Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Keesaan Allah dan Allah Tritunggal

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Umat Kristen dan Islam setuju bahwa Allah Maha-Esa dan tidak ada sesuatu yang seperti Dia. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.  . . . .  tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS 112 AlIkhlas 1-4). ”Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Kitab Taurat, Ulangan 6:4) “Dia [Allah] itu esa dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.” (Injil, Markus 12:32)

Perlu dikatakan istilah “trinitas” tidak  ada dalam Alkitab (juga istilah “tauhid” tidak ada dalam Al-Quran) namun Kitab Suci mengajar bahwa Allah, walaupun Maha Esa, juga beroknum tiga.

Kitab Suci juga menjelaskan bahwa 'Kalimat Allah' adalah Allah.  Lihatlah Injil, Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman (Kalam, Kalimat), Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Juga Roh Kudus berulangkali dalam Kitab Suci disebut “Roh Allah” (Injil, Surat Efesus 4:30) dan Allah disebut “Allah Bapa” (Injil, Surat Galatia 1:1). Demikian Allah Tri-Tunggal adalah Allah Bapa, Kalimat Allah (Isa Al-Masih) dan Roh Allah.

Memang buat kita manusia konsep Allah Tri-Tunggal tidak masuk akal.  Tetapi sebagai manusia mustahil kita mengerti semua tentang Allah.  Allah sendiri berfirman: Pikiran-Ku bukan seperti pikiran kamu, dan jalan-Ku bukan seperti jalan kamu. Setinggi langit dari bumi setinggi itulah jalan-Ku daripada jalanmu, dan pikiran-Ku daripada pikiranmu" (Yesaya 55:8-9). Jika guru matematika menjelaskan konsep matematika kepada murid dan murid mengatakan, “Tidak masuk akal” kita pasti tertawa.  Karena pikiran anak dangkal dan terbatas.  Lebih baik kalau anak ini rendah hati dan percaya pada guru walaupun belum mengerti konsepnya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menyatakan umat Kristen setuju bahwa Allah Maha-Esa dan tidak ada sesuatu yang seperti Dia. Saya akui bahwa Bible memang mengajarkan Allah Maha Esa, seperti dinyatakan dalam Ulangan 6:4 atau dalam Markus 12:32, tetapi saya ragu jikalau Tuhan dalam Bible itu juga “tidak ada sesuatu yang seperti dia”, karena dalam Bible Tuhan menyatakan menciptakan manusia menurut gambarnya, itulah sebabnya “Tuhan Bapa” digambarkan dalam wujud laki-laki tua berjenggot putih panjang;

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kejadian 1:27).

Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. (Kejadian 9:6).

Kafir Kristen pemuja Yesus menyebut kitab suci menjelaskan bahwa 'Kalimat Allah' adalah Allah. Mereka mengutip Yohanes 1:1, Surat Efesus 4:30 dan Surat Galatia 1:1 untuk mendukung doktrin sesat Tri Tunggal. Saya jawab: Kitab Suci, bagaimanakah sebuah kitab dapat disebut “Suci”? Sebuah kitab dapat disebut “Suci” ketika dalam kitab tersebut memuat firman-firman Allah swt. Dalam Bible Perjanjian Lama, firman-firman ini disampaikan Tuhan kepada Nabi-nabi-Nya. Jika Perjanjian Baru disebut sebagai Kitab Suci, siapakah Nabi-nabi yang menerima firman Tuhan yang ada dalam Perjanjian Baru? Apakah penulis Injil Yohanes adalah seorang Nabi? Bukan! Apakah penulis surat Efesus dan surat Galatia adalah seorang Nabi? Bukan juga! Kalau kitab Perjanjian Baru tidak ditulis oleh seorang Nabi, bagaimana bisa kitab itu disebut sebagai kitab suci? Dan bagaimana kita harus percaya pada tulisan-tulisan yang bukan berasal dari Firman Tuhan?!

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa sebagai manusia mustahil kita mengerti semua tentang Allah. Saya jawab: Sebagai manusia kita tidak harus mengerti semua hal tentang Tuhan. Yang kita harus mengerti itu hanya sebatas apa yang Tuhan ingin agar kita mengerti tentang diri-Nya. Bagaimana cara Tuhan agar kita mengerti tentang diri-Nya? Dia mengutus Nabi-nabi kepada manusia, berbicara dengan mereka melalui wahyu yang kemudian disampaikannya kepada umatnya. Konsep Tri Tunggal tidak pernah di kenal di zaman Yesus. Yesus tidak pernah mengajarkannya dan membicarakannya. Demikian pula dengan para Nabi sebelum Yesus, mereka juga tidak pernah  mengenal konsep Tri Tunggal dan mengajarkannya kepada umatnya dari bangsa Israel. Itu semua dapat terjadi karena Tuhan tidak pernah mewahyukan kepada para Nabi-Nya tentang konsep Tri Tunggal. Jika Tuhan itu Tri Tunggal, maka Tuhan akan menyampaikannya kepada para Nabi-Nya. Konsep Tri Tunggal akan dikenal jauh sebelum Yesus lahir ke dunia, bukan setelah ratusan tahun Yesus lahir baru di kenal konsep Tri Tunggal. Tri Tunggal tidak lebih dari konsep sesat yang menyimpang dari keyakinan para Nabi Tuhan. 

Konsep Tri-Tunggal

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kepercayaan akan Allah Tri-Tunggal tidak berarti percaya adanya tiga Tuhan yang bekerja sama.  Juga “Tri-Tunggal” tidak berarti bahwa Allah menampakkan diri-Nya dalam tiga modus yang berbeda.  Pokoknya Kitab Suci tidak mengajar adanya tiga Tuhan. Allah Maha Esa! Sudah jelas konsep Allah Maha Esa yang beroknum tiga melebihi kuasa pemahaman manusia.  Inilah sesuatu misteri, sesuatu yang gaib.

Ada banyak ilustrasi untuk menjelaskan konsep Allah Tri-Tunggal.  Semua ilustrasi ini membantu sedikit tetapi tidak satu pun sempurna karena Allah melebihi pemahaman kita.  Salah satu ilustrasi yang mungkin menolong adalah segitiga.  Segitiga jelas bentuk esa atau satu tetapi kalau salah satu sudutnya hilang bukan lagi dapat disebut segitiga.  Dengan kata lain setiap segi dalam segitiga unik tetapi tanpa hubungan dengan dua segi lain, tidak ada segitiga. Komposisi manusia menjadi ilustrasi juga.  Kita mempunyai roh, jiwa dan tubuh.  Saya ada satu orang, esa, namun saya terdiri dari tiga komponen dan kalau satu komponen absen saya tidak boleh disebut manusia.  Namun masing-masing komponen unik, yaitu tubuh jelas berbeda dari jiwa.

Akhirnya, jangan kita lupa bahwa kita tidak dapat mengerti Allah dengan pikiran dan otak kita. Ia jauh melebihi kita.  Lebih baik kita mempelajari apa yang dikatakan tentang Allah dalam Kitab Suci.  Sudah jelas bahwa Kitab Suci mengajar Allah Maha Esa yang Beroknum Tiga, yaitu Allah Bapa, Kalimat Allah (Isa Al-Masih) dan Roh Allah.  Perhatikanlah karangan-karangan lain pada situs “Isa dan Islam” untuk mendapat pengertian tambahan tentang konsep Allah Tri-Tunggal.

Jawaban Saya: Apakah anda tahu kenapa kafir Kristen pemuja Yesus membantah jika kepercayaan akan Allah Tri-Tunggal bukan berarti percaya adanya tiga Tuhan yang bekerja sama? Apakah anda tahu kenapa mereka juga menolak jika Tri-Tunggal dikatakan bahwa Allah menampakkan diri-Nya dalam tiga modus yang berbeda? Jawabannya karena bagi mereka ketiga oknum Tri Tunggal itu adalah satu. Kalau memang benar ketiga oknum Tuhan tersebut satu, kenapa Yesus dan Bapa dapat duduk berdampingan di dalam surga (Mrk 16:19)? Kenapa di atas kepala Yesus terdapat Roh Kudus berbentuk burung (Markus 1:10)?

Di sekitar tahun 2007 yang lalu, saya menemukan sebuah buku dengan judul “Mengapa Anda Cemas dan Takut?” di atas sebuah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang ada dalam sebuah Mol di Surabaya, tempat saya dahulu bekerja. Buku tersebut adalah buku Kristen yang memang sengaja disebarkan untuk menyesatkan akidah pengunjung Mol yang mayoritas Muslim. Di dalamnya terdapat kesaksian-kesaksian serta pokok-pokok ajaran Kristen, seperti tentang kejatuhan Adam, Dosa waris, penebusan dosa dan juga penjelasan tentang Trinitas atau Tri Tunggal. Dari penjelasan tentang Trinitas atau Tri Tunggal yang ada dalam buku ini, anda akan mengetahui bahwa bantahan kafir Kristen tentang Trinitas atau Tri Tunggal seperti yang dapat anda baca di atas adalah usaha menyembunyikan fakta sesungguhnya kesesatan teologi Kristen. Anda dapat membacanya di Mengenal Tuhan-Tuhan Kristen.  

Selanjutnya kafir Kristen pemuja Yesus membuat sebuah analogi untuk menjelaskan Tri Tunggal. Mereka menjelaskan bahwa Tri Tunggal dalam Kristen itu seperti segitiga. Mereka mengatakan bahwa segitiga jelas bentuk esa atau satu tetapi kalau salah satu sudutnya hilang bukan lagi dapat disebut segitiga.  Dengan kata lain setiap segi dalam segitiga unik tetapi tanpa hubungan dengan dua segi lain, tidak ada segitiga. Komposisi manusia menjadi ilustrasi juga.  Kita mempunyai roh, jiwa dan tubuh.  Saya ada satu orang, esa, namun saya terdiri dari tiga komponen dan kalau satu komponen absen saya tidak boleh disebut manusia. Bagi saya penjelasan Tri Tunggal dengan cara membuat seperti itu tidak akan membuat seseorang paham dengan apa itu Tri Tunggal, apalagi mempercayainya.


Analogi Tri Tunggal di atas justru mempertegas bahwa memang ada sesuatu yang tidak beres dengan keyakinan Kristen tersebut. Sebelumnya kafir Kristen pemuja Yesus yang sudah membantah bahwa kepercayaan Tri Tunggal bukanlah berarti percaya adanya tiga Tuhan yang bekerja sama, justru kemudian dalam analoginya, mereka mengatakan segitiga bentuk esa tetapi kalau salah satu sudutnya hilang bukan lagi dapat disebut segitiga, setiap segi harus berhubungan dengan kedua segi lainnya jika tidak demikian maka tidak ada segitiga, bukankah ini jelas sebuah kontradiksi namanya?! Lebih baik kafir Kristen pemuja Yesus tidak perlu memaksakan diri dengan susah payah menjelaskan Tri Tunggal, karena mereka tidak akan pernah mampu menjelaskannya. Jauh lebih baik jika mereka mulai sekarang mengakui bahwa Tuhan yang mereka sembah memang ada tiga, toh agama-agama lain yang memiliki lebih dari satu Tuhan tetap dapat eksis sampai sekarang.        

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "Keesaan Allah dan Allah Tritunggal"

  1. SIAP-SIAP MENINGGALKAN ISLAM.

    BATU HAJAR ASWAD DAN BATU RUKUN YAMANI.
    Siapakah sebenarnya batu-batu ini?
    Apakah batu-batu ini adalah alloh?
    Apakah tujuan naik haji hanya untuk mengusap batu-batu ini?
    Apakah batu-batu ini yang disembah waktu sholat?

    INI BUKTI MENGENAI AJARAN BATU WASIAT SEPERTI LAMPU ALADIN
    sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, "Sesungguhnya, mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani dapat menghapuskan dosa-dosa." (HR. Ahmad dari Ibnu Umar, dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 2194)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Luhut, jika seandainya anda berkomentar sesuai dengan topik, itu sangat baik dan itu pula yang sangat harapkan. Apalagi jika dalam tulisan ini saya juga menyinggung masalah teologi Kristen. Mengenai tuduhan Anda tentang hajar Aswad, kalau memang anda serius mengharap jawaban, dapat Anda baca di http://www.menjawabkristen.net/2015/11/lima-misteri-hajar-aswad-yang-belum.html?m=1

      Delete
  2. Maju terus bang Bileam... Jihad Fisabilillah

    ReplyDelete
  3. @admin :

    Admin, ada baiknya Anda membaca dahulu, baru menuliskan artikel.
    Konsep Tritunggal tertulis di dalam Alkitab.

    Baca :
    Kejadian 1:26-27 (TB) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
    Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

    Kata ganti Allah diucapkan sendiri oleh Allah dengan kata "KITA" artinya Jamak.

    Baca :
    Kejadian 3:22 (TB) Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat;

    Bahkan ayat di atas lebih menjelaskan secara detail, bahwa "Kita" merupakan kesatuan (Jamak) yg berdasarkan kalimat "salah satu dari Kita".

    Konsep Tritunggal Allah bukan dibuat oleh manusia apalagi org Kristen, tetapi Alkitab menyatakan demikian.

    Hal yg paling sempurna utk konsep Tritunggal Allah adalah manusia itu sendiri.
    Krn manusia adalah Gambar & Rupa Allah (Kita)
    Ada Jiwa, Tubuh dan Roh.
    Jiwa = Bapa
    Tubuh = Firman Allah (Yesus)
    Roh = Roh Kudus

    Apakah Jiwa terlihat? Tidak...dia berada di dalam pikiran dan nurani.
    Apakah Tubuh terlihat? Ya... tubuhlah yg mempresentasikan hasil pemikiran dan perintah dari jiwa.
    Apakah Roh terlihat? Tidak... tanpa roha, manusia tidak memiliki kuasa atas hidup.

    Coba admin pisahkan saja salah satu (Ika) bagian dari admin.
    Dapatkah admin disebut manusia dengan nama samaran Bileam?

    Buktikan dahulu, jika tidak terbukti barulah admin bisa menyangkal!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga menyarankan agar anda membaca dan belajar matematika terlebih dahulu sebelum anda menulis komentar.

      kata "kita" dalam b.indonesia memang berarti kata ganti untuk jamak. Tetapi kata tersebut tidak hanya digunakan sebagai kata ganti untuk beberapa orang yang satu pangkat. Tetapi juga bisa digunakan untuk ganti untuk orang yang berbeda pangkat, dan status. Contoh apa bila president jokowi mengatakan dalam pidatonya bahwa kita semua bersaudra. Apakah orang orang yang disekeliling pa jokowi harus berpangkat president. Jadi kesimpulannya konsep tritunggal tidak bisa di benarkan hanya karna tuhan menyebut dirinya dengan kata "kita.

      ==========================

      Ada jiwa,tubuh,dan roh. Anaologi untuk mengatakan bahwa

      Jiwa+tubuh+roh= individu

      Memang cukup tepat tetapi apakah jiwa=individu?
      apakah roh=individu?
      apakh tubuh=individu?

      Jika ketiganya adalah individu
      maka analogi yang tepat seharunya adalah

      Jiwa+roh+tubuh=3individu dan bukanya satu individu

      jika bapa adalah tuhan
      firman adalah tuhan
      dan roh kudus adalah tuhan juga

      maka hasilnya adalah tiga tuhan dan bukannya satu tuhan atau esa

      Delete
    2. @Syarif Khauzakal

      Logika anda sudah KELIRU dalam menafsirkan Hakikat Ilahi Tritunggal Allah Yang Esa.

      KESALAHAN FATAL Logika anda adalah dengan menyebut Allah Bapa adalah Tuhan, Firman adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan, maka hasilnya adalah Tiga (3) Tuhan.

      Secara matematika logika anda dapat dirumuskan:
      1 Oknum + 1 Oknum + 1 Oknum = 3 Oknum ; Benar?

      Lalu apakah Jiwa anda itu Oknum selain diri anda atau bukan? Oknum lain selain dari Oknum Tubuh anda dan Oknum Roh anda?? jika Jiwa anda adalah Oknum lain dari diri anda, maka segera anda periksa kejiwaan anda ke Psikiater, jangan2 anda mengidap penyakit kejiwaan BIPOLAR atau bahkan SKIZOFRENIA.

      Lalu apakah Tubuh anda juga merupakan Oknum lain selain dari Oknum Jiwa anda yg satu oknum dan Roh anda yg satu oknum?

      Lalu apakah Roh anda juga merupakan Oknum lain selain dari Oknum Jiwa anda dan Oknum Tubuh anda??

      Jika menggunakan logika anda, seharusnya KETIGA OKNUM DIRI ANDA tersebut dapat dilihat orang lain termasuk saya secara bersamaan dan bisa juga KETIGA OKNUM DIRI ANDA tersebut berpisah dan melakukan aktifitasnya masing2.

      Kalau begitu saya minta anda buktikan logika anda dihadapan saya!


      Kesalahpahaman anda sama halnya demikian:

      99 Nama Allah / Gelar Allah, saya ambil tiga (3) saja, yaitu

      - Ar Rahman = Allah
      - Ar Rahiim = Allah
      - Al Malik = Allah

      Berdasarkan logika anda maka dapat dirumuskan dalam matematika:
      1 Oknum Ar Rahman (Oknum Allah) + 1 Oknum Ar Rahiim (Oknum Allah) + 1 Oknum 1 Al Malik (Oknum Allah) = 3 Allah????
      bahkan sampai 99 Allah????

      Mengerti kesalahan logika anda dimana???

      Hakikat Ilahi Tritunggal Allah yang esa yaitu Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus adalah GELAR HAKIKAT ILAHI yang masing2 memiliki PERAN ILAHI.

      Sama halnya 99 Nama Allah / Gelar Allah yang masing2 mewakili PERAN ILAHI.

      Sudah mengerti???

      Delete
    3. @Syarif Khauzkal

      Ada baiknya anda belajar lagi...

      Dalam Quran seringkali digunakan kata "jamak" yaitu Kami sebagai kata "ganti" yang merujuk kepada Allah.

      Berdasarkan logika anda :

      فَلَآ أُقْسِمُ بِرَبِّ ٱلْمَشَٰرِقِ وَٱلْمَغَٰرِبِ إِنَّا لَقَٰدِرُونَ
      Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

      Apakah dalam ayat Quran tersebut ada Tuhan yang lain?
      Apakah "Kami" merujuk kepada semua makhluk ciptaan-Nya?

      Penafsiran Ulama2 Islam ada yg menafsirkan bahwa kata "Kami" sebagai kata ganti "jamak" Allah dalam ke-esaan kuasa-Nya, tetapi ada juga yang menafsirkan bahwa kata "Kami" adalah Allah, Malaikat-Nya dan Nabi-Nya.

      Dalam konteks Ayat Quran diatas apakah kata "Kami" itu Allah, Malaikat-Nya dan Nabi-Nya?
      Saya meragukan penggunaan konteksnya...
      Jika benar, apakah Muhammad Maha Kuasa? Apakah Malaikat-Nya Maha Kuasa?

      Jika menggunakan Logika anda... Apakah Malikat itu Allah? Apakah Muhammad itu Allah?????

      Kesimpulan yg sama dengan logika anda adalah "Kami" yang merujuk kepada Allah bertentangan dengan konsep Tauhid Allah.
      Karena jika Allah adalah Satu-satunya, tidak ada "Kami" selain Allah.

      =================================================================

      Anda mengatakan "JIKA KETIGANYA ADALAH INDIVIDU".

      STOPPP!!! Disitulah LETAK KESALAHAN LOGIKA ANDA!

      Apa ada orang ataupun ilmuwan yang mengatakan bahwa Jiwa adalah Individu (Oknum) lain selain Individu (Oknum) Tubuh dan Individu (Oknum) Ruh Manusia?
      Apa ada orang ataupun ilmuwan yang mengatakan bahwa Tubuh adalah Individu (Oknum) lain selain Individu (Oknum) Jiwa dan Individu (Oknum) Ruh Manusia?
      Apa ada orang ataupun ilmuwan yang mengatakan bahwa Ruh adalah Individu (Oknum) lain selain Individu (Oknum) Jiwa dan Individu (Oknum) Tubuh?

      Berdasarkan logika KEBLINGER anda, seharusnya Jiwa anda dapat berkeliaran bebas melakukan aktifitas diluar dari tubuh dan ruh anda, begitu juga tubuh dan ruh anda!

      Dan... orang lain bisa "melihat" secara nyata (fisik) bukan ghoib apalagi ilusi oknum jiwa anda melakukan aktifitasnya disamping, dibelakang, didepan anda secara bersamaan dan lain aktifitas, bahkan berkomunikasi tatap muka!

      Jelas khan kesalahan LOGIKA anda???!!!

      Saya tanya... Ar Rahman = Allah atau bukan? Ar Rahiim = Allah atau bukan? Al Malik = Allah atau bukan?

      Jika menggunakan logika anda, seharusnya Ar Rahman (Allah) + Ar Rahiim (Allah) + Al Malik (Allah) = 3 Allah, bahkan bukan hanya 3 tetapi 99 Allah!

      Faktanya? 99 itu adalah GELAR ILAHI pada setiap PERAN ILAHI-NYA!

      Sama halnya dengan Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus yang adalah GELAR ILAHI pada setiap PERAN ILAHI-NYA.

      Sudah Paham???

      Delete
  4. Saya tidak membenarkan anda, saudaraku orang Kristen, mengenai Trinitas. Saya lebih membenarkan saudara kita yang muslim, walau mereka masih belum mengerti.

    Alah itu esa, Yesus sendiri yang mengatakannya dalam
    Markus 12:29 (TB)
    Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    Juga kita harus bisa membedakan kata " Tuhan" dengan kata "Allah".
    Kata "Tuhan" sebenarnya adalah "Tuan" (Lord), sementara "Allah" adalah "God". Kita memanggil Allah sebagai Tuan kita karena kita adalah hamba-Nya. Anda mengatakan bahwa Yesus adalah Allah Yang Maha Esa? Salah!!!!!
    Alkitab sudah jelas sekali.

    Jadi siapa kah Allah Yang Maha Esa? Mari kita tanyakan Yesus sendiri.

    Ketika Yesus berkata dalam
    Markus 12:29 (TB)
    Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    Di ayat berikutnya para ahli taurat tersebut berkata:
    Markus 12:32 (TB)
    Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

    Pertanyaannya adalah: "Siapa" kah yang sedang mereka bicarakan?

    Mari kita lihat apa kata Yesus selanjutnya.

    Yohanes 8:54 (TB)
    Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,

    Jelas sekali bukan?
    Jangan saudara tambahi yang tidak ada tertulis di Alkitab.

    Allah yang esa itu adalah Bapa, inilah mungkin yang tidak diketahui oleh saudara kita yang muslim.

    Sementara Yesus? Dia bukan Allah yang esa seperti yang dikatakan oleh Trinitas.

    Agama saya? Saya bukan Katolik dan bukan juga muslim. Protestan? Hmm, gk juga sih, karena kami tidak makan babi, udang, kepiting (Yang tertulis di Imamat 11) dan lainnya. Natal? Gk pernah tuh ditulis di Alkitab apa lagi disuruh dirayakan. Minggu? Ah, bukan, kami tidak menguduskan hari minggu. Keluaran 20:8
    Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.

    Apa itu hari Sabat? Coba cari terjemahan dari beberapa bahasa.

    Clue: Hari Ke-7

    God bless us.

    ReplyDelete

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.