Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Apakah yang Dimaksud dengan Istilah "Injil"?

Menurut Alkitab hanya ada satu Injil. Penting sekali Saudara mengerti arti istilah 'Injil'.  Injil berarti 'kabar baik.' Injil yang dibawa Isa Al-Masih adalah berita kasih Allah Bapa kepada manusia yang telah berdosa dan terpisah dari Allah.

EMPAT PENULIS MENJELASKAN INJIL

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Berita Injil diuraikan oleh empat Penulis yang dekat dengan Isa Al-Masih semasa hidupnya di tanah Israel. Dari permulaan, Kekristenan hanya mengakui empat tulisan ini. Keempat  dikenal sebagai Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Empat tulisan ini juga dapat disebut empat Riwayat hidup Isa Al-Masih. Tidak pernah ada Injil Isa!.  Setahu kami Al-Quran juga tidak pernah memakai istilah 'Injil Isa.'  Empat tulisan ini ditambah dengan surat-surat lain yang menguraikan permulaan Gereja dan pengajaran Isa Al-Masih.  Semuanya dikenal dengan istilah Perjanjian Baru atau kadang dengan istilah 'Injil' saja.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa berita Injil diuraikan oleh empat penulis yang dekat dengan Yesus. Mereka juga mengatakan bahwa kekristenan hanya mengakui empat tulisan Injil; Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Pertama saya ingin sampaikan pernyataan kafir Kristen pemuja Yesus tersebut tidaklah benar. Injil bukan hanya diuraikan oleh empat penulis, tetapi ada puluhan hingga ratusan penulis yang menulis Injil. Tetapi yang diakui oleh gereja hanya empat di antaranya yang kita kenal hingga sekarang. Memang benar Al-Qur’an tidak pernah memakai istilah ‘Injil Isa’, akan tetapi Al-Qur’an juga tidak pernah memakai istilah ‘Injil Matius’, ‘Injil Markus’, ‘Injil Lukas’ dan ‘Injil Yohanes’. Injil Kristen sebenarnya hanyalah tulisan-tulisan tanpa nama yang berisi kisah rakyat. Orang Kristen yang hidup di awal kekristenan tidak pernah menganggap Injil-Injil tersebut sebagai Kitab Suci. Mereka hanya menganggapnya tidak lebih dari kisah rakyat. Seiring dengan keinginan gereja untuk menjadikan Injil Kristen sebagai Kitab Suci, maka Injil-injil tersebut diberi nama dengan nama-nama murid Yesus. Padahal tidak ada satu ayat pun dalam Perjanjian Baru yang menceritakan murid-murid Yesus menulis sebuah kitab.

Tapi bagaimana dengan ayat ini;  Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. (Yohanes 21:24)

Ayat tersebut justru membuktikan bahwa Injil Yohanes yang ada sekarang ini bukanlah ditulis oleh Yohanes murid Yesus. Penulis adalah orang lain yang mendengar cerita orang tentang murid yang dikasihi itu menulis kesaksiannya.

Berbeda dengan Injil yang di maksud Al-Qur’an. Injil yang di maksud Al-Qur’an adalah kitab Allah yang diberikan kepada Nabi Isa AS. Injil yang diberikan kepada Nabi Isa AS inilah yang diakui oleh Islam sebagai Kitab Suci yang berisi firman-firman Allah. Bukan Injil hasil karya tangan-tangan manusia yang kemudian di anggap sebagai Kitab Suci. Mengenai Injil Allah SWT berfirman;

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Al Maa'idah: 46)

Adakah bukti dalam Injil Kristen yang menyebutkan Yesus menerima Kitab Suci Injil? Ada buktinya! Dalam Injil Kristen Yesus dikabarkan tinggal menyendiri di padang gurun dengan berpuasa empat puluh hari empat puluh malam (Matius 4:1-2). Perbuatan Yesus tersebut ternyata pernah juga dilakukan oleh Nabi Musa AS ketika hendak menerima Taurat dari Tuhan. Nabi Musa AS juga pernah mengasingkan diri di atas gunung empat puluh hari empat puluh malam dengan berpuasa (Ulangan 9:9). Yesus tinggal menyendiri di padang gurun dengan berpuasa empat puluh hari empat puluh malam (Matius 4:1-2) untuk menerima Kitab Injil, setelah itu Yesus turun dan mengabarkan Injil yang baru diterimanya dari Allah (Markus 1:14-15). Jika penafsiran saya ini anda anggap salah, maka sanggahlah dengan argumentasi yang cerdas, jangan ngomel-ngomel seperti orang kurang piknik.  

ARTI POKOK ISTILAH ‘INJIL’

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Berita Injil pada dasarnya adalah berita Keselamatan. Istilah “injil” berasal dari Bahasa Yunani euaggelion, bahasa popular di Palestina pada masa Isa Al-Masih. Kabar baik yang dibawa oleh Isa Al-Masih adalah berita bahwa dosa telah menjauhkan manusia dari Allah dan membawa hukuman dari Allah. Yaitu neraka, atau dipisahkan selamanya dari Allah!. Tetapi, karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, Allah bertindak untuk menyelamatkan manusia dari genggaman iblis serta hukuman kekal. Rencana Allah dalam menyelamatkan manusia ialah bahwa Ia sendiri yang akan memikul hukuman dosa manusia. Itulah sebabnya mengapa Ia disebut “Kalimat Allah” yang menjelma ke dunia. Dilahirkan sebagai bayi melalui perawan Maryam. Hanya Isa Al-Masih saja yang dapat dikatakan sebagai 'anak laki-laki yang suci' (QS 19:19).

Pengajaran dan mujizat Isa Al-Masih yang mengherankan adalah bukti keilahiannya. Sebagai manusia Ia juga merasakan kelaparan dan capai. Tetapi sebagai Allah Ia tetap sadar akan maksud kedatangan-Nya ke dunia. Ia berkata : "Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Injil, Lukas 19:10).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus adalah suci (Qs 19:19). Nabi Isa memang di sebut Al-Qur’an sebagai seorang anak yang suci, tetapi bukan hanya Nabi Isa saja yang suci, karena semua manusia lahir dalam keadaan suci (Shahih Muslim: 4804). Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa pengajaran dan mukjizat Yesus adalah bukti keilahiannya. Itu adalah asumsi kafir Kristen pemuja Yesus yang keliru. Karena Yesus sendiri tidak pernah mengatakan pengajaran dan mukjizat yang dilakukannya adalah bukti keilahian dirinya. Bagaimana mungkin Yesus yang bermukjizat di anggap Tuhan, padahal mukjizat itu bukan berasal dari Yesus sendiri. Mukjizat yang dilakukan oleh Yesus berasal dari Allah, Yesus hanyalah perantara yang digunakan Allah untuk menunjukkan kekuasaan-Nya (Kisah Rasul 2:22). Jika mukjizat yang dilakukan Yesus berasal dari Allah, maka seharusnya orang-orang Kristen menyembah Allah, bukan memuja Yesus.  

TUJUAN UTAMA PENJELMAAN ISA AL-MASIH

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Inti dari Injil, dan maksud utama Penjelmaan Isa Al-Masih, ialah penderitaan dan kematian-Nya untuk menanggung hukuman dosa manusia. Syukur bahwa Isa Al-Masih sudah membayar penuh hukuman dosa manusia.

Hukuman yang semestinya ditanggung manusia, telah dibayar oleh-Nya di kayu salib. Ayat Alkitab yang menjelaskan ini berbunyi : "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21). Syukur, Isa Al-Masih bukan saja mati disalib dan dikuburkan, tetapi Ia juga bangkit kembali. Jauh sebelum penderitaan dan kematian-Nya terjadi, Isa Al-Masih berkata : "Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya....Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak ada seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku” (Injil Yohanes 10:11-18). Ya, Isa Al-Masih mati tersalib tetapi Ia juga bangkit lagi dan kemudian diangkat kembali ke sorga. Kebenaran ini disetujui oleh Al-Quran dalam Sura 19:33, "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaKu, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."

Inilah berita Injil! Alangkah baiknya bila saudara membaca Injil Matius dan seterusnya. Adalah aneh bila Muslim yang taat belum membaca tiga kitab yang juga disebut wahyu Allah dalam Al-Quran, yaitu Taurat, Zabur dan Injil. Kami dari Staff Isa dan Islam dengan rajin membaca dan mempelajari Al-Quran. Lalu, kapan Saudara membaca Injil?

Jawaban Saya: Sehubungan dengan kitab-kitab sebelumnya, Al-Qur’an menyatakan membenarkan kitab-kitab tersebut sekaligus menjadi batu ujian terhadapnya.

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu” (Al Maa'idah: 48)

Mengenai ayat tersebut Ibnu Juraij mengatakan, Al-Qur'an adalah kepercayaan kitab-kitab terdahulu yang sebelumnya. Dengan kata lain, apa saja isi dari kitab terdahulu yang sesuai dengan Al-Qur'an, maka itu adalah benar dan apa saja isi dari kitab-kitab terdahulu yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an, itu adalah batil. Al-Aufi juga telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna muhaiminan, bahwa makna yang dimaksud ialah sebagai hakim atau batu ujian bagi kitab-kitab yang sebelumnya. 

Injil Kristen menyatakan Yesus mati di salib (Matius 27:50), hal tersebut bertentangan dengan ayat Al-Qur’an yang dengan jelas dan tegas menyatakan Nabi Isa AS tidak mati di bunuh dan tidak di salib. Yang mereka bunuh dengan di salib adalah orang lain yang diserupakan dengan Nabi Isa AS (An Nisaa': 157). Karena penyaliban Yesus yang ada dalam Injil Kristen bertentangan dengan ayat Al-Qur’an, maka ayat tentang penyaliban Yesus dalam Injil Kristen adalah ayat-ayat batil. Sedangkan orang-orang Kristen yang meyakini Yesus mati di salib demi menanggung dosa manusia, mereka adalah orang-orang sesat disebabkan karena mereka mengikuti ayat-ayat batil dalam Injil Kristen. 

Surah Maryam (19):33 berisikan tentang doanya Nabi Isa AS agar Allah SWT memberikan kepada kesejahteraan pada hari dia dilahirkan, dimatikan, dan dibangkitkan hidup kembali. Kematian yang dimaksud pada ayat ini adalah kematian Nabi Isa AS setelah beliau diturunkan untuk membunuh dajjal, bukan mati akibat di salib orang-orang Yahudi karena Al-Qur’an telah jelas-jelas membantahnya (An Nisaa': 157). Nabi Isa juga dibangkitkan, tetapi kelak setelah kiamat bersama-sama manusia lainnnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apakah yang Dimaksud dengan Istilah "Injil"?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.