Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Muhammad Menunjukkan Jalan, Isa Al-Masih Adalah Jalan

Saya mempunyai seorang teman yang bekerja sebagai tour guide. Pekerjaan tour guide menyenangkan. Mereka dapat berjalan-jalan, melihat daerah-daerah wisata, sambil bekerja. Kebetulan saya hobby travelling ke daerah-daerah bersejarah seperti Yogyakarta. Peranan seorang tour guide sangat penting dalam sebuah perjalanan wisata. Dia harus dapat memastikan rombongannya tiba dengan tepat di tujuan, tidak tersesat ke tempat lain. Sangat penting, dia tahu jalan yang harus mereka lalui.  Dia juga perlu mengenal dengan baik tempat yang akan dituju.

Tawaran Sesat Sekte-sekte Agama

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Di zaman modern ini, cukup banyak tawaran kepada masyarakat yang sangat menarik. Alhasil, masyarakat yang tidak mengerti disesatkan dan ditipu. Penipuan dan penyesatan ini tidak hanya terdapat dalam dunia sekuler. Dalam dunia rohani pun tidak jarang penyesatan serupa terjadi. Sebut saja Saksi Yehova (sekte sesat Kristen), Ahmadiyah (dinyatakan agama Islam sebagai aliran sesat) dan juga yang sempat menghebohkan beberapa tahun lalu adalah aliran Salamullah yang didirikan oleh Lia Aminudin. Semua aliran/sekte ini menawarkan satu hal, yaitu “sorga.” Di mana sorga adalah tujuan akhir dari “wisata” manusia selama di dunia.

Jawaban Saya: Semua denominasi Kristen; Katolik, Protestan, Ortodoks Timur, Saksi Yehova dan lain-lain adalah kafir, sesat dan menyesatkan. Percayalah, kalian pasti akan memperoleh siksa dari Allah swt, abadi di neraka, kecuali jika kalian bertaubat serta menerima kenabian Muhammad saw dan masuk agama Islam. Jadi sesama kafir dan sesat jangan menyesatkan sekte lainnya, enggak akan ada gunanya.

Agama Dunia, Termasuk Agama Islam Menyediakan “Peta” ke Sorga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Setiap agama mengerti betul kebutuhan umatnya agar mereka tidak tersesat selama dalam perjalanan “wisata” menuju sorga. Untuk itulah setiap agama memberikan “peta” kepada umatnya. Berharap, dengan adanya “peta” mereka dapat tiba dengan selamat ke sorga. Dalam Al-Quran dituliskan, "Sesungguhnya engkau (Muhammad) memberi petunjuk ke jalan yang lurus" (Qs 42:52). Dalam “Peta” yang ditunjukkan Muhammad kepada umat Muslim, dijelaskan persiapan yang harus dilakukan oleh umat Muslim. Seorang Muslim harus menyediakan pahala yang banyak untuk bekal masuk sorga. Pahala-pahala ini dapat dikumpulkan melalui ibadah, beramal, juga menunaikan ibadah haji. Bahkan ada “tiket” ekspres yang disebut dengan “mati sahid/jihadis”. Ingat, bekal yang sudah disiapkan itu, belum menjamin sampai ke sorga. Semua masih menunggu belas kasih Allah (insyaallah).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus memang sering kali mengatakan bahwa perbuatan amal yang dilakukan oleh umat Islam belum menjamin masuk surga. Karena keyakinan seorang Muslim terhadap amalnya yang akan menyampaikannya ke surga telah menjadi salah satu faktor penyebab seorang Muslim tidak akan pernah berpikir mencari jalan lain untuk keselamatan dirinya. Keselamatan dalam agama Kristen diperoleh dengan cara menjadikan Yesus sebagai korban penebus dosa. Kalau umat Islam sudah cukup dengan amal saleh yang dilakukannya, untuk apa lagi umat Islam butuh seorang penebus dosa? Inilah yang menyebabkan kafir Kristen pemuja Yesus frustrasi dan selalu mencari jalan agar muncul keraguan dalam hati seorang Muslim terhadap amalnya. Padahal banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan keterkaitan iman dan amal saleh terhadap surga sebagai balasannya. Memang betul bukan amal saleh yang akan membawa umat Islam masuk surga, melainkan dengan rahmat Allah. Tetapi dengan apa memperoleh rahmat Allah kalau bukan dengan amal saleh. Rahmat Allah tidak akan diperoleh dengan cara menyekutukan-Nya dengan yang lain dan rahmat Allah tidak akan diperoleh dengan jalan menjadikan Tuhan sebagai korban penebus dosa. Rahmat Allah  diperoleh dengan iman dan amal saleh.

Semua Manusia Berdosa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dari “Peta” yang terbuka ini, timbul satu pertanyaan: Bagaimana dengan dosa? Jelas manusia yang sudah identik dengan dosa, tidak pernah terhindar dari dosa. Dan dosa sekecil apapun akan membawa seseorang dalam kebinasaan. Ini ditulis dalam Kitab Suci Allah, “ Sebab upah dosa ialah maut” (Injil, Surat Roma 6:23). Juga Al-Quran menuliskan, “Barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs.2:81).

Bukankah Allah membedakan dosa kecil dan dosa besar? Jelas tidak! Lihatlah Adam dan Hawa. Mereka hanya memakan buah, tetapi hukumannya besar. Firman Allah kembali menegaskan “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allah mu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Kitab Nabi Yesaya 59:2). Setiap manusia berdosa! Bahkan seorang nabi pun tidak luput dari dosa. Dalam Al-Quran dituliskan, “. . . mohonlah ampunan bagi dosamu (Muhammad) dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan” (Qs 47:19).

Jawaban Saya: “Barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah: 81). Ayat tersebut merupakan jawaban Allah atas klaim orang-orang Yahudi yang mengaku bahwa mereka masuk neraka cuma dalam hitungan beberapa hari saja. Allah menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang berdosa dan diliputi oleh dosanya, serta mengancam orang-orang Yahudi dengan azab neraka yang kekal, bukan hanya beberapa hari seperti yang mereka klaim. Setelah itu Allah melanjutkan firman-Nya, “Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah: 82). Ini adalah harapan bagi orang-orang Yahudi yang pada ayat sebelumnya Allah telah mengancam mereka dengan kekal di neraka. Kecuali jika di antara mereka mau beriman dengan menerima Islam sebagai agama dan beramal saleh, maka Allah akan menempatkan mereka dalam surga dan mereka kekal di dalamnya. Itu makna kedua ayatnya.

Nabi Adam as berdosa dengan memakan buah yang dilarang oleh Allah, tetapi Allah telah mengampuni Nabi Adam as setelah beliau bertaubat dengan sungguh-sungguh (Thaahaa: 122). Nabi Muhammad saw diperintah Allah untuk memohon ampunan walaupun beliau tidak pernah berdosa, beliau telah melakukannya (Shahih Muslim: 4870) dan Allah telah mengampuni Beliau (Shahih Bukhari: 19). Manusia memang tidak pernah luput dari dosa. Untuk mensucikan diri dari dosa, manusia hanya cukup bertaubat dengan sungguh-sungguh dan meminta ampunan Allah atas semua dosa-dosa. Menjadikan Yesus sebagai penebus dosa tidak akan mensucikan dosa manusia karena Yesus Bukan Tebusan Yang Sempurna. Menjadikan Yesus sebagai penebus dosa bukan hanya tidak akan mensucikan manusia dari dosa, tetapi justru akan menjadikan manusia semakin berdosa. Sama seperti mencuci pakaian dengan air comberan, pakaian bukan menjadi bersih justru semakin kotor.   

Manusia Membutuhkan “Jalan” Bukan “Peta”

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Demikianlah semua manusia sudah jatuh dalam dosa. Kitab Suci Injil menuliskan bahwa di hadapan Allah semua dosa (kecil/besar) adalah sama. Dosa telah membuat Allah tidak mendengar doa kita. Juga Al-Quran menuliskan neraka adalah tempat kekal orang berdosa. Lalu, dengan cara apa manusia dapat tiba di sorga dengan selamat dan tidak tersesat? Manusia tidak memerlukan “Peta,” tetapi yang diperlukan adalah “Jalan.” Perhatikanlah permohonan dalam Surah Al-Fatihah dikatakan, Ihdina-sirat al-mustaqim, “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6).

Jawaban Saya: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Ali 'Imran: 100-101) 

Ayat di atas berisi peringatan Allah SWT terhadap orang-orang beriman agar tidak mengikuti Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dalam urusan agama. Karena dengan mengikuti mereka, orang-orang beriman akan kembali ke dalam kekafiran sesudah beriman. Kemudian Allah SWT menyatakan, barang siapa berpegang teguh kepada agama Allah, yakni teguh dalam agama Islam dan lurus tidak condong mengikuti Ahli Kitab, maka merekalah sesungguhnya yang telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Jadi, jalan yang lurus itu adalah agama Islam itu sendiri.

Pertanyaannya, jika Islam adalah jalan yang lurus, mengapa umat Islam berdoa dengan doa yang seolah-olah memohon ditunjukkan kepada jalan yang lurus?

Jawabannya adalah agar Allah swt memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah di jalan yang lurus (Islam) sampai dengan akhir hayat. Jika umat Islam yang berdoa agar ditunjuki kepada jalan yang lurus dapat di simpulkan bahwa umat Islam belum berada pada jalan yang lurus, maka kami juga bisa berkesimpulan bahwa Tuhan orang Kristen belum kudus (suci), karena mereka selalu berdoa, “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu”

Isa Al-Masih, “Akulah Jalan”

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Suatu hari Isa Al-Masih menjelaskan kepada murid-murid-Nya akan kenaikan-Nya kembali ke sorga. Lalu Tomas, murid-Nya, bertanya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:5). Perhatikanlah jawaban Isa Al-Masih, "Akulah jalan. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa [sorga], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Isa Al-Masih adalah satu-satunya “Jalan Lurus” yang dapat memberi jaminan sorga kepada setiap orang.  Nabi Islam menunjukkan kepada satu jalan yang diakuinya tidak pasti membawa ke sorga.  Isa Al-Masih menjamin bahwa Dia-lah Jalan yang pasti membawa ke sorga! “Ia [Isa Al-Masih] sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran [di sorga]” (Injil, Surat 1 Petrus 2:24).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan lurus, itu tidak benar, silakan baca penjelasan saya di Benarkah Yesus Satu-Satunya Jalan Kebenaran. Sudah sering saya katakan, keselamatan dalam agama Islam bukanlah keselamatan tanpa syarat. Keselamatan dalam agama Islam di capai dengan syarat iman dan amal saleh. Iman dan amal saleh ini yang kemudian mendatangkan rahmat Allah SWT. Semua umat Islam pasti masuk surga, dengan syarat mereka harus istiqamah dalam iman dan amal Saleh sampai dengan akhir hayat. Ada banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyinggungnya jaminan Allah SWT terhadap orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sebagian di antaranya:

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.” (Al Hajj: 23) 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,” (Al Kahfi: 107)

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,” (Ath Thuur: 17)


“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (At Taubah: 72)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Muhammad Menunjukkan Jalan, Isa Al-Masih Adalah Jalan"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.