Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Mengapa Pakai Bahasa Arab Dalam Bersholat?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Apakah bijak memaksa orang bersolat dalam bahasa asing, yaitu bahasa Arab? Mengapa tidak lebih baik bersolat dalam bahasa ibu, yaitu bahasa sehari-hari. Apakah bahasa Arab lebih baik dipakai dalam solat dari pada bahasa Indonesia, Jawa, Bugis, Sunda, Minang, Madura dan lain sebagainya? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikiran apabila mendengar bahwa orang Islam diharuskan bersolat dengan memakai bahasa Arab.

Jawaban Saya: Shalat adalah termasuk ibadah tauqifi (dikerjakan sesuai dengan bentuk yang ditetapkan Allah Swt) dan Sunnah Rasulullah. Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan bagaimana shalat harus dikerjakan, yaitu salah satunya harus menggunakan bahasa arab. Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat itu harus dengan menggunakan bahasa arab. Sebab dahulu Rasulullah SAW mengajarkan demikian kepada orang Arab dan juga kepada orang-orang non Arab. Di masa beliau masih hidup ada Salman Al-Farisy yang berasal dari Persia, namun belum pernah Rasulullah SAW memberikan keringangan kepada beliau untuk shalat dengan menggunakan bahasa Persia. Juga ada Syuhaib Ar-Rumi yang berasal dari Romawi. Namun Rasulullah SAW tidak pernah membolehkannya shalat dengan bahasa Romawi. Juga ada Bilal bin Rabah al-Habsyi yang berasal dari Habasyah, Afrika. Namun Rasulullah SAW tidak pernah membolehkannya shalat dengan bahasa tersebut. Jadi penggunaan bahasa Arab dalam shalat tidak lebih dari aturan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasulnya, bukan karena bahasa Arab lebih baik dari bahasa lainnya. Sekalipun shalat harus menggunakan bahasa Arab, umat Islam tidak ada yang merasa terpaksa melakukannya. Itu karena umat Islam menjalankan shalat dengan dorongan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Semua Orang Mengerti Jika Pakai Satu Bahasa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Para Mukmin akan menjawab, apabila bersolat dengan bahasa Arab semua orang di seluruh dunia memakai kata yang sama. Tetapi walaupun semua memakai kata-kata yang sama, apakah gunanya jika kata-kata yang diucapkan tidak dimengerti?

Dulu orang Katolik Roma beribadah dengan menggunakan bahasa Latin. Tapi akhirnya mereka menyadari bahwa sebagian besar umatnya tidak mengerti bahasa Latin. Akibatnya sekarang ibadah Katolik Roma selalu diucapkan dengan memakai bahasa ibu umat yang dilayani.

Jawaban Saya: Tidak mengerti bacaan shalat tidak menjadikan shalat yang dilakukan menjadi batal. Tetapi memang sangat baik apabila seorang Muslim mengerti apa yang dia baca dalam shalat, karena itu akan membantunya untuk khusyuk dalam shalat. Bagaimana caranya agar mengerti bacaan shalat jika dalam shalat tidak diperkenankan memakai bahasa selain bahasa Arab? Umat Islam dapat mempelajari bahasa Arab atau dapat juga membaca buku-buku bimbingan shalat. Bagaimana pun, ibadah Shalat jangan disamakan dengan tata cara pemujaan Yesus oleh kafir Kristen. Kafir Kristen pemuja Yesus dapat dengan leluasa membuat berbagai tata cara pemujaan kepada Yesus sesuka hatinya.   

Kemurnian Al-Quran Dijaga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Para Mukmin juga mengatakan bahwa dengan memakai bahasa Arab, Al-Quran tidak mungkin dapat di rubah. Tetapi artinya Al-Quran juga tidak perlu di rubah jika menggunakan bahasa lain. Yang penting supaya terjemahan dalam bahasa ibu selalu sesuai dengan bahasa Arab. Saat ini ada Al-Quran yang ditulis dalam dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa terjemahan di sebelahnya. Tentu, tidak mungkin arti aslinya hilang.

Jawaban Saya: Yang dimaksud dengan Al-Qur’an itu adalah kitab yang menggunakan berbahasa asli (Arab). Kalau ada kitab dengan bahasa lain walaupun itu hasil terjemahan Al-Qur’an, kitab itu tidak dapat di sebut Al-Qur’an. Itu hanya kitab terjemahan yang hukum berkenaan dengannya berbeda dengan Al-Qur’an. Maklum saja, kafir Kristen pemuja Yesus memang tahunya hanya kitab terjemahan. Mereka tidak tahu kitab Bible dalam bahasa aslinya, jangankan membacanya, melihatnya saja mereka tidak pernah. Yang selama ini dibaca oleh kafir Kristen pemuja Yesus adalah kitab terjemahan, bukan kitab Bible asli. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa yang penting terjemahan bahasa ibu sesuai dengan bahasa Arab. Masalahnya tidak semudah itu. Perlu diketahui bahwa terjemah tidak dapat mewakili semua apa yang diterjemahkan. Hal itu berlaku untuk umum semua karya manusia, lebih-lebih Al-Qur’an yang firman Allah SWT. Terjemah sangat diperlukan untuk membantu pemahaman terhadap Al-Qur’an, namun masih banyak makna Al-Qur’an yang tidak ditemukan terjemahnya, karena itu tidaklah cukup bagi seorang Muslim yang ingin memahami Al-Qur’an hanya dengan mengandalkan terjemah.

Al-Quran Lebih Murni dari Alkitab?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ada orang berpandangan bahwa kemurnian Al-Quran lebih terjamin dari kitab-kitab lain. Ini jelas tidak dapat dipertahankan. Karena Al-Quran sekarang ini mulai diterjemahkan. Apakah itu artinya bahwa kemurnian Al-Quran dikurangi? Dengan kata lain kemurnian Alkitab dan Al-Quran tidak akan berkurang jika selalu diterjemahkan berdasarkan pada naskah-naskah kuno.

Jawaban Saya: Jika ada orang yang berpandangan bahwa kemurnian Al-Qur’an lebih terjamin dari kitab-kitab lainnya, pandangan tersebut adalah benar sekali. Al-Qur’an sekarang ini memang diterjemahkan, tetapi itu sama sekali tidak merusak kemurnian Al-Qur’an. Mengapa bisa demikian? Sebab walaupun ada terjemahan Al-Qur’an, tetapi terjemahan tersebut tidak menggantikan kitab Al-Qur’an yang asli. Umat Islam sampai saat ini masih membaca kitab Al-Qur’an yang asli, di dalam shalat atau di luar shalat. Terjemahan Al-Qur’an hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam memahami Al-Qur’an, khususnya bagi mereka yang tidak dapat berbahasa Arab. Berbeda sekali dengan kitab Bible. Bible yang dibaca oleh kafir Kristen pemuja Yesus saat ini adalah terjemahan dari kitab Bible aslinya. Terjemahan Bible telah menggantikan kitab Bible yang asli. Kafir Kristen pemuja Yesus sudah tidak lagi membaca kitab Bible yang asli, yang mereka baca sampai hari ini adalah terjemahannya. Karena itu boleh dikatakan Bible telah kehilangan kemurniannya. Lalu ada di mana kitab Bible yang asli? Kitab Bible yang asli sudah tidak ada lagi. Bible tertua yang di simpan oleh gereja ternyata adalah kitab terjemahan dari kitab terjemahan yang lebih tua, bukan kitab Bible yang asli.  

Isa Al-Masih Tidak Menyuruh Murid-Nya Memakai Bahasa Asli

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih selalu memakai bahasa setempat, yaitu Aramaic. Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat. (Injil, Markus 12:37) Lagi Injil Lukas 19:48 berbunyi: … seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. Tidak satu ayat pun dalam Injil yang menyuruh atau memberi nasihat supaya “Doa Bapa Kami” (doa yang sama penting bagi orang Kristen sebagai Al-Fatihah untuk umat Islam) diucapkan dalam bahasa asli Injil. Apalagi Isa Al-Masih tidak memakai bahasa Arab walaupun Ia Kalimah Allah! Malahan ia tidak mengajar pengikut-Nya memakai bahasa Arab. Namun kita tahu menurut Al-Quran Isa Al-Masih adalah “yang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Sura Ali ‘Imran 3:45)

Jawaban Saya: Injil Kristen bukanlah firman Tuhan. Injil Kristen hanyalah kisah rakyat yang ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal. Karena Injil Kristen bukan firman Tuhan, maka tidak ada suatu keharusan untuk mempertahankannya dalam bahasa aslinya. Memang Al-Qur’an menyebut Nabi Isa terkemuka (Arab: wajiha), tetapi bukan hanya Nabi Isa saja yang mendapat sebutan “wajiha”. Nabi Musa dalam Al-Qur’an (Al-Ahzab: 69) juga memperoleh sebutan “wajiha” yang berarti terkemuka, terhormat atau dimuliakan.

Allah Memiliki Semua Bahasa di Dunia

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Bukankah Allah itu Maha Tahu dan bersifat universal memiliki semua bangsa di dunia ini? Demikian Allah tidak terbatas pada satu bahasa saja! Oleh karena itu kita perlu bertanya, “Mengapa bersolat harus mutlak menggunakan bahasa Arab saja?”

Jawaban Saya: Mengapa bersolat harus mutlak menggunakan bahasa Arab saja? Pertanyaan ini sudah saya jawab dan tidak perlu saya ulangi kembali.

Doa Terbaik Adalah Doa Dalam Bahasa Ibu

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jika seorang anak dilukai dan menangis ia akan selalu mendekati orang tuanya dan meminta pertolongan dengan memakai bahasa ibu. Kita sebagai ciptaan Allah dikaruniakan bahasa ibu oleh Allah sendiri. Apabila kita berdoa dan/atau bersolat, pemakaian bahasa ibu adalah kecenderungan naluri. Kita dengan gampang dapat bersolat dari hati. Sebaiknya kita belajar bersolat dengan memakai bahasa ibu.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan doa terbaik adalah doa dalam bahasa ibu. Tetapi dalam Islam, doa terbaik adalah doa yang pernah dipanjatkan oleh para Nabi dalam Al-Qur’an atau doa-doa yang banyak diajarkan oleh Rasulullah SAW. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan doa terbaik adalah doa dalam bahasa ibu, padahal kalau mereka berdoa mengucapkah “haleluya”, kenapa tidak pakai bahasa ibu saja. Mulut dengan kelakuan kok tidak sejalan; munafik.

Dalam Bersolat Ingatlah Rahmat Allah Yang Tidak Berubah!

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Allah berfirman melalui Nabi Yesaya 500 tahun sebelum Masehi: Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri tetap TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (Kita Nabi-nabi, Yesaya 53:5-6).

Jawaban Saya:  Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Nabi Yesaya telah bernubuat tentang Yesus ratusan tahun sebelum Yesus lahir, "Tetapi Dia tertikam oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh" (Kitab Nabi, Yesaya 53:5). Saya jawab: kitab Yesaya di tulis jauh sekali sebelum Yesus lahir, betul? Karena kitab Yesaya di tulis jauh sebelum Yesus lahir, maka sangat mudah bagi para penulis Injil untuk menyesuaikan kisah Yesus yang akan mereka tulis agar sesuai dengan nubuat yang ada dalam Yesaya 53:5. Para penulis Injil tahu adanya nubuat dalam Yesaya 53:5. Agar seolah penyaliban Yesus telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya ratusan tahun sebelumnya, para penulis Injil menulis kronologi penyaliban Yesus sesuai dengan nubuat Yesaya, yaitu adanya penikaman dan penyiksaan-penyiksaan yang di alami oleh Yesus.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Pakai Bahasa Arab Dalam Bersholat?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.