Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih

Kehidupan di dunia tidak ada yang kekal. Setiap makhluk hidup pada saatnya akan mati, termasuk manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan semua yang bernyawa. Tidak ada yang kekal selain Allah, Sang Pencipta.

Umat Muslim Tidak Percaya Isa Al-Masih Wafat

Kematian yang sama juga dialami oleh Isa Al-Masih, walaupun umat Muslim tidak percaya bahwa Isa Al-Masih benar wafat. Mereka meyakini Allah telah mengangkat Isa Al-Masih ke langit guna menyelamatkan-Nya dari tentara Romawi yang akan membunuh-Nya. “Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.....” (Qs 4:157).

Tujuan Isa Al-Masih Datang ke Dunia

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Injil Rasul Besar Matius 1:21 mencatat, tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia adalah: “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus (Isa), karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Amal ibadah yang dilakukan manusia guna dapat kembali pada Kemuliaan Allah adalah sia-sia. Anugerah keselamatan dari Allah hanya ada dalam Isa Al-Masih. Kalimat Allah, Isa Al-Masih yang kudus dan suci, adalah satu-satunya Pribadi yang dapat mendamaikan manusia dengan Allah. Dia telah menjadi kurban dan tebusan bagi dosa manusia. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk menyelamatkan umatnya dari dosa. Mereka juga mengatakan amal ibadah yang dilakukan manusia adalah sia-sia. Padahal ketika ada seseorang yang bertanya kepada Yesus tentang perbuatan baik yang dapat mengantarkan pada hidup yang kekal, Yesus mengatakan perbuatan baik yang dapat mengantarkan seseorang pada hidup yang kekal itu adalah menuruti perintah hukum Taurat (Matius 19:16-20). Menuruti perintah hukum Taurat adalah perbuatan baik atau amal Soleh yang dapat mengantarkan seseorang pada hidup yang kekal. Jadi perbuatan baik atau amal soleh dapat mengantarkan seseorang pada hidup yang kekal. Yesus tidak pernah mengatakan untuk memperoleh hidup yang kekal seseorang harus menerima tebusan dirinya di kayu salib. Kalau dengan perbuatan baik atau amal saleh sudah dapat memperoleh hidup yang kekal, buat apa lagi mengorbankan Yesus.  Ini bukti kalau konsep keselamatan dalam Kristen bukan berasal dari Yesus.

Fakta Isa Al-Masih Memang Wafat

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Fakta utama Isa Al-Masih haruslah wafat, agar Dia dapat menyelamatkan manusia dari ikatan belenggu dosa. Tujuan ini hanya dapat digenapi melalui kematian-Nya. Hanya dengan kematian-Nya di salib, dosa manusia dapat dibayar lunas. Walaupun umat Muslim tidak percaya Isa Al-Masih wafat, tetapi Al-Quran memberi kesaksian bahwa Dia benar wafat: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33). Injil juga memberi kesaksian yang sama, “Lalu Isa Al-Masih berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya” (Injil, Rasul Lukas 23:46). Kematian-Nya juga menggenapi nubuat dari seorang Nabi, “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya” (Kitab Nabi Besar Yesaya 53:9).

Jawaban Saya: Sikap umat Islam yang tidak percaya kematian Isa Al-Masih di kayu salib adalah berdasarkan pada nas Al-Qur’an, ayatnya; dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. (An Nisaa': 157).

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip sebuah ayat Al-Qur’an yang artinya, Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (Maryam: 33). Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa ayat tersebut menyatakan Isa Al-Masih yang telah meninggal telah dibangkitkan hidup kembali. Mereka telah berbohong. Ayat tersebut adalah doa Nabi Isa AS agar dirinya dilimpahkan kesejahteraan pada saat dilahirkan, pada saat meninggal dan pada saat dirinya dibangkitkan kelak setelah kiamat. Doa yang sama juga pernah dipanjatkan oleh Nabi Yahya AS. Nabi Isa AS memang akan meninggal, tetapi itu nanti setelah beliau turun dari langit untuk membunuh Dajjal. Nabi Isa AS memang akan bangkit, tetapi itu nanti setelah kiamat. Nabi Isa AS tidak mati dibunuh dan tidak pernah di salib, beliau diselamatkan dengan cara di angkat ke langit (An Nisaa': 157).

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Nabi Yesaya telah bernubuat tentang Yesus ratusan tahun sebelum Yesus lahir, “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya” (Kitab Nabi, Yesaya 53:9). Saya jawab: kitab Yesaya di tulis jauh sekali sebelum Yesus lahir, betul? Karena kitab Yesaya di tulis jauh sebelum Yesus lahir, maka sangat mudah bagi para penulis Injil untuk menyesuaikan kisah Yesus yang akan mereka tulis agar sesuai dengan nubuat yang ada dalam Yesaya 53:9. Para penulis Injil tahu adanya nubuat dalam Yesaya 53:9. Agar seolah penyaliban Yesus telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya ratusan tahun sebelumnya, para penulis Injil menulis kronologi penyaliban Yesus sesuai dengan nubuat Yesaya.

Isa Al-Masih dan Keselamatan

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jika Isa Al-Masih tidak wafat, maka tidak ada penebusan jiwa dari dosa. Kematian-Nya telah memberi hidup bagi manusia. Dia yang tidak berdosa telah menyerahkan diri-Nya bagi orang berdosa. Dia menjadi tebusan dan memberi hidup bagi orang berdosa. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12). Hanya mereka yang telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih yang dapat mengerti bahwa Dia datang untuk menebus jiwa manusia dari belenggu dosa.  Kematian-Nya telah memberi hidup kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa jika Isa Al-Masih tidak wafat di kayu salib maka tidak ada penebusan jiwa dari dosa. Itu ucapan Paulus di  1Korintus 15:17, bukan ucapan Yesus. Keselamatan menurut Yesus dapat diperoleh cukup dengan mengerjakan perbuatan baik atau beramal saleh dengan menjalankan hukum-hukum Taurat, seperti yang telah saya jelaskan di atas. Tidak ada konsep penebusan dosa untuk memperoleh hidup kekal. Konsep penebusan dosa dengan mengorbankan Yesus sebagai korban tebusan adalah konsep yang lahir jauh setelah Yesus di angkat ke langit. 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih"

  1. @admin :

    Lho? Materi artikel tidak sesuai dgn judul?
    Judulnya kan pandangan Quran ttg kematian Isa Al-Masih, knp yg dibahas ttg Yesus?

    Kita sdh tahu bahwa Yesus bukanlah Isa Al-Masih, begitupun sebaliknya.

    Jadi ada baiknya, admin menulis artikel sesuai dgn judul dgn pembahasan Isa Al-Masih referensi Quran.

    Admin jgn memaksakan bahwa Isa AS itu Yesus Kristus....
    Supaya fair sesuai judul...

    ReplyDelete

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.