Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Orang Islam Wajib Tunduk Pada Ajaran Isa Al-Masih?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Pada waktu muda saya tidak suka mengalah.  Orang tua mengatakan saya paling keras kepala.  Betapa sering saya perlu disiplin oleh orang tua karena tidak suka tunduk.  Tetapi sesuatu terjadi dalam hidup dan hati saya di usia tujuh belas tahun. Setelah itu, bersikap tunduk menjadi jauh lebih mudah.

Islam Artinya “Tunduk Pada Allah”

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa istilah “Islam” berarti tunduk pada Allah dengan sukarela.  Seorang Muslim berarti orang yang tunduk pada Allah.

Tunduk Pada Allah Berarti Tunduk Pada Wahyu-Nya

Kita tunduk pada Allah, bila kita tunduk pada wahyu-Nya. Dalam Al-Baqarah 2:136 kita baca, “Katakanlah (hai orang-orang mu’min): Kami beriman kepada Allah . . . dan apa yang diturunkan kepada . . . ‘Isa . . . .”. Kita semua tahu, jika kita beriman pada sesuatu, kita perlu tunduk kepadanya. Yaitu menaatinya.  Dalam Qs 2:136, kita diperintah beriman pada apa yang dikatakan Isa Al-Masih. Semua Orang, Termasuk Orang Islam, Perlu Tunduk pada Isa Al-Masih. Seperti dikatakan dalam Qs 2:136 di atas, Isa Al-Masih sendiri menekankan pentingnya beriman dan tunduk pada ajaran-Nya. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. . . . Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku . . . . Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku . . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:15, 21, 23).

Bukankah wajib seorang mu’min beriman dan menaati perintah-perintah Isa Al-Masih? Sebaiknya kita memperdalam pengertian tentang perintah-perintah Isa Al-Masih dalam Injil.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus meminta umat Islam untuk tunduk terhadap Nabi Isa as sesuai dengan perintah Allah swt dalam Al-Qur’an. Untuk dapat mengelabui umat Islam, mereka mengutip ayat Al-Qur’an hanya sepotong-sepotong dengan menghilangkan nama Nabi-nabi selain Nabi Isa as. Kebohongan memang sudah menjadi adab para misionaris Kristen untuk menyebarkan kesesatan dengan dalih membuat kemuliaan Tuhan berlimpah (Roma 3:7). Ayat yang saya maksud di sini adalah firman Allah, Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (Al Baqarah: 136).

Pada ayat tersebut Allah swt menjelaskan bahwa bagian dari iman itu adalah beriman kepada Allah swt dan kitab-kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw (Al-Qur’an), Nabi Musa as (Taurat), Nabi Isa as (Injil) dan kitab dari Nabi-nabi lainnya. Sama sekali tidak ada perintah wajibnya umat Islam untuk tunduk terhadap syariat Nabi Isa as. Yang menjadi kewajiban umat Islam hanyalah beriman dengan kitab yang Allah swt turunkan kepada Nabi-nabi-Nya, bukan mengikuti syariat agama mereka. Umat Islam hanya diwajibkan untuk tunduk terhadap syariat agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad.    

Umat Islam Haram Tunduk Pada Ajaran Isa Al-Masih!

Ada alasan mengapa umat Islam tidak wajib untuk tunduk pada ajaran Isa Al-Masih, bahkan haram bagi umat Islam untuk tunduk pada ajaran Isa Al-Masih. Tunduk kepada ajaran Isa Al-Masih yang dimaksud oleh kafir Kristen pemuja Yesus adalah tunduk terhadap ajaran dan dogma-dogma gereja. Tunduk terhadap ajaran dan dogma-dogma gereja tidaklah sama dengan tunduk terhadap ajaran Isa Al-Masih. Tunduk terhadap ajaran dan dogma-dogma gereja berarti harus meyakini bahwa Tuhan terdiri dari tiga pengata diri, yang ketiganya sehakikat. Tunduk terhadap ajaran dan dogma-dogma gereja, juga berarti harus menjadikan Isa Al-Masih atau Yesus sebagai Tuhan dan anak Tuhan sekaligus korban tebusan dosa. Tunduk terhadap ajaran dan dogma-dogma gereja, juga berarti harus meninggalkan ajaran-ajaran Isa ‘alaihis salam atau Yesus dan mengikuti ajaran-ajaran Paulus.

Sedangkan Al-Qur’an telah menyatakan Allah swt adalah Tuhan yang esa (Shaad : 65) dan tidak beranak (Ash Shaaffaat: 157). Di ayat lainnya, Al-Qur’an telah mengkafirkan orang-orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan memujanya (Al Maa'idah: 17, 72, 73). Orang yang tunduk terhadap ajaran dan dogma-dogma gereja berarti telah menyiapkan tempatnya dalam neraka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Orang Islam Wajib Tunduk Pada Ajaran Isa Al-Masih?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.