Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Penyebaran Agama Islam Dan Kristen Mula-mula - Manakah Lebih Mulia?

Menurut pakar Islam, agamanya mencapai keemasannya ketika para khalifah menyebarkannya ke berbagai negara. Apakah awal penyebaran Kristen mula-mula sama dengan penyebaran Islam? Penyebaran agama Islam mula-mula atau Kristenkah yang lebih mulia caranya?

Cara Para Kalifah Mencapai Keemasan Islam

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq memerangi golongan Murtad dan suku Arab yang enggan membayar zakat. Ia juga terlibat perang Yamamah, peperangan Ajnadin di Palestina dan sebagainya. Kalifah Umar bin Khatthab berperang untuk mengalahkan Syiria dan Yordania. Ia juga terlibat dalam peperangan Yarmuk, perang al-Qadisiah, perang Nawahand dan sebagainya. Kalifah Utsman bin Affan berperang di laut menentang angkatan laut Byzantium. Ia berhasil merebut Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dari Persia, Transoxania dan Tabaristan. Kalifah Ali Bin Abi Talib terlibat perang Jamal, perang Shiffin dan lainnya. Ia berhasil menguasai kembali Hijaz dan Yaman dari Mu’awiyah.

Muhammad Idris, menuliskan “. . . Invasi dengan pedang bukan hal terlarang pada zaman tersebut.”

Jawaban Saya: Saya tidak tahu harus menggunakan kriteria yang mana untuk menentukan masa keemasan agama Islam. Yang jelas, Rasulullah SAW telah menyebutkannya dalam hadits yang Shahih, bahwa generasi terbaik dari umatnya adalah generasi Rasulullah SAW masih hidup, kemudian generasi sesudahnya, kemudian generasi sesudahnya lagi.

Telah menceritakan kepada kami Musaddad dari Yahya bin Sa'id dari Syu'bah mengatakan, Telah menceritakan kepadaku Abu Jamrah telah menceritakan kepada kami Zahdam bin Mudharrib mengatakan, aku mendengar Imran bin Hushain menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Sebaik-baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya...(Shahih Bukhari: 6201).

Bukan hanya semangat mereka dalam berjihad yang membuat mereka menjadi generasi-generasi terbaik umat Islam, tetapi keimanan, ketakwaan dan rasa cinta mereka kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, amal ma’ruf dan nahi mungkar mereka dan masih banyak lagi. Karena sebab itulah Allah SWT menjadikan umat Islam sebagai umat pilihan;

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (Al Baqarah: 143).

Ajaran Yang Menginspirasi Para Kalifah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Teladan Muhammad dan Al-Quranlah yang mendorong para khalifah berperang. Muhammad sendiri terlibat 26 peperangan. Sementara Al-Quran memerintahkan “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kalian itu, . . .” (Qs 9:123). Al Qurthubi mengatakan bahwa Allah SWT memberitahu orang-orang beriman tentang cara berjihad. Hendaklah dimulai dengan daerah musuh yang terdekat terlebih dahulu . . . (al jami’ Li Ahkamil Qur’an juz jilid IV hal 607).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa teladan Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur’an yang mendorong para khalifah berperang. Padahal jika mereka jujur dalam beragama, mereka tidak akan mungkin mempermasalahkan Nabi Muhammad SAW atau Al-Qur’an yang memerintahkan berperang. Karena dalam Bible Perjanjian Lama, banyak sekali perintah Tuhan kepada para Nabi-Nya untuk membunuh atau memerangi orang-orang berdosa yang tidak mengenal Tuhan, sebagian ayat-ayatnya dapat anda baca di bawah ini;

Maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya. (Ulangan 13:15) 

TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka. (1Samuel 15:18)

Majulah ke negeri Merataim, majulah menyerangnya dan menyerang penduduk Pekod! Bunuhlah dan tumpaslah mereka, demikianlah firman TUHAN, lakukanlah tepat seperti yang Kuperintahkan! (Yer 50:21)  

Kunci Penyebaran Agama Kristen

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Berbeda dari Islam, agama Kristen menyebar dengan kasih dan kedamaian. Orang Kristen mula-mula malah menderita penganiayaan dan pembunuhan, oleh para kaisar Romawi sekitar 250 tahun pertama. Para penguasa Romawi itu hendak memusnahkan agama Kristen. Penganiayaan itu menggenapi firman Isa Al-Masih, “. . . kamu akan ditangkap dan dianiaya; . . . oleh karena nama-Ku [Isa Al-Masih]” (Injil, Rasul Lukas. 21:12). Namun orang-orang Kristen mula-mula itu tidak memerangi pemerintah Romawi, melainkan mendoakan dan mengasihinya. Ajaibnya, kekristenan terus bertumbuh dan jaya hingga sekarang, sebaliknya kekaisaran Romawi telah runtuh.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa penyebaran agama Kristen berbeda dengan penyebaran agama Islam. Menurut mereka agama Kristen menyebar dengan kasih dan kedamaian, bahkan orang Kristen mula-mula malah menderita penganiayaan dan pembunuhan oleh kaisar Romawi. Tetapi menurut saya, itu bukanlah bukti bahwa agama Kristen menyebar dengan kasih dan kedamaian. Orang Kristen mula-mula menderita penganiayaan dan pembunuhan, bukan disebabkan karena mereka tidak mau melawan penganiayaan dan pembunuhan. Bukan pula disebabkan karena mereka mengedepankan kasih dan kedamaian. Orang Kristen mula-mula menderita penganiayaan dan pembunuhan adalah karena mereka tidak mampu membela diri, mereka hanyalah orang-orang minoritas lemah yang tidak terampil menggunakan senjata dan tidak memiliki pengalaman dalam berperang. Dengan keadaan orang Kristen mula-mula yang demikian, mustahil dapat melawan atau membela diri dari penganiayaan dan pembunuhan kekaisaran Romawi yang lengkap persenjataan dan pengalaman berperangnya yang sudah tidak diragukan lagi.

Keadaan orang Kristen mula-mula juga pernah di alami juga oleh Nabi Muhammad SAW dan umatnya ketika Islam baru saja didakwakan di Mekkah. Umat Islam juga menjadi korban penganiayaan dan pembunuhan kaum kafir Quraisy tanpa mampu membela diri apalagi melawan. Tetapi kondisi umat Islam sedikit lebih baik dari pada orang Kristen mula-mula. Umat Islam mengalami penganiayaan dan pembunuhan tidak sampai ratusan tahun sebagaimana orang Kristen mula-mula. Allah SWT menyelamatkan Nabi Muhammad SAW bersama umatnya, dengan memerintahkan mereka untuk hijrah ke Madinah. Di sanalah agama Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat sehingga mampu membala diri dan melawan segala bentuk penindasan orang-orang kafir.

Secara tegas, Islam sudah mengatur keyakinan setiap orang sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Islam tidak pernah memaksa siapa pun untuk meyakini Islam artinya sama sekali tidak dipaksa atau terpaksa untuk masuk Islam. Ketika terjadi penaklukan Yerusalem misalnya, khalifah pada saat itu, Umar ibn al-Khattab, menulis dalam perjanjian penyerahan dengan para leluhur kota: “Ia [Umar] telah memberi mereka jaminan keamanan bagi diri mereka sendiri, untuk properti mereka, gereja-gereja mereka, salib mereka, orang sakit dan sehat. Gereja mereka tidak akan dihuni oleh kaum Muslim dan tidak akan dihancurkan … Mereka tidak akan dipaksa untuk masuk Islam.”

Tidak ada kerajaan lain atau negara pada saat itu yang memiliki ide-ide toleransi beragama seperti ini. Ketika Mesir, Suriah, Iraq, dan Persia ditaklukan warga yang beragama Kristen, Yahudi, Sabian, atau Zoroastrian, diizinkan untuk menjaga tradisi keagamaan mereka. Bukti itu masih ada sampai sekarang. Bahwa komunitas-komunitas  Kristen banyak tersisa di negara-negara tersebut, misalnya Kristen Koptik di Mesir. Selama beberapa abad pertama setelah penaklukan Muslim, mayoritas penduduk daerah ini tetap Kristen. Perlahan, mereka mulai menyatakan Islam sebagai agama mereka dan bahasa Arab sebagai bahasa mereka. Hari ini, persentase orang Kristen di Mesir adalah 9%, Suriah 10%, Lebanon 39%, dan Iraq 3%. Jika di awal penaklukan negeri-negeri ini orang dipaksa masuk Islam, maka tidak akan ada komunitas Kristen di negara-negara tersebut. Keberadaan mereka adalah bukti Islam tidak menyebar dengan pedang.

Penyebaran Kristen - Fungsi Teladan dan Janji Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih tidak pernah memerangi orang dalam mendirikan agama Kristen. Ia melakukannya dengan kasih dan kedamaian. Meneladani Isa Al-Masih, orang Kristen mula-mula menyebarkan kekristenan dengan kasih. Isa Al-Masih berfirman “. . . Aku [Isa Al-Masih] memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes. 10:28).  Janji keselamatan inilah yang membuat orang Kristen mula-mula mempertahankan imannya sampai mati.

Jawaban Saya: Yesus dan orang Kristen mula-mula tidak pernah memerangi orang dalam mendirikan agama karena mereka tidak memiliki kekuatan untuk itu, bukan karena menyebarkan agama dengan kasih dan kedamaian. Ketika Yesus memiliki kuasa, maka dia akan memaksa semua bangsa untuk bertaubat dengan pedang. Gambaran dari perbuatan Yesus tersebut tertulis dengan rapi dalam kitab Wahyu;

Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. (Wahyu 19:14-15)

Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. (Wahyu 2:16)

Menurut ayat-ayat yang saya kutip di atas, pada kedatangannya yang kedua Yesus sama sekali tidak memperlihatkan kasih seperti kedatangannya yang pertama. Hal tersebut tentu telah membuktikan kesalah-pahaman umat Kristen dan sekaligus membuktikan kebenaran asumsi saya, bahwa Yesus terlihat bersifat lunak (kasih) terhadap musuhnya karena belum mampu membalas, bukan karena sifat asli Yesus. Anda harus tahu, seseorang baru dapat dibuktikan sifat kasihnya setelah memperoleh kemampuan atau kekuatan untuk membalas musuh-musuhnya, dengan kemampuan atau kekuatan yang ada padanya, apakah ia akan membalas perbuatan keji musuh-musuhnya tersebut atau memaafkan mereka. Setelah memperoleh kemampuan atau kekuatan untuk membalas musuh-musuhnya, Yesus terbukti tidak dapat berbuat kasih.

Sama sebagaimana Yesus, orang Kristen mula-mula tidak menyebarkan kekristenan dengan perang karena mereka belum memiliki kekuatan untuk itu. Tetapi ketika orang-orang Kristen memiliki kekuatan untuk berperang, anda dapat melihat sejarah dari mana masuknya agama Kristen di negara-negara Asia dan Afrika, dari perang dan penjajahan. Fakta tersebut tentu saja sangat disadari oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Oleh karena itulah mereka memilih judul penyebaran Islam dan Kristen mula-mula.

Jalan Damai atau Jalan Perang?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Apakah lebih baik menyebarkan agama dengan pedang atau kasih? Setiap orang beragama perlu merenungkan pertanyaan ini. Bukankah jalan damai untuk penyebaran agama lebih baik?

Jawaban Saya: Jika bukan dengan perang dan penjajahan, dengan cara bagaimana agama Kristen masuk negara Indonesia dan negara-negara lain di Asia dan Afrika? Jika bukan karena jasa para penjajah Belanda dan Portugis, tidak akan ada rakyat Indonesia yang beragama Kristen. Apabila benar agama Kristen tidak disebarkan dengan perang, tidak akan ada satu pun generasi Kristen yang melakukan perang dan penjajahan demi menyebarkan agama Kristen. Fakta tersebarnya agama Kristen melalui penjajahan bangsa Barat adalah bukti bahwa agama Kristen disebarkan dengan jalan perang, bukan jalan damai.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyebaran Agama Islam Dan Kristen Mula-mula - Manakah Lebih Mulia?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.