Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Benarkah Al-Quran Seratus Persen Firman Allah?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Benarkah Al-Quran adalah seratus persen firman (perkataan) Allah, tidak bercampur dengan ucapan Muhammad sebagaimana dinyatakan dalam Sura 53:3-5? Mari kita simak ayat-ayat Al-Quran di bawah ini:

1. Apakah Al Faatihah itu ucapan Allah atau manusia? Bukankah manusia yang berseru, “Hanya Engkaulah yang kami sembah”? Bukankah tidak mungkin Allah yang berdoa, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”?

2. Apakah benar bagian akhir dari Sura 6:106 adalah ucapan Allah, “Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara“? Bukankah ini jelas ucapan Muhammad seperti telah diakui dengan memasukkan namanya dalam tanda kurung?

3. Bagaimana dengan Sura 6:114, “Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang menurunkan kitab …” Bukankah ini ucapan Muhammad dan bukan ucapan Allah?

4. Apakah bukan ucapan Muhammad dalam Sura 17:1 yang berbunyi, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam hari dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha …”?

5. Siapakah “Aku“ dalam Sura 27:91? Tidakkah ini jelas bukan Allah tetapi seorang manusia? Bagaimana Allah dapat berkata, “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nyalah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya termasuk orang-orang yang berserah diri”?

6. Apakah sungguh Allah bersumpah demi hari kiamat dan dengan jiwa yang amat menyesal (Sura 75: 1-2)? Bukankah ini ucapan manusia? Apakah sungguh Allah bersumpah demi bintang-bintang dan demi malam dan demi subuh (Sura 81:15-18)? Bukankah ini ucapan manusia?

7. Apakah bukan malaikat yang mengucapkan Sura 19:64, “Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. KepunyaanNyalah apa-apa yang ada dihadapan kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa“?

8. Apakah bukan malaikat yang mengucapkan Sura 37:161-166? Bagaimana mungkin Allah yang mengatakan, “Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu, sekali-kali tidak dapat menyesatkan terhadap Allah, kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala. Tiada seorang pun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan tertentu, dan sesungguhnya kami benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah) dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah)”? Jelas sekali ini perkataan malaikat, bahkan kata “malaikat” sudah dimasukkan.

9. Apakah sungguh ucapan Allah yang terdapat dalam Sura Al Jin? Bukankah sebenarnya Jin yang berbicara – umpamanya Sura 72:11, “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh (apakah ada jin yang saleh? Bukankah ini dusta belaka?) dan di antara kami ada yang tidak demikian halnya.”

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Al-Qur’an bukanlah 100 persen firman Allah swt. Mereka mengatakan Al-Qur’an telah tercampur dengan ucapan Nabi Muhammad saw. Mereka mengutip beberapa ayat Al-Qur’an yang mereka anggap sebagai bukti, di antaranya:

1.  Kafir Kristen pemuja Yesus menyebut surah Al-Faatifah bukan firman Allah swt karena adanya doa di dalamnya, seperti “Hanya Engkaulah yang kami sembah” atau  “Tunjukilah kami jalan yang lurus”.

Surah Al-Faatihah adalah benar-benar firman Allah swt, bukan doa atau ucapan manusia. Itu karena dalam ayat lainnya, Allah swt telah menyatakan bahwa Al-Faatihah adalah firman dari-Nya. Ayat yang saya maksud adalah, “Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung”. ( Al-Hijr: 87).

2. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bagian akhir dari Sura 6:106 bukanlah firma Allah swt, mereka katakan bahwa ini ucapan Nabi Muhammad saw; “Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara”. Ayat yang dimaksud oleh kafir pemuja Yesus tidak ada dalam surah Al-An'aam (6):106, tetapi ada pada ayat 104 di surah yang sama, “Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu)”. (Al An'aam: 104).

Adanya kata ganti orang pertama tunggal (aku) di sana bukanlah berarti bahwa ayat itu merupakan ucapan Nabi Muhammad saw, itu adalah firman Allah swt yang mengutip ucapan Nabi Muhammad saw atas perintah Allah swt terhadap orang-orang kafir. Nabi-nabi lain dalam Al-Qur’an juga sering dikutip ucapannya oleh Allah swt, misalnya ucapan Nabi Huud as kepada kaumnya, “Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): “Aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang gaib”, (Huud: 31).

3. Ayat ini dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai ucapan Nabi Muhammad saw, bukan firman Allah swt, Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. (Al-An'aam: 114). Jawaban saya tentang ayat ini adalah sama dengan jawaban di nomor 2.      

4. Ayat ini dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai ucapan Nabi Muhammad saw, Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Israa': 1).

Hanya karena ada penyebutan nama Allah swt pada ayat tersebut, kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan ayat itu ucapan Nabi Muhammad saw. Apa salahnya sih Allah swt menyebut nama-Nya sendiri dalam firman-Nya? Bukankah kalau cuma menggunakan kata ganti seperti “aku” justru akan membingungkan mengenai siapa yang menjalankan Nabi Muhammad saw? Bukankah Tuhan dalam Bible juga sering menyebut nama-Nya sendiri dalam firman-Nya? Contohnya: Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.  Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. (Kejadian 1:1-5).

5. Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (An Naml: 91). Jawaban saya sama dengan jawaban yang ada di nomor 2.

6. Kafir Kristen pemuja Yesus menyebut Al-Qur’an bukan firman Allah swt karena di dalamnya terdapat sumpah Tuhan demi makhluknya, seperti demi hari kiamat dan dengan jiwa yang amat menyesal (Sura 75: 1-2) atau demi bintang-bintang dan demi malam dan demi subuh (Sura 81:15-18). Saya tidak tahu apa alasannya, Tuhan seolah tidak boleh bersumpah demi ciptaannya sendiri? Dan saya pun tidak tahu bagaimana sumpah Tuhan demi ciptaannya dalam Al-Qur’an dapat dijadikan bukti bahwa itu bukan firman Allah? Padahal dalam Bible, Tuhan juga bersumpah demiselain diri-Nya, seperti ayat ini, TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: “Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!” (Amsal 8:7).

7. Kafir Kristen pemuja Yesus menyebut ayat ini bukan firman Allah swt karena adanya ucapan malaikat di dalamnya, Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa. (Maryam: 64). “Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu”, ini adalah jawaban Jibril atas pertanyaan Nabi Muhammad saw yang sengaja di abadikan oleh Allah swt agar menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman. Ucapan Malaikat dalam Bible juga sering muncul, salah satu di antaranya, Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan” (Kejadian 19:21).

8. Kafir Kristen pemuja Yesus menyebut ayat ini adalah ucapan Malaikat bukan firman Allah swt, 161. Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu, 162. Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah, 163. kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala. 164. Tiada seorang pun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu, 165. dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah). 166. Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah). (Ash Shaaffaat: 161-166). Semua ayat-ayat di atas adalah firman Allah swt. Khusus di ayat 164-166 adalah firman Allah swt yang mengabadikan ucapan para Malaikat agar dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman.

9. Kafir Kristen pemuja Yesus menyebut ayat ini bukan firman Allah swt, melainkan ucapan jin, Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (Al Jin: 11). Ayat ini adalah firman Allah swt yang mengabadikan perkataan-perkataan Jin agar dapat dijadikan pelajaran bagi orang-orang beriman. Jin adalah makhluk Allah swt yang gaib atau tak kasa mata. Dengan ayat ini atau ayat semisal, umat Islam dapat mengetahui perihal Jin.

Tuduhan kafir Kristen pemuja Yesus yang mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan seratus persen firman Allah swt telah saya jawab. Terlihat tuduhan mereka datar-datar saja, tidak ada sesuatu yang benar-benar menggigit. Yang mereka permasalahkan dari ayat-ayat Al-Qur’an adalah adanya ucapan Nabi Muhammad saw, Malaikat dan Jin. Padahal itu adalah firman Allah swt yang mengabadikan ucapan makhluk-Nya. Bible juga banyak “firman Tuhan” yang mengutip ucapan-ucapan selain Tuhan sendiri. Yang paling jorok adalah ucapan seorang laki-laki yang sedang nafsu banget ingin gituan, seperti ini:  

Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, puteri yang berwatak luhur! Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan, karya tangan seniman. Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung. Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang. Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik. Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya. Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi. Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya. Kataku: "Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel. (Kidung Agung 7:1-8). Apakah rayuan gombal yang seperti ini dapat di sebut firman Tuhan?!

Kalau standar yang mereka gunakan untuk menyatakan Al-Qur’an bukan seratus persen firman Allah swt juga mereka gunakan untuk menilai Bible, maka Bible juga akan hancur tidak akan mungkin dapat di sebut sebagai firman Tuhan.    

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Benarkah Al-Quran Seratus Persen Firman Allah?"

  1. Pantas ga ada yg berkomentar, belum2 sudah diancam "komentar tdk akan ditayangkan jika menyanggah isi postingan".

    Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak pernah mengancam komentar yang menyanggah isi postingan tidak akan ditayangkan. Justru saya meminta agar komentar tidak keluar dari topik. Komentar yang tidak keluar dari topik adalah komentar yang berisi jawaban atau sanggahan atas postingan saya. Wong Awam sepertinya gagal paham dengan apa yang saya tulis. Dia menganggap tanda ";" sebagai tanda "," sehingga salah memahami tulisan saya.

      Delete
  2. Allah SWT berfirman:
    اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ
    "(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam."
    (QS. Sad: Ayat 87)
    Allah SWT berfirman:
    وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَاَهٗ بَعْدَ حِيْنِ
    "Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur'an) setelah beberapa waktu lagi.""
    (QS. Sad: Ayat 88)

    ReplyDelete

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.