Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Perjalanan Nabi Allah ke Sorga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, walaupun saya bukan Muslim, tetapi sebagai siswa saya wajib mengikuti kegiatan sekolah, termasuk merayakan Isra Miraj. Kami senang merayakan perayaan tersebut. Semua siswa menggunakan baju Muslim, dan biasanya perayaan diakhiri dengan makan bersama. Sebagai anak-anak jelas kami tidak terlalu memahami makna dari yang kami rayakan. Kami hanya menikmatinya sebatas pemikiran anak-anak. Itulah keluguan anak-anak. Tidak menutup kemungkinan, orang Muslim yang berusia dewasa pun mempunyai pemahaman yang sama tentang Isra Miraj. Mereka hanya tahu bahwa Isra Miraj adalah “perjalanan” nabi Islam ke sorga.

Perlunya Saksi Mata

Saksi mata sangat dibutuhkan untuk membenarkan sebuah perkara. Di pengadilan misalnya, kesaksian yang didukung saksi mata, akan lebih diterima Hakim dibanding kesaksian tanpa saksi mata. Bahkan seseorang yang dianggap benar, tapi tidak dapat mengajukan saksi mata, di pengadilan dapat menjadi pihak yang kalah. Mungkin saudara bertanya, “Apa hubungan saksi mata dengan Isra Mi’raj Nabi Muhammad? Ijinkanlah kami menjelaskannya. Pertama, marilah kita sekilas berpikir tentang makna hari raya yang akan kami bahas.

Jawaban Saya: Memang benar, dalam sebuah pengadilan, kesaksian sangat dibutuhkan bagi majelis hakim untuk memutuskan perkara. Tetapi seorang hakim juga tidak akan dengan mudah menerima pernyataan seorang saksi tanpa usaha investigasi; kejujuran saksi, kesesuaian kesaksian seorang saksi dengan kesaksian saksi lainnya adalah hal mutlak yang harus juga menjadi bahan pertimbangan. Lalu bagaimana dengan saksi-saksi para penulis Injil? Para penulis Injil memang menyebut tulisannya adalah dari kesaksian-kesaksian, namun kesaksian siapa sajakah yang mereka jadikan sumber? mereka tidak menyebutkannya, dapatkah kesaksian mereka dipercaya? Jika ya, apa alasannya? Dan apakah saksi-saksi menyaksikan sendiri atau hanya menceritakan kembali kesaksian orang lain? Anda tidak akan dapat menemukan jawaban memuaskan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Kafir Kristen pemuja Yesus yang menyebut Isra Mi’raj adalah hari raya adalah salah. Hari raya dalam Islam cuma ada dua: ‘Idul Fitri dan ‘Idul ‘Adha, Isra Mi’raj bukan termasuk hari raya dalam Islam.

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Hammad dari Humaid dari Anas dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba di Madinah, sedangkan penduduknya memiliki dua hari khusus untuk permainan, maka beliau bersabda: "Apakah maksud dari dua hari ini?" mereka menjawab; "Kami biasa mengadakan permainan pada dua hari tersebut semasa masih Jahiliyah." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari kedua hari tersebut, yaitu hari (raya) kurban (iedul Aldha) dan hari raya Iedul fithri." (Sunan Abu Daud: 959)

Pengertian Isra Mi ’raj

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut kepercayaan umat Muslim, ada dua peristiwa penting yang dialami Muhammad dalam satu malam. Peristiwa pertama disebut “Isra”. Yaitu “diberangkatkannya” Muhammad oleh Allahnya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Para Muslim percaya di tempat ini Muhammad bertemu nabi-nabi sebelumnya, termasuk Isa Al-Masih. Dan Muhammad pun membimbing mereka dan menjadi imam utama dalam sholat. Peristiwa kedua disebut “Mi'raj”. Yaitu “diangkatnya” Muhammad sampai ke langit sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Kendaraan yang ditumpanginya disebut hewan buraq. Pun orang Islam percaya, di sinilah Muhammad mendapat perintah dari Allah untuk menunaikan sholat lima waktu. Sebuah sumber berkata, sebelumnya Allah dan Muhammad saling tawar menawar, hingga akhirnya disepakati sholat dilakukan lima kali sehari. Akhirnya kedua peristiwa ini, dikenal dengan nama “Isra Mi'raj Nabi Muhammad”

Isra Mi'raj merupakan peristiwa penting bagi kenabian Muhammad. Tetapi tidak semua orang Muslim di Indonesia merayakannya. Beberapa teman Muslim yang sering mengemail kami berkata, mereka tidak merayakan Isra Mi'raj. Memang mereka tidak memberi alasan yang jelas, mengapa tidak merayakan Isra Mi'raj. Kami hanya berpikir, mungkinkah mereka tidak percaya peristiwa tersebut sepenuhnya, karena tidak ada saksi mata ketika Muhammad melakukan perjalanannya? Menurut kami, wajar saja bila umat non-Muslim tidak dapat mempercayai peristiwa Isra Mi'raj. Sebab tidak ada seorang pun saksi mata ketika Muhammad melakukan “perjalanan” tersebut.

Jawaban Saya: Peristiwa Isra Mi’raj bersumber tidak hanya dalam hadits-hadits shahih, tetapi juga telah di abadikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Al Israa': 1). Tidak ada seorang pun dari umat Islam yang tidak mempercayai peristiwa Isra Mi’raj. Sebab jika itu terjadi, maka dia bukan lagi seorang Muslim karena sudah tidak mempercayai kebenaran Al-Qur’an. Sebagian umat Islam memang tidak merayakan Isra Mi’raj, tetapi itu bukan indikasi bahwa mereka tidak mempercayai Isra Mi’raj seperti yang sudah dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Isra Mi’raj tidak dirayakan oleh sebagian umat Islam, karena sebagian dari mereka menganggap merayakan Isra Mi’raj merupakan perbuatan bid’ah karena tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shalallau alaihi wa salam dan para sahabatnya.

Kenaikan Isa Al-Masih ke Sorga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Bukan bermaksud untuk membandingkan. Namun bila kita melihat bagaimana perjalanan Muhammad dan Isa Al-Masih ke sorga, khususnya dalam hal saksi mata, perjalanan Isa Al-Masih lebih dapat diterima. Alasannya: Pertama, ketika Dia naik ke sorga, dilakukan pada siang hari, bukan tengah malam. Kedua, banyak saksi mata yang menyaksikan peristiwa tersebut. Dan ketiga serta yang paling penting: Peristiwa itu adalah benar-benar nyata, bukan sebuah mimpi atau ilusi, sebagaimana yang tertulis dalam kitab suci. “Dan ketika Ia [Isa Al-Masih] sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga ” (Injil, Rasul Lukas 24:51).

Yang melihat Yesus terangkat naik ke sorga saat itu, bukan hanya murid-murid pertama-Nya. Tetapi juga disaksikan oleh orang-orang Yahudi yang telah menjadi pengikut-Nya kala itu. Mulia Atau Termulia? Bila kita melihat pada Al-Quran, terdapat cukup banyak gelar yang ditujukan bagi Isa Al-Masih yang tidak dimiliki nabi lain. Seperti: Isa disebut suci (Qs 19:19). Isa disebut Kalimat Allah termulia di dunia dan di akhirat (Qs 3:45). Isa saat ini ada di sorga (Qs 43:61). Bagaimana dengan Muhammad? Memang umat Muslim mengenal dia sebagai orang yang dimuliakan Allah. Tetapi bukan yang termulia. Dan lagi, tidak satu pun gelar yang diberikan bagi Isa, terdapat pada diri Muhammad. Dari uraian di atas, maka perlu untuk kita berpikir, siapakah di antara kedua tokoh tersebut yang layak diteladani. Apakah yang mulia atau yang termulia?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus berkata kalau kenaikan Yesus ke sorga di saksikan oleh banyak orang yang menjadi saksi mata. Namun demikian, dari empat Injil yang ada, ternyata hanya Injil Markus dan Injil Lukas yang menceritakan kenaikan Yesus ke sorga. Sementara itu Injil Matius dan Injil Yohanes sama sekali tidak menceritakan tentang kenaikan Yesus ke sorga. Jika kenaikan Yesus memang bukan sebuah mimpi atau ilusi, mengapa hanya saksi-saksi dari penulis Injil Markus dan Injil Lukas saja yang menyaksikan kenaikan Yesus? Kenapa saksi-saksi dari penulis Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyaksikan kenaikan Yesus juga? Kafir Kristen pemuja Yesus berkata kenaikan Yesus disaksikan oleh banyak orang, termasuk di antara mereka adalah murid-murid Yesus sendiri, tetapi kenapa penulis Injil Matius dan penulis Injil Yohanes yang merupakan murid-murid Yesus tidak menuliskannya ke dalam Injil yang mereka tulis? Selain itu, Injil Markus dan Injil Lukas yang menceritakan tentang kenaikan Yesus, ternyata juga berbeda dalam menceritakan kronologi menjelang kenaikan Yesus.

Jika fakta-fakta di atas diserahkan kepada majelis hakim untuk dikaji benar atau tidaknya peristiwa kenaikan Yesus. Karena tidak semua saksi mata melihat kenaikan Yesus dan simpang-siurnya kronologi kenaikan Yesus oleh saksi-saksi yang mengaku melihat kenaikan Yesus, maka majelis hakim akan memutuskan bahwa peristiwa kenaikan Yesus ke sorga adalah fiktif belaka.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus adalah suci (Qs 19:19), kalimat Allah yang termulia (Qs 3:45), berada di sorga (Qs 43:61). Saya jawab dengan singkat saja karena ini sudah sangat sering di jawab. Nabi Isa memang di sebut Al-Qur’an sebagai seorang anak yang suci, tetapi bukan hanya Nabi Isa saja yang suci, karena semua manusia lahir dalam keadaan suci (Shahih Muslim: 4804). Memang Al-Qur’an menyebut Nabi Isa terkemuka (Arab: wajiha), tetapi bukan hanya Nabi Isa saja yang mendapat sebutan “wajiha”. Nabi Musa dalam Al-Qur’an (Al-Ahzab: 69) juga memperoleh sebutan “wajiha” yang berarti terkemuka, terhormat atau dimuliakan. Bohong kalau kafir Kristen pemuja Yesus menyebut Al-Qur’an (Az Zukhruf: 61) menyatakan Nabi Isa berada di sorga, anda boleh baca sendiri ayatnya. Jadi tidak ada alasan untuk menjadikan Yesus sebagai Tuhan, bukan?!

Dia yang Termulia, Memberimu Jaminan Keselamatan

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Melalui kitab suci Injil, Isa Al-Masih memperkenalkan diri-Nya, “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku ” (Yohanes 14:6). Isa Al-Masih satu-satunya Pribadi yang dapat memberi setiap orang jaminan keselamatan. Melalui Dia, setiap orang dapat menemukan jalan dan kebenaran hidup bersama dengan Allah. Dia yang berasal dari sorga, telah terangkat kembali ke sorga. Tempat dari mana Dia berasal!

Jawaban Saya: Yesus sama sekali tidak dapat menjamin keselamatan. Yang dilakukan oleh Yesus hanya dapat menyiapkan surga (Yohanes 14:2), bukan untuk menjamin pengikutnya masuk surga (Matius 20:23). Yesus menyiapkan rumah di surga hanya untuk 144 ribu bangsa Israel (Wahyu 7:4), itu artinya hanya 144 ribu dari bangsa Israel yang mendengar dan melakukan perkataan Yesus (Lukas 6:47) yang akan masuk surga. Jadi bagi anda yang hanya mendengar perkataan Yesus tetapi tidak melakukannya, apalagi kalau anda bukan dari bangsa Israel seperti kafir Kristen, bersiaplah kalian untuk gigit jari.

Kafir Kristen pemuja Yesus selalu bersikap mendua. Peristiwa Isra Mi’raj mereka anggap tidak dapat diterima karena tidak adanya saksi mata. Sementara mereka menerima begitu saja banyak peristiwa dalam Bible Perjanjian Baru yang menceritakan Yesus, walaupun tidak ada saksi mata yang melihat. Sebagai contoh, mereka menerima peristiwa dibawanya Yesus oleh iblis ke bubungan bait Allah, walaupun saksi mata tidak ada. Mereka menerima kisah turunnya Yesus ke dunia orang mati sewaktu mati selama tiga hari, walaupun tidak ada saksi mata yang melihatnya. Mereka juga menerima cerita bangkitnya Yesus dari kubur, walaupun tidak ada seorang pun yang melihat bagaimana Yesus bangkit. Untuk menilai agama Islam mereka selalu menuntut saksi, sementara untuk cerita dalam agama sendiri, mereka hanya imani saja.   

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perjalanan Nabi Allah ke Sorga"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.