Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Apa Pendapat Orang Islam Tentang Agama Islam dan Kristen?

Di bawah ini adalah email dari pengikut Islam di Indonesia yang melihat perbedaan antara ajaran Islam dan ajaran Kristen. Sebenarnya kami kurang senang dengan sikap keras dalam email ini, namun karena merasa isinya menjelaskan beberapa perbedaan antara Injil Isa Al-Masih dan agama Islam akhirnya kami tetap memuat email ini. Semoga pembaca menyadari bahwa kami tidak bertujuan menyakiti hati siapa pun dengan memuat email ini pada situs ini. Di bawah ini juga David Eran memberikan jawaban kepada si penulis. Sebaiknya pembaca dapat terlebih dahulu membaca email dari penulis sbb:

Pernyataan Utama:

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Yesus Kristus menurut Alkitab tidak sama dengan Isa menurut Al-Quran. Mengapa? Al-Quran diturunkan kepada Muhammad 625 tahun setelah Yesus Kristus. Al-Quran tersusun tidak sistematis, maksud sistematis adalah tulisan pada bab dan pasal-pasalnya tidak sistematis, atau saling terkait, susunan dari Nabi Pertama yang terdapat dalam Al-Quran sampai terakhir tidak sistematis, seolah-olah tulisan itu hanya kutipan belaka dari tulisan-tulisan yang ditemukan seseorang. Sedangkan Alkitab mulai dari awal penciptaan sampai akhir tulisan hari kiamat tersambung sedemikian rupa dan mudah diikuti. Al-Quran menulis nama-nama para nabi yang sama persis dengan Alkitab, misalnya dari Adam, Musa, Nuh, Ibrahim, Ishak, Yahya, dll. Mengapa Muhammad bisa menerima Al-Quran langsung dari Allah dengan tulisan ditemukannya nabi-nabi yang sama persis dengan Alkitab? Siapakah yang mengatakan Islam sudah ada sejak Adam? Sementara Yesus Kristus Lahir tahun 1 Masehi dan Muhammad lahir 625 tahun Masehi. Apakah Muhammad yang mengatakan bahwa Islam telah ada sebelum Adam?

Isa menurut Al-Quran tidak sama dengan Yesus Kristus menurut Alkitab. Hal ini harus dipisahkan secara jelas. Secara total  berbeda. Di dalam Islam tidak ada kasih, karena kasih menurut Islam berbeda dengan kasih menurut Kristen. Umat Islam mendoakan Muhammad agar dapat diterima Allah di tempat yang layak di sisi-Nya. Dalam hal ini Muhammad sangat beruntung sekali, sementara mungkin mereka yang mendoakannya justru lupa untuk mendoakan diri mereka sendiri agar dapat ditempatkan di tempat yang layak. Hal-hal di ataslah yang membuat saya (penulis) berani mengatakan bahwa Isa Al-Masih menurut Islam tidak sama dengan Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam Alkitab. Jadi saya merasa tidak perlu lagi dibahas dalam hal ini. Bahkan Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen, dalam arti Allah yang disembah Islam dan dipanggil melalui pembesar suara dengan Allahuaqbar tidak sama dengan Allah umat Kristen yang dipanggil Allah Bapa di surga. Karena itu: Isa Al-Masih menurut Islam tidak sama dengan Yesus Kristus menurut Kristen. Tidak, sama sekali lagi tidak sama. Bahkan jauh berbeda dengan perbedaan tanpa batas. Atau tidak ada kaitannya atau hubungannya sama sekali.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa pernyataan di atas adalah kiriman email dari orang yang mereka sebut sebagai pengikut Islam, namun saya sama sekali tidak percaya. Pernyataan di atas ditulis oleh orang Kristen tulen, anda dapat membaca tulisannya. Karena tidak mungkin seorang Muslim mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan kutipan-kutipan dari tulisan yang ditemukan oleh seseorang hanya karena isi Al-Qur’an tidak tersusun sistematis seperti Bible. Padahal Al-Qur’an dan Bible itu dua kitab yang sangat jauh berbeda. Anda tahu, mengapa Al-Qur’an tidak tersusun secara sistematis, sedangkan Bible tersusun secara sistematis? Bible tersusun secara sistematis karena Bible adalah kitab sejarah yang di dalamnya terdapat firman-firman Tuhan. Anda pasti pernah membaca buku sejarah, bukan? Bagaimana isi buku sejarah, tersusun secara sistematis juga, bukan? Al-Qur’an tidak tersusun secara sistematis karena Al-Qur’an adalah murni firman Allah yang diturunkan secara bertahap, bukan kitab sejarah seperti Bible. Mengapa nama-nama Nabi dalam Al-Qur’an sama dengan nama-nama Nabi dalam Bible? Itu bukti kalau Al-Qur’an bersumber dari Tuhan yang sama dengan kitab yang diterima oleh Musa. Islam adalah nama yang diberikan oleh Allah SWT untuk menyebut agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Bukan hanya agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW saja yang diberi nama Islam, agama dari Nabi-Nabi terdahulu juga diberi nama Islam oleh Allah SWT.

Kafir Kristen pemuja Yesus juga mengatakan bahwa dalam Islam tidak ada kasih, padahal Rasulullah  SAW bersabda: "Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar Rahman, berkasih sayanglah kepada siapa pun yang ada di bumi, niscaya Yang ada di langit akan mengasihi kalian” (Sunan Tirmidzi: 1847). Umat Islam tidak pernah mendoakan Nabi Muhammad SAW, Untuk apa kami mendoakan Nabi Muhammad SAW, sementara beliau sendiri sudah pasti masuk surga karena telah memperoleh rahmat Allah SWT (Shahih Bukhari: 5982) dan memperoleh ampunan-Nya (Shahih Bukhari: 6886). Allah umat Islam dengan Allah Kristen tidak sama, ya itu benar, bahkan kafir Kristen pemuja Yesus tidak pernah mempunyai Tuhan bernama Allah. Yesus tidak pernah menyebut nama Tuhannya dengan nama Allah, demikian juga murid-murid Yesus dan orang-orang Kristen di awal kekristenan. Jadi dari pada memikirkan segala daya upaya untuk menyesatkan umat Islam, bukankah lebih baik memikirkan terlebih dahulu nama Tuhan yang alkitabiah.   
  
Jawaban dari David Eran:

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Istilah "tidak sama" anda pakai tujuh kali. Pada umumnya kami setuju dengan Pernyataan Utama anda. Sudah jelas selain mempelajari agama Islam dan Al-Quran, rupanya anda juga sudah meneliti Alkitab dan ajaran agama Kristen. Kami salut atas kerajinan anda. Mudah-mudahan anda tidak tersinggung karena kami sebagai orang Kristen juga mempelajari Al-Quran dan suka membahas tentang Isa Al-Masih (yang memang dalam Injil dikenal sebagai "Yesus Kristus") yang disebut di dalam Al-Quran kurang lebih 90 kali. Kami setuju bahwa Al-Quran jauh berbeda dari Alkitab dalam hal 'tidak tersusun secara sistematis'. Setiap orang yang membaca dua kitab ini akan segera melihat perbedaan tersebut. Kami setuju juga dengan keraguan anda terhadap pernyataan bahwa Al-Quran diterima langsung dari Allah padahal isinya ada banyak bertentangan dengan wahyu Tuhan yang lebih dahulu, yaitu dengan Taurat, Zabur dan Injil.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa mereka tidak mempercayai Al-Qur’an berasal dari Allah SWT karena isinya bertentangan dengan Taurat, Zabur dan Injil. Ayat yang mana mereka tidak pernah menyebutkannya. Padahal kalau mereka mau menyebutkannya, saya mungkin akan dapat menjawabnya. Taurat dan Zabur yang ada sekarang ini, bukanlah kitab yang sama dengan Taurat dan Zabur pada saat Nabi Musa AS atau Nabi Daud AS masih hidup. Taurat dan Zabur yang ada sekarang sudah tidak original berisi firman-firman Allah SWT. Kitab-kitab tersebut telah banyak terkontaminasi dengan sejarah bangsa Israel, mitos dan legenda-legenda. Hal tersebut sudah di akui sendiri oleh sarjana Kristen. Hal yang sangat sulit dilakukan pada saat ini adalah menentukan mana yang benar-benar firman Allah dan mana yang bukan firman Allah dari Taurat dan Zabur. Perbedaan Al-Qur’an dan Taurat memang ada, tetapi itu sebatas perbedaan dalam syariat dari keduanya. Bagaimana dengan Injil? Injil yang kita kenal sekarang bukanlah firman Tuhan. Injil hanya berisi kisah-kisah perjalanan Yesus yang ditulis berdasarkan kesaksian-kesaksian entah siapa mereka. Kalau dalam Islam, Injil yang ada sekarang ini hanya setingkat Sirah Nabawiyah. Orang Kristen awal tidak pernah menganggap Injil sebagai kitab suci yang berisi firman-firman Tuhan dan mereka juga tidak pernah membacanya saat ibadah. Mereka hanya menganggap Injil sebagai cerita-cerita rakyat, tidak lebih.

Taurat, Zabur dan Injil memang kitab-kitab yang ada sebelum Al-Qur’an. Tetapi keberadaan kitab-kitab tersebut sebelum Al-Qur’an, tidak dapat dijadikan tolok ukur akan kebenaran Al-Qur’an. Penyebabnya karena kitab-kitab tersebut sudah tidak original berisi firman Allah SWT sebagaimana awal kitab-kitab tersebut diturunkan. Oleh karena itulah Allah SWT menjadikan Al-Qur’an sebagai batu ujian terhadap kitab-kitab sebelumnya. Firman Allah SWT:

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu” (Al Maa'idah: 48).

Perbedaan ajaran Islam dan Kristen

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kami tidak membantah pernyataan anda bahwa "Kasih menurut Islam berbeda dari kasih menurut Kristen." Memang berita Injil pada intinya adalah berita Kasih Allah yang dinyatakan melalui kedatangan dan kematian Isa Al-Masih. Dan Injil tidak mengenal 'jihad' sama sekali, malah sebaliknya perintah dan teladan Isa Al-Masih adalah saling mengasihi bahkan sampai musuh pun dikasihi!

Kami setuju juga akan keanehan nabi Islam minta didoakan. Sedangkan Isa Al-Masih tidak perlu didoakan. Isa Al-Masih sudah di surga (Al-Quran pun mengakui ini, lihat Sura 3:55). Ya, tepat sekali tanggapan anda bahwa "Allah yang disembah Islam tidak sama dengan Allah Kristen yang dipanggil Allah Bapa di surga." Kami kagum akan pengertian anda yang begitu dalam.

Kami setuju bahwa pada dasarnya Isa Al-Masih dalam Alkitab tidak sama dengan Isa Al-Masih menurut Al-Quran. Tetapi kami melihat dalam Al-Quran ada juga ucapan yang benar tentang Isa Al-Masih. Seperti Sura 3 ayat 45 perihal Isa Al-Masih putera Maryam seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, atau Sura 5 ayat 110 perihal Isa Al-Masih menyembuhkan orang buta dan bahkan membangkitkan orang mati dari kubur, atau Sura 19 ayat 19 bahwa Maryam akan melahirkan "seorang anak laki-laki yang suci," atau ayat 33 yang menyebutkan bukan saja kelahiran Isa Al-Masih tetapi juga tentang kematianNya dan kebangkitanNya Ia hidup kembali.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus tidak perlu di doakan, padahal Injil sendiri menyebutkan Yesus di doakan. Ayatnya ada di bawah ini:

Mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Isa Al Masih sambil berseru-seru: “Hosana! DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!” (Yohanes 12:13).

Hosana dalam kata Ibrani berarti: Berilah kiranya keselamatan, kami berdoa. Jadi Yesus juga di doakan agar dirinya selamat. Jika kita menggunakan logika kafir Kristen pemuja Yesus bahwa yang di doakan agar selamat belum pasti selamat, maka Yesus dapat dikatakan belum pasti selamat. Kalau Yesus belum pasti selamat, bagaimana mungkin dia bisa menyelamatkan manusia?

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus adalah suci (Qs 19:19), kalimat Allah yang termulia (Qs 3:45), menyembuhkan dan menghidupkan orang mati (Qs 5:110), lahir, mati dan bangkit (Qs 19:33). Saya jawab dengan singkat saja karena ini sudah sangat sering di jawab. Nabi Isa memang di sebut Al-Qur’an sebagai seorang anak yang suci, tetapi bukan hanya Nabi Isa saja yang suci, karena semua manusia lahir dalam keadaan suci (Shahih Muslim: 4804). Memang Al-Qur’an menyebut Nabi Isa terkemuka (Arab: wajiha), tetapi bukan hanya Nabi Isa saja yang mendapat sebutan “wajiha”. Nabi Musa dalam Al-Qur’an (Al-Ahzab: 69) juga memperoleh sebutan “wajiha” yang berarti terkemuka, terhormat atau dimuliakan. Memang benar Al-Qur’an menyebut Nabi Isa dapat menyembuhkan dan membangkitkan orang mati, tetapi itu dilakukannya dengan izin dan kuasa dari Allah SWT. Surah Maryam (19):33 berisikan tentang doanya Nabi Isa agar Allah SWT memberikan kepada kesejahteraan pada hari dia dilahirkan, dimatikan, dan dibangkitkan hidup kembali. Kematian yang dimaksud pada ayat ini adalah kematian Nabi Isa setelah beliau diturunkan untuk membunuh dajjal, bukan mati di salib karena Al-Qur’an telah jelas-jelas membantahnya (An Nisaa': 157). Nabi Isa juga dibangkitkan, tetapi kelak setelah kiamat bersama-sama manusia lainnnya.

Kebenaran dalam Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Bukankah meski ditulis di buku mana saja, kebenaran tetaplah kebenaran? Karena itu maaf kalau kami meragukan kalimat anda yang terakhir bahwa, "tidak ada kaitannya atau hubungannya sama sekali antara Al-Quran dan Alkitab." Memang meskipun berbeda jauh, tetapi masih ada faedahnya mempelajari titik persamaan dan mencari kebenaran yang kekal. Yang terpenting di sini, kebenaran utama tentang Isa Al-Masih ialah bahwa kedatanganNya, pengajaranNya, kematianNya (di kayu salib), kebangkitanNya, dan pengangkatanNya ke surga menjawab persoalan dosa manusia. Seperti Allah menebus "anak itu (yaitu anak Ibrahim) dengan seekor sembelihan yang besar" (yaitu seekor sembelihan yang disembelih ganti anaknya - Sura 37:102-107), demikian juga dalam cerita Injil yang jauh lebih indah, Allah mengatur ada Seorang penebus (dari dosa) yang turun dari surga dan menjadi pengganti hukuman dosa anda dan saya. Demikian Firman Allah, "Lihatlah Anak domba Allah (Isa Al-Masih), yang menghapus dosa dunia (Injil, Rasul Yohanes 1:29)" dan "Dia (Isa Al-Masih) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (Injil, 2 Korintus 5:21)."

Jawaban Saya: Tidak ada hubungan antara kurban Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (Surah 37:102-107) dengan penebusan dosa dalam Kristen, sama sekali tidak ada. Itu hanyalah cocokmologi ala kafir Kristen agar dapat menyesatkan banyak manusia. Silakan baca postingan saya Rahasia Berkah Idul Adha dan bagaimana mungkin Yesus dapat menghapus dosa dunia, sementara Yesus Bukan Tebusan Yang Sempurna?    

Penutup:

Di sini kafir Kristen pemuja Yesus memberi jawaban, yang tentu saja semuanya disetujui oleh mereka, karena yang menulis adalah saudara mereka sendiri. Berdusta dengan tujuan untuk membuat kemuliaan Tuhan semakin melimpah bukan merupakan dosa dalam Kristen. Paulus sendiri yang mengajarkannya,  Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? (Roma 3:7). Jadi sangat tidak heran kalau dusta telah menjadi adab wajib misionaris Kristen dalam menyesatkan manusia. Tanpa dusta dan kebohongan, ajaran Kristen tidak akan dapat menyebar ke seluruh dunia. Sama seperti dusta dan kebohongan Iblis kepada Adam dan Hawa. Tanpa dusta dan kebohongan Iblis, Adam dan Hawa tidak akan mungkin dapat disesatkan. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Apa Pendapat Orang Islam Tentang Agama Islam dan Kristen?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.