Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Kekekalan Al-Quran Meneguhkan Ajaran Allah Tritunggal?

Berbagai mazhab Islam berbeda pendapat soal kekekalan Al-Quran. Sebagian percaya bahwa Al-Quran kekal, namun sebagian menolaknya. Bahkan sebagian pengikut mazhab Mu’tazilah (abad 8-10), walau Mukmin setia, tewas karena kepercayaannya akan penciptaan Al-Quran. Penyelidikan kekekalan Al-Quran akan menolong para Mukmin mengerti konsep Trinitas Kristen.

Al-Quran – Diciptakan atau Kekal?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Umumnya Muslim Sunni berpandangan bahwa Al-Quran kekal. Tidak diciptakan dan tidak mempunyai permulaan. Imam al-Ghazzali berkata, Al-Quran, “Tidak diciptakan, tanpa permulaan dan berada dalam dzat Allah” (Qawa’id al-‘Aqa’id). Namun semua mengakui Al-Quran bukan Allah atau satu dengan Allah. Al-Quran mempunyai eksistensi (keberadaan) terpisah dari Allah. Jadi, bila Allah tidak menciptakan Al-Quran, berarti ada dua yang kekal: Allah dan Al-Quran. Sebaliknya, jika Allah menciptakan Al-Quran, berarti Al-Quran tidak kekal. Sehingga tidak berbeda dari ciptaan lainnya. Walau menurut orang Islam, Al-Quran firman-Nya. Menurut mazhab Mu’tazilah, ini masuk akal karena Allah mesti mendahului firman-Nya. Kami yakin pemikir-pemikir Islam mempunyai jawaban untuk dilema ini. Namun semua jawaban berabad-abad belum dapat menghilangkan masalah dua yang kekal ini.

Jawaban Saya: Dalam tulisan saya yang lain (baca di sini) telah saya jelaskan, bahwa permasalahan antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan Mu’tazilah dalam hal Al-Qur’an adalah masalah Al-Qur’an itu kalamullah (bukan makhluk) atau makhluk, bukan masalah kekal atau tidak kekalnya Al-Qur’an. Ahlus Sunnah wal Jama’ah berpendapat Al-Qur’an adalah Kalamullah bukan makhluk, sedangkan Mu’tazilah  berpendapat Al-Qur’an adalah Makhluk. Saya tidak akan memberikan penjelasan panjang lebar tentang permasalahan ini. Di sini saya hanya menjelaskan sekali lagi ketidakpahaman kafir Kristen pemuja Yesus tentang persoalan ini. Allah dan Rasul-Nya tidak pernah menyebut Al-Qur’an sebagai sesuatu yang kekal, para ulama juga tidak pernah membahasnya. Jikalau pun Al-Qur’an itu kekal, kekekalan tersebut atas kehendak Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana kekalnya surga dan neraka beserta penghuninya yang kekal juga atas kehendak Allah subhanahu wa ta’ala. Itu artinya tidak ada yang benar-benar kekal selain dari pada Allah subhanahu wa ta’ala.

Dwi-Tunggal Islam dan Tri-Tunggal Kristen

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Perhatikanlah ayat berikut: “. . . Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya. . . .” (Qs 4:171). Menurut Injil (Yohanes 1:1) dan Qs 4:171 Isa adalah Kalimat Allah. Siapakah “Kalimat-Nya” dan siapakah “Roh dari-Nya”? Apakah Allah menciptakan mereka atau tidak? Kalimat-Nya harus sama kekal dengan Allah, bukan? Roh-Nya mesti sama kekal dengan Allah, bukan? Mustahil Allah menciptakan Kalimat-Nya dan Roh-Nya! Namun Mereka dua pribadi yang terdiri sendiri. Agama Islam mengajarkan, baik Allah maupun Al-Quran kekal, tidak berpermulaan. Jadi ada dua yang kekal walau Allah Maha Esa! Bukankah istilah Dwi-Tunggal menjelaskan aqidah ini?  Paling sedikit, ini satu misteri! Kitab Allah mengajarkan ada tiga yang kekal, tidak berpermulaan: Allah, Kalimat Allah dan Roh Allah. Namun Allah tetap Maha Esa. Bukankah istilah Tri-Tunggal menjelaskan aqidah ini?

Jawaban Saya: Al-Qur’an surah An-Nisa: 171 berisi peringatan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap ahli kitab termasuk kafir Kristen untuk tidak berlebihan-lebihan dalam beragama. Itulah sebabnya kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayatnya dengan sepotong-sepotong untuk menyembunyikan kebenaran.

Wahai Ahli Kitab, janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan janganlah kalian mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kalian mengatakan, "(Tuhan itu) tiga," berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagi kalian. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara. (An-Nisa: 171).

Allah subhanahu wa ta’ala melarang Ahli Kitab bersikap melampaui batas dan menyanjung secara berlebihan. Hal ini dilakukan oleh orang-orang kafir Kristen pemuja Yesus karena mereka melampaui batas sehubungan dengan Isa Al-Masih. Mereka mengangkatnya di atas kedudukan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya, lalu memindahkannya dari tingkat kenabian sampai menjadikannya sebagai tuhan selain Allah yang mereka sembah sebagaimana mereka menyembah Dia.

Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan­Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. (An-Nisa: 171)

Sesungguhnya Isa Al-Masih itu hanyalah seorang hamba Allah subhanahu wa ta’ala dan makhluk yang diciptakan-Nya. Allah berfirman kepadanya, "Jadilah kamu," maka jadilah dia. Isa Al-Masih hanyalah utusan-Nya dan kalimat-Nya yang Allah sampaikan kepada Maryam. Dengan kata lain, Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan Isa melalui kalimat perintah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada Maryam. Lalu Malaikat Jibril meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuh Maryam dengan seizin Allah subhanahu wa ta’ala. Maka jadilah Isa dengan seizin Allah. Itulah makna yang benar perihal ayat yang di kutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Jadi teramat salah apabila kafir Kristen menyamakan kalimat Allah dan roh Allah pada ayat tersebut sama dengan firman dan roh kudus menurut keyakinan sesat mereka. Al-Qur’an saya sekali tidak meneguhkan ajaran Tri-tunggal yang sesat.

Jauhkanlah Diri dari Dosa Syirik

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Tidak ada orang Kristen atau Islam yang mau melakukan dosa syirik (menyamakan atau menyekutukan sesuatu dengan Allah). Lagi Kristen tidak menyembah kemanusiaan Isa Al-Masih, tetapi keilahian-Nya sebagai Kalimat Allah. Islam dan Kristen juga berusaha memahami semua konsep Ilahi secara rasional. Namun kita, pengikut agama monoteisme mesti ingat bahwa pikiran kita mustahil memahami Allah dalam segala keagungan-Nya. Jadi orang Kristen mengakui, mustahil menjelaskan ke-Tri-tunggal-an Allah hingga memuaskan pikiran manusia. Juga orang Islam sadar bahwa sulit merukunkan (mendamaikan) dilema yang terdapat dalam kekekalan Allah dan kekekalan Al-Quran.

Jawaban Saya: Tidak ada orang Kristen yang mau melakukan dosa syirik, bohong kalau ada orang kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan demikian. Kafir Kristen pemuja Yesus benar-benar telah berbuat syirik dengan menjadikan Tuhan memiliki sekutu yang sehakikat dengan diri-Nya, Yesus dan Roh Kudus. Yesus hanya manusia biasa yang tidak mempunyai keilahian. Hanya orang kafir saja yang menganggap Yesus mempunyai keilahian dan memujanya. Jika Yesus memiliki keilahian, maka tidak ada halangan bagi dirinya untuk menyatakannya dengan kalimat dan kata-kata yang jelas dan tegas. Keilahian Yesus diperoleh dari kesimpulan atas asumsi-asumsi sesat kafir Kristen pemuja Yesus dari membaca Injil-Injil palsu yang ditulis oleh orang-orang yang tidak jelas.

Allah Menyatakan Kasih-Nya Melalui Kalimat-Nya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Walau orang Kristen sulit memahami Trinitas, mereka bersyukur atas kasih Allah Tri-tunggal. Kalimat Allah yang kekal masuk ke dalam dunia. Dalam diri Isa Al-Masih Ia hidup sebagai teladan, manusia sempurna. Akhirnya Ia mati tersalib guna menanggung dosa kita. Dialah Juru selamat dunia. Ia menyelamatkan setiap insan yang datang kepada-Nya.

Jawaban Saya: Saya pernah mendengar dari kafir Kristen pemuja Yesus bahwa Yesus mati untuk menjadi tebusan bagi semua manusia, bukan hanya untuk “orang percaya” saja. Jika itu benar, untuk apa lagi kafir Kristen pemuja Yesus terus-terusan berusaha menjadikan semua manusia agar menjadi pemuja Yesus? Jika kafir Kristen pemuja Yesus percaya bahwa Yesus menebus dosa manusia, berarti semua manusia telah terselamatkan, bukan?! 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kekekalan Al-Quran Meneguhkan Ajaran Allah Tritunggal?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.