Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Muhammad, Neraka, Dan Rahmat Allah

Bukankah salah satu dorongan beragama supaya kita menghindari api neraka?  Menurut hemat kami tidak ada seorang Mukmin ingin dihukum Allah.  Memang maklum!  Siapa mau jatuh di tangan "Penguasa Hari Pembalasan?"  Demikian agama Allah menunjukkan jalan menghindari api neraka.

Orang Islam Pasti Mendatangi Neraka?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Oleh karena pengertian di atas, tulisan di Al-Quran dan Hadist Bukhori membingungkan kami. Misalnya, menurut nabi umat Muslim sudah dapat dipastikan bahwa semua umat Muslim mendatangi neraka (Qs 19:71). Sebab tidak ada yang dapat menolong mereka menghindari neraka tersebut. Muhammad sendiri pun mengakui tidak dapat menolong keluarga dan bangsanya dari siksaan Allah. Hal ini dikisahkan oleh Hadist Bukhori.

Dari Abu Huraira r.a. katanya: "Rasulullah saw. Berdiri ketika Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Besar menurunkan ayat yang artinya: "Dan berilah peringatan kepada kaum famili engkau terdekat!" lalu beliau bersabda: "Hai kaum Quresy! (atau perkataan yang serupa dengan itu). Tebuslah dirimu! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikit pun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf! Saya tiada bisa menolongmu sedikit pun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib! Saya tiada bisa menolongmu sedikit pun dari siksa Tuhan. "Hai Safiah, bibi Rasulullah! Saya tiada bisa menolongmu sedikit pun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad! Mintalah kepada saya harta dan saya tiada bisa menolongmu sedikit pun dari siksa Tuhan!" (Hadits Shohih Bukhori Jilid 4, nomor 16).

Jawaban Saya: Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (Maryam: 71). Ayat ini sering kali di kutip dan dipahami secara serampangan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Makna dari “mendatangi” pada ayat tersebut adalah melintasi atau melewati, bukan memasuki seperti apa yang mereka katakan. Dalam hadits Shahih Muslim: 267 disebutkan bahwa kelak di akhirat nanti Allah SWT akan membentangkan shirath di atas neraka. Untuk masuk surga, semua manusia –baik dia beriman atau kafir- akan melintasi atau melewati shirath tersebut. Kemudian Allah SWT akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa sesuai amal perbuatan mereka masing-masing, sementara itu orang-orang kafir dan pelaku maksiat dibiarkan oleh Allah SWT jatuh masuk ke dalam neraka. Sebagaimana firman Allah SWT yang menjadi kelanjutan ayat yang di kutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus di atas;

“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (Maryam: 72).

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip hadits yang di dalamnya Rasulullah saw menyatakan tidak dapat menolong dari siksa Allah swt, lalu kenapa kalau Nabi Muhammad saw tidak dapat menolong umatnya dari siksa Allah swt? Umat Islam menyembah Allah swt, bukan menyembah Nabi Muhammad saw. Untuk selamat dari siksa Allah swt, umat Islam cukup menjalankan semua perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya, banyak bertaubat dan beramal saleh. Tidak perlu sampai harus mengkorbankan Tuhan sebagai penebus dosa seperti yang harus dilakukan oleh kafir Kristen.

Muhammad Memerlukan Rahmat Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut Muhammad bukan hanya umat Muslim, keluarga dan bangsanya yang tidak dapat diselamatkan.  Termasuk dirinya sendiri pun tidak dapat diselamatkan. Hal ini dikisahkan juga oleh Abu Hurairah: "Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab: Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar" (Hadits Shohih Bukhori Jilid 8, nomor 470).

Jawaban Saya: Dalam hadits memang disebutkan bahwa seorang Muslim bahkan termasuk Nabi Muhammad saw sendiri tidak akan diselamatkan oleh sebab amalnya. Seorang Muslim atau Nabi Muhammad saw sendiri diselamatkan dengan rahmat Allah swt. Jikalau Nabi Muhammad saw sudah pasti selamat karena Allah swt telah melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau, bagaimana dengan umatnya? Umat Islam dapat memperoleh keselamatan dengan cara banyak beramal, karena amal inilah yang menjadi sebab turunnya rahmat Allah swt kepada seorang Muslim.

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Salah seorang dari kalian tidak akan dapat diselamatkan oleh amalnya, " maka para sahabat bertanya; 'Tidak juga dengan engkau wahai Rasulullah? ' Beliau menjawab: 'Tidak juga saya, hanya saja Allah telah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. Maka beramallah kalian sesuai sunnah dan berlakulah dengan imbang, berangkatlah di pagi hari dan berangkatlah di sore hari, dan (lakukanlah) sedikit waktu (untuk shalat) di malam hari, niat dan niat maka kalian akan sampai." (Shahih Bukhari 5982).

Salah Satu Tujuan Bersholawat

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Maka dari itu, Muhammad meminta umatnya untuk bersholawat bagi dirinya, sehingga ia mendapatkan " rahmat " Allah (Qs 33:56). Dan juga Muhammad mengajarkan supaya umatnya tidak berputus-asa memohon kepada Allah untuk mendapatkan rahmat Allah bagi dirinya sendiri (QS 39:53). Hal ini berarti, bahwa amal perbuatan tidak dapat menjamin umat Muslim masuk surga. Jalan keluar satu-satunya dari neraka jahanam hanyalah dengan mendapatkan dan menerima rahmat Allah saja.

Jawaban Saya: “Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Al Ahzab: 56), ini adalah perintah Allah swt agar umat Islam bershalawat kepada Nabi Muhammad saw, bukan permintaan Nabi Muhammad saw agar dirinya diselamatkan. Nabi Muhammad saw sudah pasti selamat masuk surga karena sudah memperoleh rahmat Allah swt (Shahih Bukhari 5982), baik dishalawatkan atau tidak dishalawatkan. Keselamatan diperoleh melalui rahmat Allah swt, rahmat Allah swt di dapat dengan berbuat amal saleh, firman Allah swt dalam Al-Qur’an; Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal (Al Kahfi: 107). Ayat tersebut adalah jaminan Allah swt bagi mereka yang beriman dan beramal saleh bahwa mereka akan menempati Firdaus sebagai tempat tinggal. Jadi sangat bohong kalau ada kafir Kristen pemuja Yesus yang mengatakan amal perbuatan tidak dapat menjamin umat Islam masuk surga.

Isa Al-Masih dan Rahmat Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Saat Maryam bertanya kepada malaikat Jibril tentang siapa yang dikandungannya, Jibril menjawab:"Demikianlah, Tuhanmu berfirman: 'Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami . . . .'" (Qs 19:21). Dengan kata lain,Isa Al-Masih adalah rahmat itu sendiri. Rahmat ini sudah dijanjikan Allah kepada para nabi dan dinanti-nantikan oleh seluruh umat.   Dengan kedatangan Isa Al-masih ke dunia berarti tergenapilah janji Allah itu (Injil, Rasul Lukas 1:72; 4:19).

Jawaban Saya: Jibril berkata: "Demikianlah." Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." (Maryam: 21). Allah swt menyebut kelahiran Nabi Isa as sebagai rahmat karena Nabi Isa as akan dijadikan seorang Nabi yang menyuruh bangsa Israel untuk menyembah hanya kepada Allah swt semata.

Isa Al-Masih Menjamin Hidup yang Kekal Pengikut-Nya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Adapun tujuan Rahmat ini datang, agar manusia diselamatkan: "Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan" (Injil, Surat Efesus 2:4-5). Rahmat ini sudah datang dan akan datang pula pada hari kiamat untuk memberikan hidup yang kekal kepada mereka yang percaya (Injil, Surat Rasul Besar Yudas 21). Isa Al-Masih sendiri berjanji pada pengikut-Nya, yaitu mereka yang sungguh diselamatkan (lebih dari Kristen keturunan), "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).  Betapa indah janji hidup kekal ini yang diberikan pada setiap orang yang menerima keselamatan dari Isa Al-Masih.


Jawaban Saya: Yesus memang menjamin pengikutnya akan memperoleh hidup yang kekal, siapakah pengikut Yesus ini? Pengikut Yesus ini adalah orang-orang yang beriman dari bangsa Israel sebelum Nabi Muhammad saw di utus menjadi Nabi. Mereka mendengar dan melakukan apa yang Yesus ajarkan. Menyembah hanya kepada Allah satu-satunya Tuhan (Markus 12:29) dan percaya kepada Yesus adalah utusan-Nya (Yohanes 17:8), merekalah yang akan memperoleh rahmat Allah, merekalah yang akan memperoleh hidup yang kekal di surga. Ada pun orang-orang yang menjadi pemuja Yesus dan tidak menyembah hanya kepada Allah sebagai satu-satu Tuhan. Mereka tidak mendengar dan tidak melakukan ajaran Yesus, mereka adalah orang-orang kafir (Al Maa'idah: 17, 72) yang pasti mendapat murka Allah swt. Mereka akan memperoleh hidup yang kekal, bukan di surga tetapi di neraka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Muhammad, Neraka, Dan Rahmat Allah"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.