Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Empat Alasan Kristen Menolak Al-Quran Sebagai Wahyu Allah

“Mengapa orang Kristen sulit menerima Al-Quran sebagai firman Allah. Bukankah Al-Quran adalah kitab penyempurna?” Pengunjung situs “Isa dan Islam” sering bertanya demikian. Dengan menyelidiki beberapa fakta berikut akan menolong Anda mengerti alasan Kristen menolak Al-Quran adalah wahyu Allah.

Pertama: Sifat Allah SWT Saling Kontradiksi

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Muslim percaya bahwa Allah SWT adalah Ar-Rahim/Maha Penyayang. Makna 'maha penyayang' adalah Allah yang penuh belas kasihan. Yang memberikan “pengampunan terhadap seseorang yang berlaku salah.” Sayangnya, Allah SWT yang penuh belas kasihan itu tidak mengajarkan hal yang sama kepada umat-Nya. Sebaliknya, Dia justru mengajarkan umat-Nya saling benci bahkan saling bunuh. Misalnya, membunuh orang yang tidak percaya kepada nabi Islam (Qs 2:191, 9:5), berperang melawan non-Muslim (Qs 8:65), suami berhak memukul isteri (Qs 4:34), dll. Adanya kontradiksi antara sifat Allah dengan ajaran Al-Quran, wajar bukan jika non-Muslim – khususnya Kristen – meragukan Al-Quran sebagai wahyu dari Allah?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Allah SWT mempunyai sifat yang kontradiksi. Allah SWT yang dikenal oleh umat Islam sebagai Tuhan yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim, ternyata juga memerintahkan umat Islam untuk membunuh dan memerangi orang-orang kafir (Qs 2:191, 9:5, 8:65).

Perintah perang dalam Islam dimaksudkan sebagai bentuk perlindungan atau pertahanan diri orang-orang beriman terhadap pelakuan dzalim orang-orang kafir. Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk memerangi orang-orang kafir bukan karena mereka tidak percaya kepada Nabi Muhammad SAW, bukan juga karena mereka tidak mau masuk Islam. Orang-orang beriman memerangi orang-orang kafir karena mereka selalu berbuat dzalim dan menebarkan fitnah di tengah-tengah kaum Muslimin. Justru karena Allah SWT adalah Tuhan yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim, Dia tidak membiarkan orang-orang beriman di aniaya. Jika orang-orang kafir tidak berbuat dzalim dengan memerangi orang-orang beriman atau mengusir orang-orang beriman dari negerinya, maka Allah SWT juga tidak melarang orang-orang beriman untuk berbuat baik kepada orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah SWT, Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil (Al-Mumtahanah: 8).

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An Nisaa': 34)

Pada ayat di atas, Allah mengizinkan seorang suami untuk memukul istrinya jika meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri. Tetapi pukulan tersebut adalah pukulan ringan yang tidak berbekas dan tidak menyakitkan, itu pun sebagai pilihan terakhir setelah dengan cara nasihat dan pisah ranjang tidak membuahkan hasil. Dalam hadits shahih, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian memukul isterinya, seperti ia memukul seorang budak, namun saat hari memasuki waktu senja ia pun menggaulinya." (Shahih Bukhari: 4805)

Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri tidak pernah memukul istri-istri Beliau:

Telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah berkata; "Saya tidak pernah melihat sama sekali Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam memukul pembantunya dan tidak pula isterinya. Dan, beliau tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya sama sekali kecuali ketika beliau berjihad di jalan Allah. (Musnad Ahmad: 24734)

Kafir Kristen pemuja Yesus menolak Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT karena adanya perintah untuk memerangi orang-orang kafir. Jika mereka konsisten dengan asumsi itu, harusnya mereka juga menolak Bible sebagai wahyu Allah, karena di dalamnya banyak sekali perintah-perintah perang padahal Tuhan dalam Bible dilukiskan sebagai Tuhan yang penuh kasih karunia.

Maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya. (Ulangan 13:15) 

Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai." (1Samuel 15:3) 

Majulah ke negeri Merataim, majulah menyerangnya dan menyerang penduduk Pekod! Bunuhlah dan tumpaslah mereka, demikianlah firman TUHAN, lakukanlah tepat seperti yang Kuperintahkan! (Yeremia 50:21) 

Kedua: Cerita-Cerita Dongeng Dalam Al-Quran

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran juga memuat kisah-kisah yang berasal dari cerita rakyat kuno Ibrani dan Kristen. Beberapa di antaranya cerita dari rakyat Persia. Dan sayangnya, cerita-cerita tersebut hanya dongeng, seperti Malin Kundang dan Tangkuran Perahu, yang kita kenal sejak kecil.

Pertama, cerita mengenai seluruh penduduk desa yang diubah menjadi kera karena mereka melanggar sabat dan melakukan kegiatan memancing (Qs 2:65; Qs 7:163-166). Cerita ini merupakan legenda terkenal pada masa Muhammad.

Kedua, cerita mengenai Yesus pada masa kecil membuat burung dari tanah liat, lalu menjadikannya hidup (Qs 3:45-51; Qs 5:10). Cerita ini berasal dari “Injil Thomas dan Israel.”  Injil palsu ini ditulis tahun 150 M, hampir 500 tahun sebelum kelahiran Muhammad ada. Cerita yang sama terdapat dalam versi Arab di "Gospel of Infancy" yang diakui oleh para ahli sastra sebagai injil palsu dan berasal dari Mesir. Bagaimana mungkin Al-Quran menaruh cerita rakyat lalu mengakuinya sebagai firman Allah?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa mereka menolak Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT, karena mereka menganggap adanya cerita-cerita dongeng dalam Al-Qur’an. Kisah dalam Al-Qur’an yang mereka anggap sebagai cerita-cerita dongeng adalah kisah di mana Allah SWT mengazab sebagian bangsa Israel yang melanggar hari Sabat (Qs 2:65; Qs 7:163-166). Mereka juga menganggap kisah Nabi Isa AS yang dengan izin Allah SWT menghidupkan burung dari tanah liat sebagai cerita dongeng dalam Al-Qur’an (Qs 3:45-51; Qs 5:10). Itu semua merupakan tuduhan kafir Kristen pemuja Yesus. Karena jika hal tersebut merupakan fakta dan bukan hanya tuduhan semata, tentu kafir Kristen pemuja Yesus dapat membuktikannya. Apa buktinya kalau kisah di azabnya sebagian bangsa Israel karena melanggar hari Sabat adalah cerita dongeng? Apa buktinya kalau kisah Nabi Isa AS yang dengan izin Allah SWT menghidupkan burung dari tanah liat di anggap sebagai cerita dongeng? Mana ayat Injil Thomas dan Injil Israel yang kata mereka menjadi sumber cerita dongeng dalam Al-Qur’an? Kafir Kristen pemuja Yesus hanya bisa mengatakan ayat ini dongeng, ayat itu dongeng, tanpa mampu menunjukkan buktinya.  

Kafir Kristen pemuja Yesus menolak Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT karena mereka menganggap adanya cerita-cerita dongeng dalam Al-Qur’an. Jika mereka konsisten dengan asumsi itu, harusnya mereka juga menolak Bible sebagai wahyu Allah, karena di dalamnya banyak sekali cerita-cerita dongeng. Ada banyak cerita dongeng dalam Bible, tetapi di sini saya hanya akan menyebutkan dua cerita dongeng di dalamnya.

Pertama: Dongeng Yakub Membuat Kambing Dombanya Bercoreng

Dalam kitab Kejadian 30:25-43 diceritakan bahwa suatu ketika Yakub memisahkan kambing domba milik Laban yang bercoreng-coreng dan berbelang-belang sebagai upah kerjanya. Yakub ingin agar kambing domba yang akan menjadi upah kerjanya menjadi banyak. Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan. Dahan-dahan tersebut kemudian dikupasnya hingga terlihat belang-belang. Setelah dikupas, dahan-dahan tersebut diletakkan oleh Yakub di dekat palungan, dalam tempat minum ternak. Wow, usaha Yakub berhasil, anak dari kambing domba yang berkelamin (kawin) di dekat palungan, bulunya menjadi bercoreng-coreng dan berbelang-belang dan harta Yakub menjadi semakin berlimpah. Ya, bagi orang yang hidup ribuan tahun yang lalu, usaha yang Yakub lakukan tersebut tidak ada masalah, mereka meyakini kebenarannya karena itu adalah firman Tuhan yang diilhamkan kepada para pengarangnya. Tetapi bagaimana dengan Anda yang lahir di zaman modern? Zaman yang telah sangat maju ilmu pengetahuan! Masihkah Anda meyakini bahwa kisah Yakub tersebut adalah sebagian dari firman Tuhan?

Coba Anda perhatikan, Yakub dalam kisah di atas, membuat anak kambing domba miliknya bercoreng-coreng dan berbelang-belang dengan dahan pohon yang dikupas yang diletakkannya di dalam palungan agar dilihat oleh induk kambing domba yang berkelamin. Hal itu bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern. Ilmu pengetahuan modern menyatakan bahwa sifat makhluk hidup (termasuk kambing domba milik Yakub) diturunkan dari induknya, bukan karena sesuatu yang dilihat induknya saat berkelamin. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa kisah tersebut merupakan cerita dongeng yang di reka-reka.

Kedua: Dongeng Bintang Timur Berhenti di Atas Yesus 

Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. (Matius 2:9)

Dalam periskop ayat di atas menjelaskan datangnya orang-orang Majus bertanya-tanya mencari dan yang akan menyembah Yesus. Raja Herodes yang mendengar hal itu mengumpulkan imam kepala dan ahli Taurat bangsa Israel, lalu meminta keterangan pada mereka di mana Mesias dilahirkan. Herodes diberitahukan Messias akan lahir di Betlehem di tanah Yudea. Setelah mengetahui hal tersebut, Herodes diam-diam memanggil orang-orang Majus dan bertanya dimana bintang itu tampak. Herodes menyuruh orang-orang Majus itu pergi ke Betlehem dan berpesan agar memberitahukannya setelah menemukan Mesias yang mereka cari. Setelah mendengar kata-kata Herodes, berangkatlah orang-orang Majus mencari Mesias. Mereka melihat bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka, tiba dan berhenti di atas tempat di mana anak itu berada. Dengan suka cita, masuklah mereka ke rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria ibunya, kemudian sujud menyembah.

Dari Matius 2:9 di atas ada dua hal yang mustahil bagi akal kita untuk menerimanya;

Pertama: Pergerakan benda-benda langit seperti Matahari, Bulan, dan Bintang dari arah timur ke barat sesungguhnya adalah akibat dari rotasi bumi. Jika dalam Matius dikatakan bahwa Bintang tiba dan berhenti di atas tempat Yesus berada, tentu bukanlah Bintangnya yang berhenti, tapi buminya yang berhenti berotasi, di tambah lagi dalam Matius 2:9 kita memperoleh kesan bahwa Bintang tersebut berhenti secara tiba-tiba. Apakah anda tahu apa akibatnya apabila bumi berhenti berotasi secara tiba-tiba? Sekarang bayangkan, jika sebuah benda seperti Bumi yang memiliki kecepatan rotasi 1,674.4 km/jam di ekuator berhenti secara tiba-tiba. Jika itu terjadi, maka semua benda yang tidak terikat dengan Bumi akan terus berotasi dengan kecepatan yang sama dengan sebelumnya sebagai akibat dari kekekalan momentum.

Seperti sebuah tabrakan maka ketika sebuah benda dipaksa berhenti bergerak kita yang ada di dalamnya akan merasakan akibatnya.  Bagi manusia di Bumi, akan terasa seperti gempa bumi yang sangat dasyat yang menggoncang Bumi dengan tiba-tiba. Dan karena di khatulistiwa kecepatan berputar Bumi itu 460 menit/detik, maka ketika Bumi berhenti tiba-tiba kita akan terlempar jauh meskipun tidak sampai lepas dari Bumi karena kecepatan lepas Bumi jauh lebih besar yakni 40000 km/jam. Semua yang ada di Bumi mulai terlempar ke samping dalam lintasan roket.  Bangunan akan runtuh, lautan akan meluap dalam gelombang pasang yang besar dan akan ada angin atmosfer yang sangat kencang menyapu permukaan.

Semakin jauh dari ekuator ke kutub maka kecepatan rotasi Bumi juga akan melambat. Jadi, semakin kita berada jauh dari ekuator, kecepatannya juga akan makin lambat. Dan kalau kita berada di kutub utara atau selatan maka kita hampir tidak akan merasakan akibat dari berhentinya perputaran Bumi tersebut. Jika dengan tiba-tiba rotasi bumi berhenti, saya yakin Yesus pun tidak mungkin akan selamat. Inilah bukti kisah berhentinya bintang timur di atas Yesus merupakan cerita dongeng yang di reka-reka.

Kedua: Selain menyatakan rotasi bumi berhenti secara tiba-tiba, Matius 2:9 juga menyatakan bintang hanya berhenti di atas tempat di mana Yesus berada, hal tersebut sangat mungkin terjadi jika seandainya Yesus adalah anak satu-satunya yang tinggal di Betlehem dan sekitarnya. Tapi itu mustahil, karena Herodes pernah memerintahkan membunuh anak-anak berumur dua tahun ke bawah yang tinggal di Betlehem dan sekitarnya, yang itu berarti bukan hanya Yesus yang tinggal di daerah Betlehem dan sekitarnya. Jadi bagaimana caranya orang-orang Majus dapat menentukan, bintang yang sebenarnya terletak sangat jauh dari bumi itu berhenti tepat hanya di atas Yesus dan tidak di atas anak-anak lainnya? Inilah bukti lain kisah berhentinya bintang timur di atas Yesus merupakan cerita dongeng yang di reka-reka.

Ketiga: Surah Al-Jin

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Surah Al-Jin, khususnya 72:6 yang mengajarkan bahwa manusia boleh atau dapat meminta pertolongan dan perlindungan kepada jin-jin yang soleh/Mukmin. Ayat lain menceritakan, saat Muhammad sedang sholat, dia dikerumuni oleh banyak jin-jin (Qs 72:16). Injil Allah, menegaskan bahwa iblis adalah bapa segala dusta (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:44). Dengan kata lain, jin adalah roh jahat yang tidak dapat memberi pertolongan kepada manusia. Sehingga, seyogyanya sangat wajar jika pengikut Isa menolak Surah 72 sebagai wahyu dari Allah.

Jawaban Saya: Kosakata Jin bukan berasal dari Bible dan tidak di kenal dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Kosakata Jin berasal dari Al-Qur’an dan di kenal dalam agama Islam. Oleh karenanya untuk mengetahui apa itu Jin, tidak ada pilihan lain bagi kafir Kristen pemuja Yesus kecuali mengembalikan pengertiannya kepada Al-Qur’an dan Islam. Jin dalam Al-Qur’an tidaklah sama dengan Iblis atau syaitan. Jin adalah makhluk Allah SWT yang tak kasa mata, yang berakal dan bernafsu. Jin diciptakan Allah SWT dengan beban perintah dan larangan syariat sebagaimana manusia. Oleh karena itu, ada Jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada Jin yang jahat. Ada Jin yang pintar masalah agama dan ada Jin yang bodoh. Bahkan ada Jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat. Jin yang mengerumuni Rasulullah SAW ketika beliau membaca Al-Qur’an (Qs 72:16) adalah Jin Muslim yang beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Bagaimana dengan syaitan? Untuk memahami apa itu syaitan, satu prinsip yang harus Anda pegang: Jin itu makhluk sedangkan syaitan itu sifat. Karena syaitan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri. Syaitan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya. Karena syaitan itu sifat maka kata ini bisa melekat pada diri manusia dan jin. Sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ada syaitan dari golongan jin dan manusia. Allah SWT berfirman, setelah menjelaskan sifat-sifat setan,  “(setan yang membisikkan itu) dari golongan jin dan mausia.” (QS. An-Nas: 6). Dan yang lebih mengerikan, Karakter Syaitan Dalam Al-Qur'an ternyata cocok sekali dengan karakter misionaris Kristen.

Siapakah iblis? Iblis adalah nama salah satu jin yang menjadi gembongnya para pembangkang. Dalil bahwa iblis dari golongan jin adalah firman Allah SWT, “Ingatlah ketika Kami berkata kepada para maialakt, ‘Sujudlah kallian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah Allah.” (QS. Al-Kahfi: 50).

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Al-Qur’an (Qs. 72:6) mengajarkan manusia boleh meminta pertolongan dan perlindungan dari jin-jin soleh/mukmin. Itu tuduhan palsu kafir Kristen pemuja Yesus. Al-Qur’an surah Al-Jin ayat 6 tidak pernah membolehkan manusia meminta pertolongan kepada jin. Ayat tersebut justru dengan sangat tegas menyatakan permintaan perlindungan manusia kepada jin hanya akan menambah dosa dan kesalahan. Perhatikan Allah SWT berfirman berikut, Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6).     

Keempat: Petunjuk dan Cahaya Allah Terdapat di Injil dan Taurat

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan ’Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46). Menurut Qs 5:46, petunjuk dan cahaya Allah terdapat dalam Injil dan Taurat. Bukan dalam kitab-kitab lain. Jika demikian, apakah pengikut Isa masih perlu mencari petunjuk dan cahaya Allah dari kitab lain, apalagi kitab yang memuat dongeng-dongeng?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip terjemahan Al-Qur’an, tetapi sayang mereka tidak mau memahaminya. Padahal sudah sangat jelas ayat yang di kutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus di atas dinyatakan, Dan Kami telah memberikan kepadanya (kepada ‘Isa) Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)... (Qs 5:46). Bukankah sudah sangat jelas dikatakan bahwa Injil yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya itu adalah Injil yang diberikan kepada ‘Isa Al-Masih? Kitab yang dinamai Injil oleh kafir Kristen pemuja Yesus bukanlah Injil yang dimaksud oleh ayat di atas, karena Injil yang dipercaya oleh kafir Kristen pemuja Yesus bukanlah kitab yang diturunkan kepada ‘Isa Al-Masih. Injil yang dipercaya oleh kafir Kristen pemuja Yesus sekarang ini adalah tulisan tangan orang-orang tidak dikenal, yang ditulis jauh setelah Isa Al-Masih di angkat ke langit. Taurat yang dimaksud oleh Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa AS, tidak termasuk kitab-kitab lainnya seperti yang ada dalam Perjanjian Lama sekarang.  

Isa Al-Masih Terang (Cahaya) Hidup

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Suatu hari ketika Isa Al-Masih berbicara kepada para pengikut-Nya, Ia menyatakan kepada mereka siapakah Ia, dengan berkata. "Akulah terang dunia; barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12). Al-Quran dengan tegas berkata bahwa dalam Injil dan Taurat terdapat “Cahaya” dari Allah. Dan Isa berkata “Akulah terang dunia”! Mungkinkah Surah 5:46 merujuk kepada Isa Al-Masih?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus adalah terang dunia. Mereka hanya membaca satu ayat kemudian merasa seolah berjalan dalam terang. Padahal kalau mereka lebih teliti dalam membaca, niscaya mereka tidak akan berlama-lama dalam kesesatan. Yesus memang menyatakan bahwa dirinya adalah terang dunia, tetapi pertanyaannya, sampai kapan Yesus menjadi terang dunia? Kafir Kristen pemuja Yesus tidak perlu membolak-balik setiap lembar Bibel dan memeriksa satu demi satu ayatnya hanya untuk menemukan jawabannya. Umat Kristen cukup melanjutkan membaca Injil Yohanes di atas dan pada pasal 9 ayat ke 5 mereka menemukan ayat;    

“Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” (Yohanes 9:5)

Ayat di atas begitu singkat namun padat. Memberikan pemahaman pada siapa pun yang membacanya, bahwa Yesus akan memberi terang atau dapat memberi terang kepada orang yang mengikutinya, hanya jikalau Yesus berada di dunia. Karena Yesus hanya menjadi terang tatkala dirinya berada di dunia, maka sangat terlambat apabila ada seorang manusia di zaman sekarang ini yang masuk Kristen dengan tujuan agar mendapat terang dari Yesus. Kafir Kristen pemuja Yesus sekarang ini berada dalam kegelapan penuh karena Yesus yang mereka sembah sama sekali tidak memberi mereka terang. Apakah masih ada alasan untuk tetap kafir?!

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "Empat Alasan Kristen Menolak Al-Quran Sebagai Wahyu Allah"

  1. Sesungguhnya kristen itu tidak pernah ada dalam rencana ALLAH SWT......

    ReplyDelete
  2. Al-Quran diturunkan untuk membenarkan kitab yang diturunkan sebelumnya kitab Taurat dan Injil.coba baca AlQuran surat Al Imran ayat 3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Al-Qur'an memang membenarkan kitab-kitab yang sebelum. Tetapi selain itu, Al-Qur'an juga menjadi batu ujian terhadap kitab-kitab terdahulu. Perhatikan ayat berikut dan penjelasannya yang saya peroleh dari tafsir Ibnu Katsir;

      “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu” (Al Maa'idah: 48)

      Mengenai ayat tersebut Ibnu Juraij mengatakan, Al-Qur'an adalah kepercayaan kitab-kitab terdahulu yang sebelumnya. Dengan kata lain, apa saja isi dari kitab terdahulu yang sesuai dengan Al-Qur'an, maka itu adalah benar dan apa saja isi dari kitab-kitab terdahulu yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an, itu adalah batil.

      Delete
  3. Admin :

    “Mengapa orang Kristen sulit menerima Al-Quran sebagai firman Allah. Bukankah Al-Quran adalah kitab penyempurna?”

    TANGGAPAN :

    Alquran kitab penyempurna....??? Ah yang bener min...???

    Orang yang paling bodoh sekalipun pasti mengakui kalo Alkitab SUDAH ADA SEBELUM Alquran, kecuali orang itu sudah mengalami gangguan jiwa...

    •> MENURUT ALKITAB, yang mengangkat Musa sebagai anak adalah PUTERI FIRAUN :

    Keluaran 2:10
    Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada PUTERI FIRAUN, YANG MENGANGKATNYA MENJADI ANAKNYA, DAN MENAMAINYA MUSA, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."

    •> MENURUT QORAN, yang mengangkat Musa sebagai anak adalah ISTERI FIRAUN :

    Cerita (Al-Qaşaş):9
    Dan berkatalah ISTERI FIR'AUN: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita AMBIL IA MENJADI ANAK", sedang mereka tiada menyadari.

    Note :

    • MENURUT ALKITAB, yang mengangkat MUSA sebagai anak adalah PUTERI FIRAUN,

    • MENURUT QORAN, yang mengangkat Musa sebagai anak adalah ISTERI FIRAUN...

    Wah... Itu sih namanya bukan kitab penyempurna, melainkan kitab yang mengacobelokan kitab sebelumnya... Tul gak min...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. “Mengapa orang Kristen sulit menerima Al-Quran sebagai firman Allah. Bukankah Al-Quran adalah kitab penyempurna?”

      Kata-kata di atas bukan ucapan saya, tetapi ucapan kafir Kristen saudara kamu di situs mereka. "Al-Qur'an penyempurna kitab-kitab sebelumnya". Apa yang disempurnakan Al-Qur'an dari kitab-kitab sebelumnya? Yang disempurnakan Al-Qur'an dari kitab-kitab sebelumnya adalah HUKUM-HUKUM di dalamnya. Pahami itu! Kemudian baca postingan saya di link ini; http://kristolologi.blogspot.co.id/2015/04/inilah-yang-disempurnakan-al-quran-dari.html

      Delete
    2. Perhatikan tulisanmu min :

      BILEAM BIN BEOR27 JULY 2017 AT 10:49
      Benar. Al-Qur'an memang membenarkan kitab-kitab yang sebelum.

      Nah sekarang, dengan bukti yang sudah saya sodorkan diatas yaitu soal Putri Firaun dan isteri Firaun.

      Apakah masih logis kalo Qoranmu dapat dikatakan membenarkan kitab sebelumnya...?

      Delete
    3. Pahami dahulu apa maksud Al-Qur'an membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Jangan belum tahu maksudnya, sudah mengkaitkannya dengan putri Firaun dan istri Firaun.

      Delete
    4. “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu” (Al Maa'idah: 48)

      Al-Qur’an membenarkan kitab-kitab sebelumnya, maksudnya Al-Qur’an membenarkan bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab sebelum Al-Qur’an, seperti Zabur, Taurat dan Injil. Hal ini sama sekali tidak melazimkan Al-Qur’an membenarkan semua isi dari kitab-kitab tersebut sampai saat ini. Alasannya karena ada banyak ayat Al-Qur’an yang menyatakan isi dari kitab-kitab sebelum Al-Qur’an telah banyak di ubah oleh tangan-tangan manusia. Di antara ayat-ayatnya: An-Nisaa’: 46, Al Baqarah: 79, Al-An’am: 91, Ali Imran: 71, Al-Maidah: 13, Al-Imran: 78

      Bahkan ayat-ayat Bible yang juga menjelaskan ketidaksucian Bible dari perubahan, dengan jelas tertulis dalam Bible sendiri di antara ayatnya;

      Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak Taurat-Mu. (Mazmur 119:126)

      Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong. (Yeremia 8:8)

      selain membenarkan kitab-kitab yang diturunkannya sebelumnya, Al-Qur’an juga menjadi batu ujian terhadap kebenaran isi dari kitab-kitab tersebut. Dengan kata lain, apa saja isi dari kitab terdahulu yang sesuai dengan Al-Qur'an, maka itu adalah benar dan apa saja isi dari kitab-kitab terdahulu yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an, itu adalah batil. Jika ada perbedaan antara isi Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya, maka Al-Qur’an yang benar. Mempermasalahkan Al-Qur’an yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dengan alasan terdapat perbedaan atau pertentangan ayat-ayatnya sangatlah tidak tepat. Karena yang dibenarkan oleh Al-Qur’an adalah mengenai diturunkannya kitab-kitab sebelum Al-Qur’an, bukan membenarkan isi dari kitab-kitab tersebut yang telah menyimpang dari kebenaran.

      Delete

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.