Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Siapakah Sesungguhnya Yang Mengutus Muhammad?

Presiden SBY memberikan respon yang cepat saat mengetahui bahwa dirinya disadap intelijen Australia. Ia mengutus Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa untuk membahas penataan kembali kerja sama bilateral, termasuk pertukaran intelijen dengan menyusun protokol dan kode etik yang jelas, adil, dan dipatuhi kedua negara (Tempo, 26 November 2013). Apa yang ingin disampaikan di sini? Bukan soal kerja sama atau soal intelijen. Tetapi tentang orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi yang mengutus bawahannya. Dalam hal ini, presiden mengutus menterinya. Dan bila kita berbicara tentang nabi, maka yang berhak mengutus nabi adalah Allah. Sebab Allah mempunyai otoritas dan kehendak atas manusia.

Allah Mengutus Musa

Pada waktu bangsa Israel menderita di tanah Mesir, Allah mengutus Musa.  “Dan TUHAN berfirman: 'Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka . . . . Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir'" (Taurat, Kitab Keluaran 3:7, 10).

Memerhatikan hal ini, kami tertarik untuk menelusuri kenabian Muhammad. Bagaimana Muhammad menerima jabatan kenabiannya? Apakah Allah berfirman secara langsung kepada Muhammad?

Kenabian Muhammad

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Salah satu riwayat menuliskan, “Diriwayatkan dari Urwah bin Zubair r.a. bahwa Aisyah, istri Nabi saw. memberitahukan kepadanya . . . tiba-tiba malaikat mendatangi beliau dan berkata, “Bacalah! Beliau menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” . . . Kemudian malaikat itu mendekapku kuat-kuat untuk yang ketiga kalinya, sehingga aku benar-benar tidak bisa bernafas . . . Setelah itu, Rasulullah saw. pulang dalam keadaan gemetar ketakutan menuju Khadijah (istri beliau) dengan membawa ayat-ayat tersebut, lalu ia berkata kepadanya, “selimuti aku, selimuti aku.”. . . Setelah itu, Khadijah membawa beliau kepada Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abd Al-Uzza, yaitu sepupu Khadijah putra saudara ayahnya, seseorang yang beragama Nasrani sejak zaman jahiliah . . . .Waraqah berkata kepada beliau, “Inilah malaikat Jibril yang telah diutus kepada Musa bin Imran a.s. Aduhai, sekiranya aku masih gagah perkasa (muda), dan aku masih hidup sewaktu kaummu mengusirmu.”  . . . ”  (Hadits Shahih Muslim No. 73).

Jelas, Muhammad disebut nabi oleh Waraqah bin Naufal, dan bukan Allah. Allah tidak berfirman secara langsung kepada Muhammad. Perhatikan juga kondisi Muhammad saat itu. Ia sangat ketakutan dan gemetar.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip hadits tidak seutuhnya. Isi hadits sengaja mereka potong-potong agar dapat menyesatkan orang yang membacanya. Kafir Kristen pemuja Yesus menuduh Nabi Muhammad saw di angkat sebagai Nabi oleh Waraqah bin Naufal, bukan di angkat Nabi oleh Allah. Padahal dalam hadits, Rasulullah saw di angkat sebagai seorang Nabi jauh sebelum beliau bertemu Waraqah bin Naufal, bahkan sebelum bertemu Malaikat Jibril di Gua Hira. Perhatikan hadits shahih di bawah ini:

Dari Aisyah -Ibu Kaum Mu'minin-, bahwasanya dia berkata: "Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. (Shahih Bukhari: 3).

Perhatikan kalimat dengan huruf tebal pada hadits di atas. Di sana disebutkan bahwa wahyu pertama diterima Nabi Muhammad saw melalui mimpi dan itu terjadi jauh sebelum Nabi Muhammad saw bertemu dengan Waraqah bin Naufal, bahkan sebelum Rasulullah saw bertemu dengan Malaikat Jibril. Jadi jelas sudah, tuduhan kafir Kristen pemuja Yesus yang menyebut Nabi Muhammad saw di angkat Nabi oleh Waraqah bin Naufal adalah tuduhan palsu yang tidak sesuai dengan fakta. Apakah benar seorang Nabi dapat memperoleh wahyu Tuhan melalui mimpi? Benar, karena Rasulullah saw bersabda, “Mimpi baik yang berasal dari seorang yang shalih adalah satu bagian dari enam atau empat puluh bagian kenabian”. (Shahih Bukhari: 6468). Tuhan dalam Bible juga kerap menggunakan mimpi untuk menyampaikan firman, Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan! (Kejadian 31:11).

Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: "Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini". Waroqoh berkata: "Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu". (Shahih Bukhari: 6468).

Sebetulnya Waraqah bin Naufal tidak pernah menyebut Nabi Muhammad saw Nabi, anda dapat kembali membaca haditsnya. Yang Waraqah bin Naufal lakukan adalah menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw bahwa yang menemuinya adalah Malaikat Tuhan yang juga pernah diturunkan kepada Musa. Waraqah bin Naufal adalah seorang ‘alim beragama Nasrani, itulah sebabnya mengapa Waraqah bin Naufal tahu yang menemui Nabi Muhammad saw adalah Malaikat Tuhan yang pernah juga diutus untuk Musa.

Nabi Muhammad saw memang tidak menerima wahyu langsung dari Allah swt, tetapi menerima wahyu melalui perantara seorang Malaikat, apakah itu salah? tidak, karena ada banyak Nabi-nabi dalam Bible yang Tuhan mengutus Malaikat untuk menyampaikan firman-Nya.

Maryam dan malaikat Berita Sukacita tentang Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sangat berbeda dengan wahyu yang diterima Siti Maryam. Malaikat Gabriel membawa kabar sukacita tentang Kalimat Allah. Tidak ada rasa takut dalam diri Maryam, tetapi damai sejahtera. “Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: 'Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau . . . Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Maha tinggi . . . .'” (Injil, Rasul Lukas 1:28-32).

Berita ini adalah pesan yang sangat penting. Semua orang perlu mengetahuinya. Yaitu bahwa manusia dapat diselamatkan melalui Isa Al-Masih.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus berkata bahwa tidak ada rasa takut dalam diri Maria ketika berjumpa dengan Malaikat Gabriel, tetapi damai sejahtera. Mereka salah, Maria juga merasa ketakutan saat berjumpa dengan Malaikat Gabriel.

Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. (Lukas 1:30)

Pada ayat di atas, Malaikat yang menemui Maria meminta kepadanya agar tidak takut. Kenapa Malaikat meminta Maria untuk tidak takut kalau memang dia tidak merasa ketakutan? Maria pada saat itu memang merasa ketakutan, itulah sebabnya Malaikat meminta Maria untuk tidak takut. Untuk memperkuat argumentasi saya, sekarang anda perhatikan ayat ini; Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. (Lukas 1:13). Di ayat ini Malaikat juga meminta Nabi Zakharia agar tidak takut kepadanya. Mengapa Malaikat meminta Nabi Zakharia untuk tidak takut kepadanya? Jawabannya adalah karena Nabi Zakharia ketakutan ketika melihat Malaikat. Tidak percaya? Silakan baca ayat belumnya; Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. (Lukas 1:11-12).

Malaikat meminta Maria untuk tidak takut karena pada saat itu Maria ketakutan ketika bertemu dengan dirinya (Malaikat), hal yang sama juga terjadi ketika Malaikat menemui Nabi Zakharia. Nabi Zakaria juga merasa ketakutan sehingga Malaikat yang menemuinya meminta untuk tidak takut.

Kesimpulan

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dari hal di atas, kita mengetahui bahwa Allah mengutus hamba-Nya tidak dengan teka-teki dan tidak mendatangkan rasa takut, tetapi damai sejahtera. Sesungguhnya bukan manusia yang perlu meneguhkan panggilan seorang nabi, melainkan Tuhan. Dan ada pesan yang jelas tentang  keselamatan hidup manusia di dunia dan di akhirat.


Jawaban Saya: Mengenai rasa takut ketika bertemu Malaikat sudah saya jawab. Maria yang dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus tidak merasa takut ketika bertemu dengan Malaikat, ternyata tidak benar. Maria juga ketakutan ketika bertemu dengan Malaikat Gabriel, sebagaimana Nabi Muhammad saw juga ketakutan ketika pertama kali bertemu dengan Malaikat Jibril. Itu artinya, yang menemui Nabi Muhammad dan yang menemui Maria adalah Malaikat yang sama yaitu Jibril atau Gabriel, yang sengaja di utus Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Siapakah Sesungguhnya Yang Mengutus Muhammad?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.