Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Benarkah Al-Quran Memuji Orang Kristen?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: "Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam, dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang” (Qs 57:27). Inilah kesaksian Al-Quran, Allah memberikan rasa santun dan kasih sayang kepada pengikut Isa Al-Masih.

Bukti Kasih Isa Al-Masih

Dalam Al-Quran maupun Injil, terdapat cukup banyak ayat yang menjelaskan bagaimana Isa Al-Masih mendemonstrasikan rahmat dan sayang yang ada pada diri-Nya. Seperti, di antara ratusan mujizat-Nya Ia, “Menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya” (Qs 3:49). Mujizat serupa juga ditulis dalam Kitab Suci Injil. Dikisahkan dua orang buta sedang duduk di pinggir jalan ketika Yesus lewat. “Mereka berseru “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami” Yesus berhenti, memanggil mereka dan mendengar permintaan mereka agar sembuh dari kebutaan mereka. Lalu tersurat, ‘Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia’” (Injil, Rasul Besar Matius 20:30-34). Contoh lain adalah ketika Ia “Mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup)” (Qs 5:110). Penjelasan yang sama juga dapat dibaca dalam kitab Injil Yohanes pasal 11. Yaitu bagaimana Lazarus, yang sudah meninggal dan berada dalam kubur selama tiga hari, dihidupkan kembali oleh Isa Al-Masih.

Jawaban Saya: Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. (Al Hadiid: 27).

Pada ayat di atas terdapat paling tidak ada dua poin penting yang harus diketahui oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, kami berikan kepadanya (Isa putra Maryam) Injil. Kitab Injil yang dimaksud dalam ayat ini dan ayat-ayat lainnya dalam Al-Qur’an adalah kitab wahyu yang diberikan kepada Nabi Isa ‘alaihis salam sebagai petunjuk bagi bani Israel. Injil inilah yang dipercaya oleh umat Islam sebagai kitab wahyu, firman Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi-Nya Isa Al-Masih, berbeda dengan Injil yang ada di tangan orang-orang kafir Kristen. Injil yang ada di tangan orang-orang kafir Kristen hanyalah kitab hasil karya tulis banyak orang yang kemudian di anggap sebagai firman Tuhan, bukan kitab wahyu yang diterima Isa Al-Masih.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Yang dimaksud dengan orang-orang yang mengikuti Isa Al-Masih pada ayat ini adalah murid-murid setia Nabi Isa ‘Alaihis Salam yang disebut sebagai Hawariyyun dalam Islam, sama sekali bukan orang-orang kafir Kristen yang hanya mengaku-ngaku mengikuti Nabi Isa ‘Alaihis Salam, sementara dalam beragama mereka mengikuti Paulus.  

Mukjizat yang dilakukan oleh Yesus adalah tanda dari Tuhan yang diberikan kepada Yesus sebagai bukti kenabiannya. Tuhannya Yesus yang melakukan mukjizat, sementara Yesus hanyalah perantara-Nya saja (Kisah Rasul 2:22). Yesus dengan mukjizat yang diberikan Tuhan kepadanya adalah bukti kenabian dirinya, mukjizat bukan alat demonstrasi kasih sayang.  

Pengikut Isa Meneladani Kasih Sayang Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Masih banyak contoh lain dari kasih sayang Isa Al-Masih. Sudah tentu Dia, sumber kasih sayang Ilahi, juga akan menaruh ”rasa santun dan kasih sayang” (Qs 57:27) dalam hati pengikut-Nya. Dalam Injil, Kisah Para Rasul 3:1-10 dijelaskan bagaimana dua pengikut Isa Al-Masih, yaitu Rasul Petrus dan Rasul Yohanes melihat seorang lumpuh sedang meminta sedekah. Terdorong oleh kasih sayang, mereka menyembuhkan orang lumpuh tersebut.

Jawaban Saya: Siapa sih yang tidak bisa berbuat kasih sayang kepada orang lain? Semua manusia dapat melakukannya, tinggal mau atau tidak, itu saja. Sebagai contoh, seorang teman pernah bercerita bahwa dirinya pernah bertemu dengan seorang wanita sendirian di jalan sambil membawa tas besar. Umurnya sekitar 40 tahun. Beliau ini datang dari kota Kediri Jawa Timur untuk mencari suaminya yang tinggal di Surabaya. Suami tidak kunjung ketemu sementara uang sakunya yang sudah habis memaksanya untuk harus kembali ke Kediri malam itu juga. Karena uang saku sudah habis, wanita ini berencana pulang ke Kediri dengan menumpang sebuah truk. Teman saya yang merasa iba dengan kondisi yang di alami oleh wanita ini, mendekatinya kemudian mengeluarkan sejumlah uang dari dompet untuk diberikan kepada wanita tersebut. Wanita ini menerima uang teman saya dengan terheran-heran, kok masih ada orang seperti teman saya. Anda tahu siapa teman saya ini? Dia seorang Muslim, sama dengan saya.

Kisah nyata teman saya ini membuktikan bahwa berbuat kasih sayang bukan hanya dapat dilakukan oleh orang kafir pemuja Yesus. Berbuat kasih sayang dapat dilakukan oleh siapa pun, bahkan jika mereka tidak beragama sekalipun, mereka dapat berbuat kasih sayang. Jadi tidak perlu menjadi pemuja Yesus untuk dapat menjadi orang yang dapat berbuat kasih sayang.

Ayat Al-Quran Bertolak-belakang

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Tentu umat Muslim tidak mudah untuk memahami makna dari Qs 57:27, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Sebab ayat ini bertentangan dengan Qs 58:22, “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” Sehingga, sulit memahami istilah “Allah yang Maha Penyayang” yang ratusan kali tercantum dalam Al-Quran, sering diikuti dengan perintah yang kelihatan meniadakan ‘rasa santun dan kasih sayang.’

Jawaban Saya: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. (Al Mujaadilah: 22). Maksud dari ayat ini adalah orang-orang yang beriman tidak akan menjalin cinta kasih dengan orang-orang yang menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, meskipun mereka itu dari keluarga sendiri. Ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Abu ‘Ubaidah ‘Amir bin ‘Abdillah Al-Jarrah ketika ia membunuh ayahnya pada peristiwa perang Badar. Konteks ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa perang Badar. Dalam perang Badar, Abu ‘Ubaidah berada di barisan orang-orang beriman, sementara ayahnya berada di barisan orang-orang kafir yang menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Namanya juga perang pasti ada yang membunuh dan terbunuh. Kalau bukan ayah Abu ‘Ubaidah yang terbunuh pasti Abu ‘Ubaidah sendiri.

Al-Qur’an surah Al-Hadid: 27 dengan surah Al Mujaadilah: 22 tidak bertolak belakang seperti tuduhan kafir Kristen pemuja Yesus. Kedua ayat tersebut tidak bertolak belakang, karena kedua ayat menjelaskan dalam konteks yang berbeda. Surah Al-Hadid: 27 menjelaskan masa damai di zaman Nabi Isa ‘Alaihis salam, sedangkan surah Al Mujaadilah: 22 konteksnya saat perang Badar di zaman Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Salam. Medan perang itu tempat orang saling membunuh, bukan tempat orang sayang-sayangan.

Contoh Ayat-Ayat Al-Quran Bertentangan

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Berikut adalah beberapa contoh ayat Al-Quran yang saling bertentangan dan cenderung meniadakan satu sama lain. Qs 2:190-192, “Perangilah di jalan Allah…bunuhlah mereka” Atau “Penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka…sungguh Allah amat keras siksaan-Nya” (Qs 8:12-13). Atau, “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah) (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka…” (Qs 9:29). Sukar juga mengerti “Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, dalam ayat lain berbicara, “Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripada Ku, ‘Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama” (Qs 32:13).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an bertentangan, di satu sisi memerintahkan orang-orang beriman untuk memerangi orang-orang kafir, sementara dalam dalam surah Al-Fatehah Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut dirinya ar-Rahman dan ar-Rahim. Saya sarankan, sebaiknya kafir Kristen pemuja Yesus kembali membaca ayat-ayat Bible Perjanjian Lama. Karena di dalamnya akan mereka dapati banyaknya perintah Tuhan kepada bangsa Israel untuk berperang, padahal Tuhan dalam Bible itu kasih setianya berlimpah-limpah (Bilangan 14:18). Dari pada mencari-cari selumbar di mata umat Islam, kenapa kafir Kristen pemuja Yesus tidak terlebih dahulu mencari balok kayu yang ada di mata sendiri?!

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap- tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama” (As Sajdah: 13). Di ayat selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan”(As Sajdah: 14). Jadi dengan Jin dan Manusia seperti apa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memenuhi neraka(As Sajdah: 13)? Jawabannya ada di ayat selanjutnya, yaitu Jin dan Manusia yang kafir serta banyak berbuat dosa. Apakah bertentangan dengan sifat ar-Rahman dan ar-Rahim jika Allah Subhanahu wa Ta’ala menyiksa orang-orang kafir serta banyak berbuat dosa dengan siksa kekal? Tentu saja tidak!    

Isa Al-Masih Menawarkan Kasih-Nya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Memang berbeda sekali dari tindakan Isa Al-Masih. Ia mempunyai hati kasih sayang yang juga ditaruh di dalam hati para pengikut-Nya. “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala” (Injil, Rasul Besar Matius 9:35-37). Demikian Isa Al-Masih mendemonstrasikan kasih sayang-Nya. Dan Dia mengundang siapa saja untuk dapat menerima kelegaan dari-Nya. Isa berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Injil, Rasul Besar Matius 11:28).


Jawaban Saya: Beriman kepada Isa Al-Masih hari ini tidak sama dengan beriman kepada Isa Al-Masih dua ribu tahun yang lalu. Beriman kepada Isa Al-Masih dua ribu tahun yang lalu adalah beriman kepada Tuhan Allah yang esa dan beriman kepada Isa Al-Masih sebagai utusan-Nya. Jika anda termasuk dari bangsa Israel kemudian melakukan perintah Isa Al-Masih, maka surga isyaallah akan menjadi tempat tinggal abadi anda. Berbeda dengan beriman kepada Isa  Al-Masih hari ini. Beriman kepada Isa  Al-Masih hari ini artinya anda harus mempercayai Tuhan Allah itu tiga yang esa, menyembah Yesus sebagai Tuhan dan harus mengikuti dogma gereja yang sesat. Jika anda beriman kepada Isa Al-Masih hari ini, berarti anda telah siap menjadi penghuni neraka kekal selama-lamanya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah Al-Quran Memuji Orang Kristen?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.