Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Benarkah Ibrahim Membangun Ka’bah?

Umat Islam percaya bahwa Ibrahim membangun Kabah di Mekah. Al-Quran menuliskan, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail . . .” (Qs 2:127). Benarkah itu? Agar iman kita tidak hanya sekedar asumsi, marilah memahami bukti-buktinya.

Hebron Dan Mekah Berjarak Sekitar 1400km

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kitab Taurat yang ditulis 2000 tahun lebih dulu dari Al-Quran, menegaskan bahwa Ibrahim tidak pernah bepergian ke Arab. Allah memerintahkannya pergi dari negerinya, Ur Kasdim (di Irak) menuju ke tanah Kanaan (di Israel/Palestina).Ia tinggal di kota Bersyeba hingga wafat. Lalu dia dikuburkan di gua Makhpela di kota Hebron (di Israel/Palestina). Jarak kota Hebron dengan Mekah sekitar 1400km, (Taurat, Kitab Kejadian 22). Ismail pun tidak pernah pergi ke tanah Arab. Kitab Allah menyaksikan, bahwa setelah Ibrahim mengusirnya, “Maka pergilah Hagar mengembara di Bersyeba” (Taurat, Kitab Kejadian 21:14). Lalu “. . . tinggallah ia [Ismail] di padang gurun Paran [timur Mesir], dan ibunya mengambil seorang istri baginya dari tanah Mesir”(Taurat, Kitab Kejadian 21:21).

Jawaban Saya: Al-Qur’an yang menyatakan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan Nabi Ismail ‘Alaihissalam membangun Ka’bah atas perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dipermasalahkan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Mereka menganggap keterangan ayat-ayat Al-Qur’an tentang pembangunan Ka’bah oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan Nabi Ismail ‘Alaihissalam adalah salah karena Bible yang ada 2000 tahun sebelum Al-Qur’an tidak pernah menceritakan Abraham dan Ismail pergi ke Arab. Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap salah keterangan Al-Qur’an hanya karena tidak sesuai dengan yang ada dalam Bible, sementara jika ada kesesuaian antara Al-Qur’an dan Bible mereka selalu mengatakan Al-Qur’an menjiplak Bible.

Bible memang sudah ada lebih dahulu dibandingkan dengan Al-Qur’an, namun hal itu bukanlah alasan untuk lebih membenarkan keterangan Bible dari pada Al-Qur’an. Karena Bible walaupun dipercaya sebagai kitab suci yang berisi firman-firman Allah, akan tetapi Bible bukanlah kitab wahyu yang diturunkan langsung dari surga, bukan pula kitab yang murni seratus persen dari surga tanpa campur tangan manusia; tanpa cacat, tanpa kekurangan dan tanpa kelemahan sekecil apapun. Isi, pesan, makna, bahasa dan ungkapan redaksional kitab ini dianggap tidak harus sempurna sampai ke titik dan komanya. Kondisi Bible yang demikian telah diakui sendiri oleh orang-orang kafir Kristen. Sedangkan Al-Qur’an adalah kitab wahyu yang diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melalui malaikat Jibril, kitab yang murni seratus persen dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa campur tangan manusia; tanpa cacat, tanpa kekurangan dan kelemahan sekecil apapun.

Jadi siapa pun orang yang waras akalnya, jika di minta memilih tentu akan lebih memilih keterangan yang ada dalam Al-Qur’an karena Al-Qur’an adalah kitab wahyu yang diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melalui malaikat Jibril, kitab yang murni seratus persen dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa campur tangan manusia; tanpa cacat, tanpa kekurangan dan kelemahan sekecil apapun.    

Ibrahim Dan Mekah Berjarak Lebih Dari 2500 Tahun

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ibrahim dan Ismail hidup sekitar 2000 – 1900SM/Sebelum Masehi. (Perhitungan tahun sebelum Masehi itu mundur, dari yang besar ke yang kecil.) Sedangkan pembangunan kota Mekah setelah tahun 400 Masehi. Sejarah membuktikan bahwa suku Khuzaa’h dari Yaman yang membangun kota Mekah setelah abad ke-4 M. Abu Karb Asa’d adalah pembangun pertama Kabah, saat berkuasa di Yaman pada tahun 410-435 M. Kedua Rukun, yakni batu keramat di Kabah, berasal dari Yaman. Batu Hitam pertama kali muncul di Mekah di jaman kakek Muhammad, yakni sekitar 495-520 M. Jadi jarak waktu keduanya lebih dari 2500 tahun. Singkatnya, pada waktu Ibrahim hidup, kota Mekah belum ada. Mustahil bukan Ibrahim pergi ke sana?

Jawaban Saya: Mungkin benar pembangunan kota Mekkah baru terjadi setelah 400 Masehi, tetapi itu bukan sesuatu yang dapat dijadikan bukti bahwa Ka’bah juga baru ada setelah tahun 400 Masehi. Ka’bah sudah ada jauh sebelum Mekkah dibangun menjadi sebuah kota yang berpenduduk. Bahkan Ka’bah telah ada jauh sebelum Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan putranya Nabi Ismail ‘Alaihissalam diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memugar bangunan Ka’bah. Dalilnya sangat jelas terbaca dalam Al-Qur’an dan Hadits Shahih berikut ini:

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Ibrahim: 37). Pada ayat ini Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam menyatakan dalam doanya bahwa dia telah menempatkan sebagian keluarganya, yaitu istri beliau yang bernama Hajar dan anaknya Ismail yang masih kecil di sebuah lembah dekat rumah Allah (Ka’bah). Jadi Ka’bah sebagai rumah Allah atau Baitullah pada saat itu telah ada sebelum Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan Nabi Ismail ‘Alaihissalam memugarnya.

Dalam sebuah hadis sahih dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma beliau berkata; "Wanita pertama yang menggunakan ikat pinggang adalah ibu Nabi Isma'il 'Alaihissalam. Dia menggunakannya untuk menghilangkan jejak dari Sarah kemudian Ibrahim 'Alaihissalam membawanya berserta anaknya Isma'il yang saat itu ibunya masih menyusuinya hingga Ibrahim 'Alaihissalam menempatkan keduanya dekat Baitullah (Ka'bah) pada sebuah gubuk di atas zamzam di ujung al-masjidil Haram. Waktu itu di Makkah tidak ada seorang pun yang tinggal di sana dan tidak ada pula air. Ibrahim menempatkan keduanya di sana dan meninggalkan semacam karung berisi kurma dan kantung/geriba berisi air. Kemudian Ibrahim pergi untuk meninggalkan keduanya...(Shahih Bukhari: 3113).

Jadi Ka’bah bukan di bangun oleh Abu Karb Asa’d di abad 4 Masehi, kalaupun Abu Karb Asa’d membangun Ka’bah itu bukanlah awal mula pembangunan Ka’bah, akan tetapi hanya pemugaran. Hajar Aswat dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus berasal dari Yaman yang muncul pertama kali sekitar tahun 495-520 M, ini tidak benar. Tidak ada satu pun riwayat sahih yang menyebutkannya. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa pada waktu Ibrahim hidup, kota Mekah belum ada jadi mustahil bukan Ibrahim pergi ke sana. Alasan ini hanya dibuat-buat, karena tidak ada hubungan antara kota Mekkah yang belum ada dengan kemustahilan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam pergi ke sana. Al-Qur’an menyebutkan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam menempatkan istri dan anaknya Ismail di sebuah lembah dekat Baitullah Ka’bah, Al-Qur’an sama sekali tidak menyebutkan nama Mekkah.

Bagaimanakah Pendapat Ahli Islam?

Kafir Kristen pemuja Yesus berkata: Beberapa ahli Islam menolak asumsi bahwa Ibrahim dan Ismail membangun Kabah. Taha Hussein, misalnya, berkata, “Kasus masalah ini sudah sangat jelas karena Kabah adalah bangunan baru yang dibangun sebelum munculnya Islam. Islam memanfaatkannya untuk alasan-alasan agama.”

W. Aliyudin Shareef, menuliskan“Pada masa sebelum Islam, Ismail tidak pernah disebutkan sebagai bapa bangsa Arab.” Kalau Ismail tidak diakui sebagai nenek moyang bangsa Arab, berarti dia tidak membuat Kabah. Jadi Ibrahim, Ismail ataupun Ishak tidak membangun Kabah. Ibrahim hanya membangun iman kepada Allah yang sejati dan Kalimat-Nya.

Jawaban Saya: Taha Hussein dan W. Aliyudin Shareef, siapa mereka? Jika mereka dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai ahli Islam harusnya dikenal sangat baik oleh umat Islam, bukan? Tetapi kenapa saya baru tahu namanya hari ini?! Dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus bahwa Taha Hussein mengatakan Ka’bah adalah bangunan baru, padahal dalam Al-Qur’an telah menyatakan Nabi Ibrahim ‘Aliahissalam dan Nabi Ismail ‘Alaihissalam membangun Ka’bah (Al-Baqarah: 127). Taha Hussein yang disebut sebagai ahli Islam tetapi kenapa pendapat dia terlihat jelas menyelisihi Al-Qur’an?

Dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus bahwa W. Aliyudin Shareef mengatakan Nabi Ismail ‘Alaihissalam tidak membangun Ka’bah karena tidak dianggap sebagai nenek moyang bangsa Arab. Perkataan W. Aliyudin Shareef ini juga menyelisihi ayat Al-Qur’an yang dengan sangat gamblang menyebutkan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan Nabi Ismail ‘Alaihissalam membangun Ka’bah (Al-Baqarah: 127). Bagaimana mungkin seorang yang disebut sebagai seorang pakar Islam justru pendapatnya menyelisihi ayat Al-Qur’an?

Kafir Kristen pemuja Yesus memang sering sekali mengutip pendapat orang-orang tidak jelas yang mereka lebeli sebagai ahli Islam. Mereka boleh jadi adalah orang-orang Islam yang berpandangan liberal. Orang-orang liberal selama ini memang dikenal oleh umat Islam sebagai duri dalam Islam. Keberadaan mereka hanya membawa fitnah bagi umat Islam. Mereka berkata hanya menurut pandangan nafsu dan akal semata, bukan menurut Al-Qur’an dan sunah. Dasar hukum dalam Islam adalah Al-Qur’an dan sunah, bukan perkataan orang-orang yang tidak jelas seperti mereka. Perkataan mereka tidak akan pernah digubris oleh umat Islam.  

Apakah Harapan Utama Nabi Ibrahim?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kitab Taurat menyaksikan bahwa Ibrahim menaati Allah sejati. Ia berharap pada kedatangan Isa Al-Masih. Isa pernah berkata, “Bapakmu, Nabi Ibrahim, gembira karena ia akan melihat hari-Ku. Ia bahkan telah melihatnya dan merasa gembira" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:56). Jadi, untuk meneladani iman Ibrahim, kita harus beriman kepada Kalimat Allah, yakni, Isa Al-Masih. 

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Ibrahim berhadap pada kedatangan Yesus (Yohanes 8:56). Ibrahim berharap pada kedatangan Isa Al-Masih, tetapi Isa Al-Masih berharap akan kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (Ash Shaff: 6). Isa Al-Masih juga akan beriman dan mengikuti syariat agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “...Kemudian, datanglah Isa bin Maryam 'Alaihima Salam dari arah barat seraya membenarkan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan mengikuti agamanya. Lalu Isa membunuh Dajjal. Maka saat itulah hari Kiamat akan tiba.” (Musnad Ahmad: 19292).

Subscribe to receive free email updates:

19 Responses to "Benarkah Ibrahim Membangun Ka’bah?"

  1. sejak kapan ka'bah yg bangun itu ibrahim ?

    https://kristolog.com/2016/03/10/kabah-mekah-nabi-ibrahim-as-dan-nabi-ismail-as-12/

    https://kristolog.com/2016/03/13/kabah-mekah-nabi-ibrahim-as-dan-nabi-ismail-as-22-selesai/

    ReplyDelete
  2. Kalau Kabah sudah ada bahkan sebelum Bait Allah di Yerusalem, kenapa kiblat pemuja muhammad mula-mulanya justru ke Yerusalem, bukan ke Mekah. Apa Tuhan lupa ya. Alasan pindah kiblat dari Yerusalem ke Mekah cuma alasan yang dicari-cari, bukan alasan hakiki. Sebab hakikinya berdasarkan kronologinya, seharusnya pemuja muhammad langsung berkiblat ke Mekah bukan ke Yerusalem dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ka'bah telah ada sebelum Nabi Ibrahim AS, penjelasannya dapat dibaca dalam postingan saya di atas. Kalau begitu mengapa Allah SWT memerintahkan berkiblat ke baitullah yang ada di Yerusalem bukan berkiblat ke baitullah yang ada di Mekkah? Jawaban dari pertanyaan ini saya tidak tahu, karena Allah SWT tidak pernah menjelaskan maksud-Nya. Berkiblat ke Yerusalem atau berkiblat ke Mekkah adalah kemauan Allah SWT. Kewajiban umat Islam hanya mendengar dan taat kepada perintah Allah SWT, bukan mempertanyakan perintah-Nya.

      Delete
    2. "Mungkin benar" pembangunan kota Mekkah baru terjadi setelah 400 Masehi,

      "tetapi itu bukan sesuatu yang dapat dijadikan bukti" bahwa Ka’bah juga baru ada setelah tahun 400 Masehi.

      Tulisan ini tulisan anda sendiri, sebentar anda setuju, sebentar anda sendiri yang membantah.

      Sebaiknya tentuin dulu menyanggah nya pake cara apa, pake acuan sejarah apa acuan kitab suci. Kalo pertanyaannya acuannya sejarah trus anda balikin lagi menjawab pake kitab suci ya gak imbang.

      Delete
    3. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan pembangunan kota Mekah setelah tahun 400 Masehi. Saya tidak pernah mengatakan setuju, saya hanya mengatakan "mungkin" benar. "Kalau" pun benar Mekkah baru di bangun setelah 400 tahun, itu sama sekali bukan indikasi Ka'bah juga di bangun setelah tahun tersebut, itu maksud jawaban saya. Karena Qs. Ibrahim: 37 menyebutkan bahwa Ka’bah telah ada jauh sebelum Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan putranya Nabi Ismail ‘Alaihissalam diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memugar bangunan Ka’bah.

      Delete
    4. Kalau ka'bah sdh ada sebelum Nabi Ibrahim, berarti bangsa arab bukan ketuturan Ismail, bahkan Nabi Muhammad juga bisa bukan keturunan Ismail. Jadi..???

      Delete
    5. Ka'bah yang ada sebelum Nabi Ibrahim sama sekali tidak ada hubungannya dengan keturunan Nabi Ismail.

      Delete
  3. Abraham ke Mekah dan membangun kaabah itu hanya BUALAN Muhammad saja...

    Menurut hadis Bukhari No. 3113 (silahkan cek dan baca sendiri, karena terlalu panjang untuk dicopas), Abraham melakukan tour sebanyak 4 kali bolak balik dari Israel ke Mekah :

    1. Abraham mengantarkan Hagar dan Ismael yang masih bayi dari Israel ke Mekah, kemudian dia balik lagi ke Israel.

    2. Abraham kembali ke Mekah untuk yang ke 2 kalinya tanpa bertemu Ismael tapi bertemu dengan Isteri pertama Ismael doang, dan memberi pesan untuk menceraikan isteri pertamanya itu, kemudian Abraham balik lagi ke Israel.

    3. Abraham kembali ke Mekah untuk yang ke 3 kalinya tanpa bertemu Ismael tapi hanya bertemu dengan isteri kedua Ismael, kemudian balik lagi ke Israel

    4. Abraham kembali ke Mekah untuk yang ke 4 kalinya dan akhirnya bertemu dengan Ismael untuk membangun kaabah.

    Hadis Bukhari No. 3113 itu mempunyai banyak kejanggalan...

    Nanya :

    1. Bagaimana mungkin nabimu bisa tahu kisah Abraham ini..? Mengingat nabimu baru nonghol di bumi ini pada abad ke 7, sedangkan Abraham hidup pada 2000 SM..

    2. Apakah mungkin Abraham yang berumur 100 tahun lebih itu bisa melakukan TOUR SENDIRIAN sebanyak 4 kali bolak balik dari Israel ke Mekah yang berjarak 1400 KM...?? Mengingat pada saat itu belom ada pesawat terbang...

    3. Kenapa Abraham hanya bertemu dengan isteri Ismael doang tanpa bertemu dengan anak kandungnya sendiri..?? Mengingat Abraham telah melakukan perjalanan yang sangat jauuh sekali... 1400 KM...

    4. Apakah isteri sah Abraham, Sara, itu tidak mempertanyakan dan mencegah kepergian Abraham..?? Mengingat Sara sakit hati kepada Hagar karena Hagar telah merendahkan Sara...

    5. Dimanakah TEMPAT Abraham akan mengorbankan anaknya, Ismael..?? Di Mekah atau di bukit Moria, Yerusalem...??

    Silahkan matikan akal sehatmu, kemudian jawab dengan akal rusakmu dan silahkan ngarang dengan sesuka hatimu... Ha.ha.ha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu mengatakan keterangan dalam hadits tersebut janggal, hanya karena tidak masuk akal. Kalau akal yang kamu jadikan standard, maka banyak ayat-ayat Bible yang dapat disebut bualan para penulisnya. Misalnya saja; Yesus di gondol Iblis ke puncak gunung yang sangat tinggi dan diperlihatkan semua kerajaan dunia (Matius 4:8). Apakah menurut kamu, semua kerajaan dunia memang dapat dilihat dari atas gunung yang sangat tinggi? Apakah itu masuk akal? Tentu Tidak!

      Contoh lainnya; Dalam kitab Kejadian 30:25-43 diceritakan bahwa suatu ketika Yakub memisahkan kambing domba milik Laban yang bercoreng-coreng dan berbelang-belang sebagai upah kerjanya. Yakub ingin agar kambing domba yang akan menjadi upah kerjanya menjadi banyak. Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan. Dahan-dahan tersebut kemudian dikupasnya hingga terlihat belang-belang. Setelah dikupas, dahan-dahan tersebut diletakkan oleh Yakub di dekat palungan, dalam tempat minum ternak. Wow, usaha Yakub berhasil, anak dari kambing domba yang berkelamin (kawin) di dekat palungan, bulunya menjadi bercoreng-coreng dan berbelang-belang dan harta Yakub menjadi semakin berlimpah. Apakah menurut kamu, bulu anak kambing domba dapat memiliki warna seperti yang dilihat oleh induknya? Apakah itu masuk akal? Tentu saja tidak!

      Saya jawab;

      1. Jawabannya sama jika saya bertanya; Bagaimana mungkin Musa bisa tahu kisah penciptaan langit dan bumi dalam kitab kejadian? Mengingat Musa baru nongol ratusan ribu tahun setelahnya!

      2. Menyamakan fisik orang yang hidup ribuan tahun yang lalu dengan fisik orang yang hidup sekarang, seperti yang kamu lakukan adalah bukti rusaknya akalmu. Coba baca Kejadian 18:2, di umur berapa Abraham dapat berlari-lari?

      3. Hadits memang menceritakan demikian. Bisa karena Hajar meninggal atau memang Rasulullah SAW memang sengaja untuk tidak menceritakannya. Ingat, Al-Qur'an dan Hadits Nabi itu bukan buku novel yang kisahnya ditulis urut runtut seperti para pengarang Injil menulis Injil karangannya.

      4. Al-Qur'an dan Hadits mana yang menyebutkan Sarah sakit hati kepada Hajar?

      5. Tidak disebutkan secara eksplisit. Bisa di Mekkah atau daerah sekitarnya tidak jauh dari Mekkah. Tapi jelas tidak mungkin sampai harus jauh-jauh pergi ke Yerusalem.

      Delete
    2. Jawaban anda agak keluar topik, tapi saya mau jawab pertanyaan anda di paragraf pertama, kedua, dan no 1-5

      Untuk paragraf pertama tentang Matius 1:8, pertanyaan sederhana banget. dipikir simpel juga ga jangga. iblis aja bisa mencobai orang sedunia, yaelah apalagi klo cuma 1 orang dan nunjukin seluruh dunia mah gampang aja bagi iblis. jadi apakah aya tersebut janggal?

      Untuk pertanyaan di paragraf kedua. Yang anda bahas kurang lengkap karena jawabannya ada di pasal 31. yang dilakukan Yakub itu perintah Allah. Jadi mau kambing sama dombanya mau jadi warna apa aja ya terserah Tuhan. tapi karena kelihatannya anda ga setuju sama Alkitab, saya bahas simpel. anda tau kambing hibrida? perkawinan silang hewan? udah cukup menjawablah kenapa anak kambing sama dombanya bisa warnanya belang-belag gitu.

      untuk pertanyaan nomer 1. Klo saya jawab secara Alkitabiah, saya akan jawab dengan proses penulisan Alkitab. saya mau bahas begitu tapi seperti tadi karena anda rasanya ga akan setuju, saya jawab dengan cara lain. gini, tolong teliti dulu sebelum ngomong. kata siapa jarak antara Adam dengan Musa ratusan ribu tahun? klo dihitung dari keturunan Adam sampai Musa jaraknya cuma sekitar 2500 tahun. dan tahukah anda seberapa hebatnya orang Yahudi waktu itu dalam masalah mengahafl kitab Taurat? cerita turun temurun nenek moyang mah masalah kecil buat mereka.

      untuk nomer 2. saya ga nyangkal karena saya tahu juga Nuh membuat bahtera yang sebesar itu di usianya yang udah lebih dari 500 tahun. Tapi yang saya tahu Abraham mengusir Hagar dan Ismael setelah Ishak dilahirkan. dan saya ga tahu apa yang dilakuin Abraham sama Ismael setelah itu. itu yang ditulis di Alkitab. lagi, kalo anda emang ga percaya sama Alkitab, itu urusan anda.

      nomer 3. sama kaya nomer 2. tapi ini saya agak kesel, anda bilang Injil cuma karangan? Seluruh isi Alkitab ditulis dengan ilham dari Roh Kudus!! yah oke kelihatannya anda emang kesel karena di atas ada yang bilang Muhammad cuma membual, dan karena, sama, anda kelihatannya ga percaya sama isi Alkitab, jadi itu terserah anda.

      nomer 4. ya itu seahu saya di Alkitab Sara emang sakit hati sama Hagar. mungkin orang yg komentar di atas anda ga tau klo ga tertulis di Al-Qur'an.

      nomer 5. sudah dijelaskan, di tanah Moria. tidak mungkin jauh-jauh? klo emang diperintahkan Tuhan untuk ke Yerusalem, apakah Abraham akan nolak? bukannya tadi anda bilang Abraham sanggup jalan sejauh 1400km pulang pergi, apalagi cuma Filistea ke Yerusalem?

      ya terima kasih kalau anda mau membaca, apalagi kalau mau menanggapi. Tuhan memberkati.

      Delete
    3. 1. Kejanggalan yang saya maksud ada dalam Matius 4:8 adalah kejanggalan ketika Iblis memperlihatkan seluruh kerajaan bumi dari atas gunung kepada Yesus. Tidak mungkin seluruh kerajaan di bumi dapat dilihat dari puncak gunung, kecuali kalau buminya datar.

      2. Kejanggalan yang saya maksud ada dalam Kejadian 30:25-43 adalah kejanggalan ketika Yakub membuat kambing domba milik Laban bercoreng-coreng dan berbelang-belang dengan cara yang TIDAK ILMIAH . Yaitu dengan cara meletakkan kupasan dahan-dahan pohon di dalam kandang agar dapat dilihat oleh kambing domba yang kawin supaya punya anak bercoreng dan belang-belang seperti kupasan dahan pohon.

      Jawaban saya no 1: sama jika saya bertanya; Bagaimana mungkin Musa bisa tahu kisah penciptaan langit dan bumi dalam kitab kejadian? Mengingat Musa baru nongol ratusan ribu tahun setelahnya!

      Berapa tahun jarak penciptaan langit dan bumi dengan Nabi Musa itu tidak penting. Yang jelas Nabi Musa dapat menulis penciptaan langit dan bumi padahal dia belum lahir, sumbernya tentu saja dari wahyu Allah kepada Nabi Musa. Demikian dengan Nabi Muhammad SAW. Walaupun beliau lahir jauh setelah Nabi Ibrahim AS, Nabi Muhammad SAW mengetahui kisah Nabi Ibrahim juga dari wahyu Allah sebagaimana Nabi Musa AS. Itu maksud dari komentar saya tersebut.

      Jawaban Saya no 2: tidak nyangkal karena itu tidak perlu saya tanggapi.

      Jawaban saya no 3: pengarang2 Injil Kristen tidak pernah menyatakan injil yang mereka tulis adalah Ilham roh kudus dan roh kudus juga tidak pernah menyatakan telah mengilhami pengarang2 Injil Kristen untuk menulis injil. Sumber penulisan injil berasal dari kesaksian2 dan penyelidikan (Lukas 1:3), bukan dari ilham roh kudus. Keyakinan injil Kristen ditulis dengan ilham roh kudus adalah keyakinan semua yang tidak memiliki dasar.

      Jawaban saya no 4: Yang saya tanya, Al-Qur'an dan Hadits mana yang menyebutkan Sarah sakit hati kepada Hajar?

      Jawaban saya no 5: yang dikorbankan ibrahim adalah anaknya Ismail. Dalam Bible disebut anak yang tunggal. Anak pertama Ibrahim adalah Ismail, bukan Ishaq. Tentu tidak akan jauh2 dari mekkah karena Ismail dan ibunya tinggal di Mekkah.

      Delete
  4. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. (Matius 13:13)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti bukan salah orang Yahudi kalau mereka tidak percaya Yesus, lha Yesus sendiri sengaja menggunakan perumpamaan agar orang-orang Yahudi tidak mengerti apa yang dibicarakannya.

      Delete
  5. Sebenarnya Kristen, Muslim, dan Yahudi itu bersaudara. Jangan hanya anak pertama yang dianggap benar dan anak kedua tidak benar, atau sebalilnya. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana cara memahami sebuah sejarah dengan kepala jernih dan jangan mencari sebuah kesalahan di kitab suci, karena yang kita anggap salah/tidak benar di kitab suci itu sebenarnya karena kita belum mengetahui jawaban. So jadi saling berbagi sejarah agama aja.

    ReplyDelete
  6. Beranggapan Nabi Ibrahim, tidak pernah ke Mekkah dan membangun (ulang) Mekkah?

    Menurut American Museum of Natural History.
    Pada 200.000 SM penyebaran Manusia diawali dari Afrika. Terbentuk 170 juta orang seluruh Dunia pada tahun 1 Masehi.
    Tahun ke 1M, sudah ada sekitar 1 JUTA orang ada di sekitaran Arab Saudi.
    https://youtu.be/PUwmA3Q0_OE

    Kesimpulan, sejak Nabi Ibrahim 2000SM. Tentu saja belum ada penduduk mekkah, meski ada proyeksi sebelumnya, penduduk di Arab Saudi 1 juta-an pada tahun 1M, mengingat mekkah adalah daerah tandus saat itu.

    Kondisi seperti itu, tandus gersang tidak mempunyai tanam tanaman, tentu saja sepi dari catatan sejarah.
    Kecuali sudah diabadikan dalam Al Quran.
    Ibrahim ayat 37

    رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

    Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.


    ReplyDelete
  7. Untuk anda semua... tolong baca kisah Abraham dalam Quran, lalu telitilah dengan seksama, setiap detil cerita, apakah konsisten? Apakah demikian yang namanya Kalam nya atau kitab nya Alloh.

    Bukan hanya kisah Ibrahim, Kisah Adam, Kisah Nuh, Kisah Musa dan lain-lain. Anda perhatikan apakah setiap kata dan kalimat nya konsisten yang diucapkan Allah???

    Kalo benar alloh itu maha benar dan maha berkuasa, pasti dia akan ingat detail kalimat dan detail cerita yang jelasa dan pasti konsisten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika kamu ingin tahu, itulah bedanya Al-Qur’an dengan Bible. Kisah dan peristiwa dalam Al-Qur’an diceritakan dengan singkat dan tidak mengikuti kronologi urutan waktu sejarah, karena Al-Qur’an bukanlah kitab sejarah. Anda pasti pernah membaca buku sejarah, bukan? Kisah-kisahnya ditulis panjang lebar dan lengkap dengan mengikuti alur kronologi atau urutan waktu sejarah, itulah ciri dari buku sejarah. Al-Qur’an tidak menceritakan kisah dan peristiwa di dalamnya dengan lengkap dan mengikuti alur kronologis atau urutan waktu sejarah sebagaimana Bible, karena Al-Qur’an adalah firman Allah SWT. Ada pun ketika Allah SWT mengisahkan seorang Nabi, orang-orang shaleh atau orang-orang durhaka, tidak lain tujuannya agar kisah-kisah tersebut dapat di ambil pelajaran. Sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya;

      Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian. (Az-Zukhruf: 55-56)

      Bible memang banyak menceritakan tokoh-tokoh dengan lengkap, bahkan menyebutkan banyak nama sampai anak cucu. Bible juga banyak menceritakan kisah-kisah dan peristiwa dengan cukup detail. Namun selain tidak jelas pelajaran seperti apa yang di dapat dengan penyebutan nama-nama dan kisah-kisah atau peristiwa yang diceritakan dalam Bible. Kisah-kisah yang tertulis dalam Bible Perjanjian Lama sangat mungkin bukanlah firman Tuhan. Kisah-kisah yang tertulis dalam Bible kemungkinan besar ditulis sendiri oleh orang-orang Yahudi dari cerita-cerita turun-temurun, dongeng dan sejarah bangsa Israel. Mirip bagaimana orang-orang yang hidup ratusan tahun setelah Yesus, menulis perjalanan Yesus dalam memberitakan Injil. Umumnya, kisah-kisah yang terdapat dalam Bible tidak memiliki banyak manfaat penting dalam agama. Hanya sebatas cerita atau dongeng. Yang jika diketahui pun, tidak menambah amal kita. Sumber: https://www.menjawabkristen.net/2017/06/tanpa-membaca-injil-sulit-memahami-al.html

      Delete
  8. yang jelas nya dan kesimpulan nya yahudi agama yg diturunkan Allah swt kemuka bumi namun syariatnya di hapus dengan datangnya rasul nabi isa as....begitu juga nasrani agama Allah swt turun kan kemuka bumi namun syariatnya sudah di hapus dengan datangnya nabi akhir jaman muhammad saw

    ReplyDelete

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.