid-murid Yesus seperti Matius, Yohanes, Yakobus, Petrus belajar langsung dari Yesus sehingga catatannya lebih akurat. Tetapi adakah bukti Injil-Injil Kristen tersebut ditulis oleh murid-murid Yesus? Tidak ada! Injil-Injil Kristen pada mulanya hanyalah tulisan-tulisan tanpa nama yang tidak diketahui siapa pengarangnya. Gereja kemudian menamai Injil-Injil tersebut dengan nama-nama murid Yesus agar dipercayai sebagai firman Tuhan. Dan sampai saat ini tidak ada seorang Kristen yang mampu membuktikan Injil-Injil Kristen adalah tulisan murid-murid Yesus.

Al-Quran dan Kisah Isa Al-Masih Palsu/Injil Palsu

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Qs 5:110 adalah contoh Isa Al-Masih dalam Al-Quran. Isa “. . . dapat berbicara . . . di waktu masih dalam buaian . . . kamu membentuk dari tanah . . . berupa burung . . . kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung . . .” (Qs 5:110). Sumber ayat ini adalah “Injil Masa Kecil,” yaitu injil palsu tertulis tahun 140-180M. Dan penulisnya bukanlah Rasul-rasul Isa Al-Masih, seai Al-Quran adalah wahyu Allah, jika Isa Al-Masih dalam Al-Quran berasal dari injil palsu?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menuduh kisah Nabi Isa AS yang bermukjizat membuat burung dari tanah liat (Al-Ma'idah: 110) adalah kisah palsu yang bersumber dari Injil apokrif yang bernama “Injil Masa Kecil”. Padahal dalam tulisan mereka yang lain dengan judul “Empat Alasan Kristen Menolak Al-Qur'an Sebagai Wahyu Allah”, kafir Kristen pemuja Yesus dengan tuduhan yang sama mengatakan Al-Ma'idah: 110 bersumber dari Injil apokrif yang bernama “Injil Thomas dan Israel”. Lihat, betapa compang-campingnya mereka dalam membuat tuduhan terhadap Islam.

Kisah Nabi Isa AS yang membuat burung dari tanah liat (Al-Ma'idah: 110), bukan berasal dari Injil apokrif seperti yang dituduhkan kafir Kristen pemuja Yesus. Kisah Nabi Isa AS yang membuat burung dari tanah liat, mereka katakan bersumber dari Injil apokrif karena mereka tidak menemukan kisah yang sama dalam Injil Kristen. Sementara bukti, mereka sama sekali tidak mampu menunjukkannya.

Isa Al-Masih Pusat Wahyu Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kitab Taurat, Zabur dan Kitab Para Nabi (Perjanjian Lama) menubuatkan Isa Al-Masih. Sedangkan Injil dan wahyu kepada Para Rasul (Perjanjian Baru) menggenapinya. Allah yang mewahyukan juga menjaga Alkitab dari pemalsuan. Allah menubuatkan penyaliban Isa Al-Masih 700 tahun sebelumnya.“ . . .  dia [Isa Al-Masih] diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,  . . .(Kitab Nabi Besar Yesaya 53: 5). Nubuat ini tergenapi dalam Injil ketika Isa mati tersalib, bangkit dari kematian dan naik ke sorga.Tujuannya untuk memberikan pengampunan dosa dan hidup yang kekal kepada orang yang percaya kepada-Nya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Allah yang mewahyukan juga menjaga Alkitab dari pemalsuan. Tetapi itu hanya klaim mereka sendiri. Sementara dalam Bible tidak ada satu pun ayat yang menjamin Bible dari pemalsuan. Sedangkan dalam Al-Qur'an terdapat ayat yang dengan jelas menyatakan Allah SWT akan menjaga kitab-Nya dari kerusakan, perhatikan ayat berikut ini:

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr: 9)

Masalah nubuat Yesus sudah sering saya jawab. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Nabi Yesaya telah bernubuat tentang Yesus ratusan tahun sebelum Yesus lahir,"Tetapi Dia tertikam oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh" (Kitab Nabi, Yesaya 53:5). Saya jawab: kitab Yesaya di tulis jauh sekali sebelum Yesus lahir, betul? Karena kitab Yesaya di tulis jauh sebelum Yesus lahir, maka sangat mudah bagi para penulis Injil untuk menyesuaikan kisah Yesus yang akan mereka tulis agar sesuai dengan nubuat yang ada dalam Yesaya 53:5. Para penulis Injil tahu adanya nubuat dalam Yesaya 53:5. Agar seolah penyaliban Yesus telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya ratusan tahun sebelumnya, para penulis Injil menulis kronologi penyaliban Yesus sesuai dengan nubuat Yesaya, yaitu adanya penikaman dan penyiksaan-penyiksaan yang di alami oleh Yesus.

Nubuat yang ada dalam Yesaya 53:5 juga harus dibaca sampai dengan ayat 10 agar jelas untuk siapa nubuat tersebut ditujukan. Karena pada ayat tersebut dikatakan “ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut”. Yesus tidak memiliki keturunan dan umurnya tidak lanjut usia, jadi mana mungkin nubuat Yesaya 53:6 ditafsirkan untuk Yesus. 

Mengapa Memakai Ayat Al-Quran?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kalau Al-Quran bukan sumber sahih tentang Isa Al-Masih, mengapa memakai ayat-ayat Al-Quran tentang Isa Al-Masih? Meskipun tidak memercayai isi Al-Quran, kami memakainya sebagai sarana agar kaum Muslim belajar tentang Isa Al-Masih dari sumber sahih, yaitu Injil Allah. Jika Anda ingin mengenal Isa Al-Masih secara benar, belajarlah dari Injil Allah.

Jawaban Saya: Al-Qur'an adalah firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Injil Kristen hanyalah kitab yang ditulis oleh orang tidak dikenal dari kesaksian-kesaksian. Tidak ada campur tangan Tuhan dalam penulisan Injil Kristen, sangat berbeda dengan Al-Qur’an yang firman Allah SWT. Jika ditanya manakah yang lebih shahih, Al-Qur'an atau Injil Kristen? Maka jawabannya adalah Al-Qur'an yang lebih shahih, karena Al-Qur'an adalah firman Allah SWT. Oleh karena Al-Qur’an lebih Shahih daripada Injil Kristen, maka umat Islam hanya akan berpegang pada keterangan Al-Qur'an dalam mempelajari tentang Nabi Isa AS.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Al-Quran Atau Alkitab, Sumber Sahih Tentang Isa Al-Masih?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.