Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Sorga Dan Pernikahan Pria Muslim Dengan Bidadari-Bidadari

Joko Tarub adalah seorang pemuda yang terpikat dengan bidadari yang turun dari khayangan. Ia sengaja mencuri selendang milik bidadari tersebut, agar sang bidadari tidak dapat kembali ke khayangan. Akhirnya, mereka pun menikah. Tentu Anda pernah mendengar legenda ini, bukan? Bidadari digambarkan sebagai wanita yang mempunyai paras jelita. Molek dan berakhlak mulia. Gambaran ini pula yang dipaparkan Al-Quran, ketika menginterpretasikan sosok yang akan dinikahi pria Muslim di sorga (Aisir al-Karimir Rahman, hlm.775).

Islam: Bidadari adalah Nikmat Sorga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran bukan saja mempersilakan pria Muslim berpoligami di dunia. Di sorga pun mereka akan memiliki kebebasan yang sama. Yaitu menikahi bidadari-bidadari. Bahkan menurut Al-Quran, hal tersebut merupakan salah satu nikmat Allah bagi pria Muslim yang masuk sorga. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam sorga dan kenikmatan, . . . mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli” (Qs 52:17-20). Tentang berapa banyaknya jumlah bidadari yang akan dinikahi pria Muslim, sayangnya toko-toko Islam mempunyai pendapat yang berbeda. Ada yang berkata seorang pria akan mempunyai 72 isteri. Di mana dua di antaranya adalah wanita-wanita dari dunia, dan 70 lainnya adalah bidadari. Yang lain berkata, seorang pria berhak atas 72 bidadari sebagai isterinya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan tentang jumlah bidadari yang akan dikawinkan dengan seorang Muslim, toko-toko Islam mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Ya, itu karena para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah istri bidadari yang akan diperoleh seorang Muslim di surga. Pendapat pertama menyatakan bahwa setiap penghuni surga akan mendapatkan dua istri dari wanita-wanita dunia dan 70 bidadari dari al-huur al-‘iiin (bidadari yang diciptakan di surga). Dan inilah pendapat yang dipilih oleh Al-‘Irooqi, beliau berkata: “Telah jelas dengan riwayat-riwayat hadits yang lain bahwasanya minimal bagi penghuni surga dua orang istri dari wanita dunia dan 70 istri dari bidadari” (Torh At-Tatsriib 8/270). Dalil pendapat ini adalah sabda Nabi Muhammad SAW:

Telah menceritakan kepada kami Hasan berkata; telah menceritakan kepada kami Sukain bin Abdul Aziz berkata; telah menceritakan kepada kami Al Asy'ats Adl Dlarir dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah kedudukannya memiliki tujuh derajat (tingkatan), dan ia berada di tingkat yang ke enam, di atasnya tingkat yang ketujuh. Ia memiliki tiga ratus pelayan… dan ia memiliki 72 istri dari al-huur al-‘iin (bidadari) selain istri-istrinya dari para wanita dunia. Dan salah seorang dari para bidadari tersebut tempat duduknya seukuran satu mil di dunia” (Musnad Ahmad: 10511, hadits ini adalah hadits yang lemah, pada isnadnya ada perawi yang lemah yang bernama Syahr bin Hausyab).

Sedangkan pendapat kedua berpendapat bahwa setiap penghuni surga akan memperoleh dua istri dari kalangan bidadari surga, dan bukan dari kalangan para wanita dunia. Dalil pendapat ini adalah sabda Nabi Muhammad SAW:

Telah bercerita kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir telah bercerita kepada kami Muhammad bin Fulaih telah bercerita kepada kami bapakku dari Hilal dari 'Abdur Rahman bin ABi 'Amrah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Rombongan pertama yang memasuki surga rupa mereka bagaikan bulan saat purnama dan rambongan berikutnya yang mengiringi mereka bagaikan bintang yang sangat terang cahayanya di langit. Hati mereka bagaikan hati seorang laki-laki yang tidak pernah membenci dan saling hasad (iri) di antara mereka. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri dari bidadari yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik tulang dan daging". (Shahih Bukhari: 3014).

Dan inilah pendapat yang diisyaratkan oleh Ibnul Qoyyim, ketika menjelaskan lemahnya hadits Syahr bin Hausyab diatas. Beliau berkata, “Hadits (Syahr bin Hausyab) ini munkar menyelisihi hadits-hadits yang shahih, karena tinggi 60 hasta (yang itu merupakan tinggi penduduk surga sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits yang shahih) tidaklah mungkin bisa menjadikan tempat duduk penghuni surga (sebagaimana dalam hadits Syahr bin Hausyab di atas) seukuran satu mil dunia. Yang terdapat di shahih Bukhari dan shahih Muslim bahwasanya rombongan pertama yang masuk dalam surga masing-masing dari mereka mendapatkan dua istri dari kalangan bidadari, maka bagaimana bisa bagi orang yang paling rendah kedudukannya di surga memperoleh 72 bidadari?” (Haadil Arwaah 106)

Dan ini juga pendapat yang dipilih oleh Mahmud syukri, di mana beliau berkata, “Yang terdapat dalam Hadis-hadits yang shahih hanyalah (Bagi masing-masing penghuni surga dua istri), dan tidak terdapat dalam shahih (Al-Bukhari dan Muslim) tambahan lebih dari dua istri. Jika hadits-hadits yang menyebutkan tambahan (lebih) dari dua istri adalah hadits-hadits yang shahih maka maksudnya adalah gundik-gundik sebagai tambahan selain dari dua istri… atau maksudnya sang penghuni surga diberi kekuatan untuk menjimak jumlah bilangan (tambahan) tersebut. Dan inilah yang datang dalam hadits yang shahih lantas sebagian perawi meriwayatkan dengan secara makna lalu berkata, “Maka bagi setiap penghuni surga jumlah sekian dan sekian bidadari” (Syarh Abyaatul Jannah min Nuuniyah Ibnil Qoyyim 210211), dan pendapat kedua inilah yang dikuatkan oleh Syaikh Al-Albani (Ad-Dho’iifah dalam syarah hadits no 6103). Tetapi ada kekhususan bagi para syuhadaa’ (mereka yang mati di medan jihad) maka bagi mereka 72 bidadari. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin 'Abdurrahman berkata, telah menceritakan kepada kami Nu'aim bin Hammad berkata, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah Ibnul Walid dari Bahir bin Sa'd dari Khalid bin Ma'dan dari Al Miqdam bin Ma'di Karib ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan; dosanya akan diampuni sejak darahnya tertumpah di awal kali pertempuran, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur, diberi mahkota kemuliaan yang satu permata darinya lebih baik dari dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya." Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib." (Sunan Tirmidzi: 1586).

Ajaran Isa Al-Masih – di Sorga, Seks Tidak Ada

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Semua umat beragama jelas ingin masuk sorga. Mereka tahu sorga memiliki kenikmatan yang luar biasa. Tetapi benarkah kenikmatan seksual termasuk berkat sorga?

Menurut Kitab Suci Allah, Isa tidak mengajarkan perihal kawin-mengawinkan dalam sorga. Isa mengajarkan, seseorang yang masuk sorga akan hidup seperti malaikat. “Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga” (Injil, Rasul Besar Matius 22:29-30). Kehidupan seperti malaikat, sorga menggambarkan kehidupan yang kudus dan melayani Allah, yang adalah Roh. Di dalam kehidupan yang kudus tidak ada aktivitas seksual. Tetapi hal-hal rohani yang membawa damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Injil, Surat Roma 14:17).

Jawaban Saya: Sehubungan dengan kitab-kitab sebelumnya, Al-Qur’an menyatakan membenarkan kitab-kitab tersebut sekaligus menjadi batu ujian terhadapnya.

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu” (Al Maa'idah: 48)

Mengenai ayat tersebut Ibnu Juraij mengatakan, Al-Qur'an adalah kepercayaan kitab-kitab terdahulu yang sebelumnya. Dengan kata lain, apa saja isi dari kitab terdahulu yang sesuai dengan Al-Qur'an, maka itu adalah benar dan apa saja isi dari kitab-kitab terdahulu yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an, itu adalah batil. Al-Aufi juga telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna muhaiminan, bahwa makna yang dimaksud ialah sebagai hakim atau batu ujian bagi kitab-kitab yang sebelumnya.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan dalam Injil Kristen disebutkan bahwa Yesus berkata dalam surga orang tidak kawin dan dikawinkan, melainkan hidup seperti malaikat (Matius 22:29-30). Maka pernyataan dalam Matius 22:29-30 tersebut salah, karena bertentangan dengan ayat Al-Qur’an yang dengan jelas menyatakan: “mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli” (Ath Thuur: 20). Tidak mungkin Matius 22:29-30 benar-benar ucapan Yesus, karena jika itu benar-benar ucapan Yesus, maka tidak mungkin bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Injil Kristen ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal, jauh setelah Allah SWT menyelamatkan Yesus dari upaya penyaliban. Bagaimana mungkin Injil Kristen di klaim sebagai kitab suci Allah, jika Injil Kristen ditulis bukan oleh seorang Nabi Allah? Injil Kristen tidak pernah diyakini sebagai kitab suci atau firman Tuhan oleh orang-orang Kristen yang hidup di awal kekristenan. Orang-orang Kristen yang hidup di awal kekristenan hanya menganggap Injil Kristen sebagai kisah rakyat, tidak lebih dari itu.

Yesus dalam Injil Kristen memang menyatakan bahwa pada waktu kebangkitan manusia tidak kawin dan dikawinkan, melainkan hidup seperti malaikat (Matius 22:30). Tetapi pernyataan Yesus itu kontradiktif dengan banyak keterangan dalam Bible, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Penjelasan lebih lanjut tentang hal itu dapat anda ketahui dalam postingan: Hidup Seperti Malaikat di Sorga?

Sorga adalah Rumah Bagi Umat Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut Kitab Suci Allah, Allah menyediakan rumah bagi umat-Nya di sorga. Di dalam rumah ini tidak ada lagi ratap tangis dan air mata. Di rumah ini juga tidak ada kawin-mengawinkan! Lalu bagaimana kita dapat masuk sorga?  Kitab Suci Allah mengajarkan hanya ada satu jalan. Yaitu melalui Isa Al-Masih. Sebagaimana Isa bersabda, “Akulah jalan . . . . Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [sorga], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan di sorga mereka disediakan rumah-rumah yang tidak ada lagi ratap tangis dan air mata. Bagaimana mungkin dalam sorga Kristen tidak ada ratap tangis dan air mata, kalau perang dan kekacauan masih dapat terjadi dalam sorga (Wahyu 12:7). Jika sorga Kristen menjadi damai setelah Iblis dikalahkan, tinggal menunggu waktu sorga Kristen akan kembali terjadi perang dan kekacauan.

Agar masuk surga, seseorang harus menuruti perintah Allah (Matius 19:17), salah satu perintah Allah adalah tidak menyembah selain diri-Nya (Keluaran 34:14). Kafir Kristen pemuja Yesus yang yakin diri mereka masuk surga, tetapi justru menyembah selain Allah dengan menjadikan Yesus sesembahan selain Allah. Padahal Yesus cuma utusan Tuhan (Matius 10:40) yang bertugas menyampaikan firman Allah (Yohanes 17:8). Selain itu, surga yang ditawarkan oleh Yesus itu hanya untuk 144 ribu orang Israel (Wahyu 7:4, Wahyu 14:1). Pintu surganya pun tertulis nama-nama suku Israel (Wahyu 21:12), yang artinya hanya orang Israel yang dapat masuk surga. Tidak mungkin jumlah 144 ribu yang di sebut Wahyu 7:4 dan Wahyu 14:1 hanyalah kiasan, karena penjelasannya yang demikian detail menyebut jumlah orang yang masuk surga dari tiap-tiap suku Israel. Jadi kalau kafir Kristen pemuja Yesus yakin diri mereka masuk surga, dari sekarang coba pikirkan mau masuk surga lewat pintu yang mana? Itu saja!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sorga Dan Pernikahan Pria Muslim Dengan Bidadari-Bidadari"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.