Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Kisah Kelahiran Muhammad Dan Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Muhammad berkata "Sebelum Allah menciptakan yang lain, terlebih dahulu Ia menciptakan nur nabimu (Nur Muhammad).” Melalui Nur Muhammad yang kekal itu, Allah menciptakan segala sesuatu. Anehnya, Nur Muhammad yang kekal, yang menjadi manusia Muhammad, mati seperti manusia biasa. Bandingkan dengan Isa Al-Masih, adalah Kalimatullah yang kekal “… bersama-sama dengan Allah dan … adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Karena itu, Isa Al-Masih tidak mati selamanya, melainkan “bangkit dari antara orang mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 21:14) dan “naik ke sorga” (Injil, Lukas 24:51). Islam dan Kristen percaya bahwa Isa ada di sorga sekarang ini.

Jawaban Saya: Muhammad shallallahu ‘alahi wa salam. Beliau merupakan hamba Allah sekaligus utusan-Nya. Allah telah memilihnya sebagai hamba-Nya yang paling mulia dan sebagai pengemban risalah bagi seluruh jin dan manusia. Selain itu, Allah juga telah memuliakan beliau dengan beberapa keutamaan yang tidak dimiliki oleh makhluk selainnya. Di antara keyakinan tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang banyak tersebar di Indonesia, khususnya bagi mereka yang biasa bergelut dengan dunia ke-sufi-an, adalah keyakinan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di ciptakan dari cahaya Allah; dan seluruh alam semesta diciptakan dari cahayanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Benarkah pemahaman ini?

Yang menjadi dasar atas keyakinan tersebut adalah sebuah hadits yang terdapat banyak dalam kitab-kitab sufi. Hadits tersebut adalah sebagai berikut: `Abdurrazzaq meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada shahabat Jabir bin `Abdilla al-Anshariy radhiyallahu `anhu, dia mengatakan: “Saya bertanya: ‘Wahai Rasulullah, Demi bapak dan ibu saya sebagai tebusan bagimu, kabarkan kepada saya tentang makhluk yang pertama Allah ciptakan sebelum Dia menciptakan selainnya.’ Beliau menjawab: ‘Wahai Jabir, makhluk yang pertama Allah ciptakan adalah cahaya Nabimu yang Dia ciptakan dari cahaya-Nya. Kemudian Dia menjadikan cahaya tersebut berputar dengan kuat sesuai dengan kehendak-Nya. Belum ada saat itu lembaran, pena, surga, neraka, malaikat, nabi, langit, bumi, matahari, bulan, jin, dan juga manusia. Ketika Allah hendak menciptakan, Dia membagi cahaya tersebut menjadi 4 bagian. Kemudian, Allah menciptakan pena dari bagian cahaya yang pertama; lembaran dari bagian cahaya yang kedua; dan `Arsy dari bagian cahaya yang ketiga. Selanjutnya, Allah membagi bagian cahaya yang keempat menjadi 4 bagian lagi. Lalu, Allah menciptakan (malaikat) penopang `Arsy dari bagian cahaya yang pertama; Kursi dari bagian cahaya yang kedua; dan malaikat yang lainnya dari bagian cahaya yang ketiga. …[di akhir hadits beliau mengatakan] Beginilah permulaan penciptaan Nabimu, ya Jabir.”

Syaikh Dr. Shadiq Muhammad Ibrahim, salah seorang yang telah melakukan penelitian terhadap hadits ini mengatakan: “Semua kitab-kitab sufi yang terdapat di dalamnya hadits ini, tidak ada yang menyebutkan sanad dari hadits tersebut. Mereka hanya menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh `Aburrazzaq. Saya telah mencari hadits tersebut dalam kitab-kitab yang ditulis oleh `Abdurrazzaq dan saya tidak menemukan hadits tersebut.”

`Abdullah al-Ghamariy (seorang pakar hadits) mengatakan: “Hadits tersebut merupakan hadits maudhu` (palsu). Bersamaan dengan itu, hadits tersebut juga tidak terdapat dalam kitab Mushannaf `Abdurrazzaq, Tafsirnya, dan tidak juga dalam Jami`-nya. Maka shahabat Jabir bin `Abdullah radhiyallahu `anhu (perawi hadits menurut mereka) berlepas diri dari menyampaikan hadits tersebut. Demikian juga `Abdurrazzaq, dia tidak pernah menulis hadits tersebut (dalam kitabnya). Orang yang pertama menyampaikan hadits ini adalah Ibnu Arabi. Saya tidak tahu dari mana dia mendapatkannya.”

Jadi karena keterangan tentang nur Muhammad adalah berasal dari hadits maudhu’ (palsu), maka hadits ini tidak boleh dijadikan pegangan. Keyakinan tentang nur Muhammad adalah keyakinan yang sesat dan menyesatkan, umat Islam sudah seharusnya menjauhkan diri mereka dari keyakinan seperti ini, agar mereka selamat dalam beragama. Kalau begitu, siapakah Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa salam? Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa salam hanyalah seorang manusia yang Allah subhanahu wa ta’ala jadikan beliau seorang Rasul (utusan), sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya, Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” (Al-Israa`: 93). Jadi tidak aneh jikalau Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam meninggal dunia, karena beliau hanyalah manusia biasa seperti kita. Aneh itu kalau ada Tuhan dapat di aniaya dan mati dibunuh oleh makhluknya sendiri.

Yohanes 1:1 adalah ayat yang dikatakan oleh sarjana Kristen sebagai ayat yang tidak ada dalam teks asli alias sisipan, jadi sudah seharusnya Kristen tidak menggunakan lagi ayat tersebut. Yesus tidak mati selamanya, melainkan “bangkit dari antara orang mati” (Yohanes 21:14) dan “naik ke sorga” (Injil, Lukas 24:51)? Orang yang bangkit dari kubur bukan cuma Yesus, orang-orang kudus bahkan bangkit terlebih dahulu sebelum Yesus (Matius 27:52), Tuhan itu kekal tidak akan pernah mati, bukan mati kemudian bangkit. Naiknya Yesus ke surga juga bukan sesuatu yang istimewa, karena Nabi Elia juga naik ke surga (2Raja-Raja 2:11), bahkan Nabi Elia dapat dibilang lebih hebat karena naik ke surga tanpa harus mati terlebih dahulu.

Fakta Nubuat Kelahiran Muhammad Dan Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Islam berpandangan bahwa seorang Yahudi meramalkan kelahiran Muhammad kepada kaum Quraisy. Sayangnya, tidak ada satu nubuat pun tentang dia dalam Kitab Allah (Taurat, Zabur dan Injil). Mungkinkah Allah SWT lupa menubuatkan “nabinya?” Sebaliknya, Allah telah menubuatkan kelahiran Isa Al-Masih 700 tahun sebelumnya. “…Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki (Isa Al-Masih), dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Kitab Nabi Yesaya 7:14) digenapi dalam Injil Rasul Besar Matius 1:23).

Jawaban Saya: (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma´ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

Nubuat-nubuat kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa salam yang Al-Qur’an sebutkan berada pada Taurat dan Injil bukan cuma isapan jempol, karena seorang Bani Israel yang hidup semasa Nabi saw. Hidup menemukan ciri-ciri Beliau shallallahu ‘alahi wa salam berada pada Taurat.

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim". (Al-Ahqaaf: 10)

Sebab turunnya ayat:

Imam ath-Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Auf bin Malik al-Asyja'i yang berkata, "Suatu hari, saya ikut bersama Nabi saw. pergi ke suatu tempat. Kami lantas masuk ke dalam sebuah sinagog (tempat ibadah) Yahudi, pada hari raya mereka. Orang-orang tersebut tampak tidak suka dengan kehadiran kami. Rasulullah lalu berkata di hadapan mereka, 'Wahai kaum Yahudi, datangkanlah kepada saya 12 orang di antara kalian yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, tiiscaya Allah akan menghilangkan dari seluruh orang Yahudi di burni ini kemurkaan yang Dia timpakan terhadap mereka'. Seluruh orang Yahudi yang hadir di tempat itu terdiam. Tidak ada yang menjawab. Beberapa saat kemudian, ketika Rasulullah tengah bermaksud melangkah keluar, tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki dari arah belakang beliau yang berkata, 'Mohon tetaplah di tempatmu, wahai Muhammad!' Laki-laki itu lantas berdiri di hadapan seluruh yang hadir seraya berkata, 'Wahai kaum Yahudi, sejauh yang kalian ketahui tentang saya, siapakah saya ini?' Orang- orang Yahudi menjawab, 'Demi Allah, kami tidak pemah menemukan di antara kami orang yang paling mengetahui tentang Kitabullah (Taurat) dan yang paling memahami isinya dibandingkan dirimu dan sebelumnya bapakmu dan sebelumnya lagi kakekmu ' Laki-laki itu lantas berkata, 'Sekarang saksikanlah bahwa sesungguhnya saya bersaksi bahwa ia (Muhammad) adalah nabi yang kalian dapati (sifat-sifatnya) di dalam Taurat.' Mendengar ucapan laki-laki itu, orang-orang Yahudi yang hadir itu pun lalu berkata, 'Engkau bohong!' Mereka semua lantas membantah ucapan laki-laki itu serta mengatakan hal-hal  yang buruk tentangnya. Allah lantas menurunkan ayat, 'Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku, bagaimana pendapatmu jika sebenarnya (Al-Qur'an) ini datang dari Allah, dan kamu mengingkarinya,..."

Telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Al Jurairi dari Abu Shakr Al 'Uqaili telah menceritakan kepadaku seorang badui ia berkata;...lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Aku bersumpah padamu dengan Yang menurunkan taurat, apakah kau menemukan sifatku dan kemunculanku dikitab itu? Orang itu dengan isyarat kepala menjawab: Tidak. Anak orang itu berkata; Demi Yang menurunkan taurat, kami menemukan sifatmu dan kemunculanmu dalam kitab kami, aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang haq) kecuali Allah dan engkau adalah utusan Allah. Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Dirikan orang yahudi itu dari saudara kalian." Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam mengkafani, memberinya wewangian dan menshalatinya. (Musnad Ahmad 22394)

Bukti adanya nama dan sifat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam terdapat dalam Injil dapat kita baca dalam hadits dibawah ini:

Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Musa ia berkata; Aku mendengar Hudaij saudara Zuhair bin Mu'awiyah dari Abu Ishaq dari Abdullah bin Utbah dari Ibnu Mas'ud ia berkata,..."Lalu Najasyi mengambil sepotong kayu dari tanah dan berkata, "Wahai sekalian penduduk Habasyah dan para pendeta! Demi Allah, mereka tidak menambahkan sedikit pun dari apa yang kita katakan (yakini tentang Isa). Selamat datang untuk kalian dan untuk orang-orang yang datang bersama kalian, aku bersaksi bahwa dia adalah Rasulullah, dialah orang yang kami dapatkan ciri-cirinya dalam Injil dan dialah rasul yang diberitakan oleh Isa bin Maryam. Tinggallah kalian sesuka hati kalian, demi Allah jika bukan karena urusan kerajaan niscaya aku akan mendatanginya hingga aku yang akan membawa kedua sandalnya dan memberinya air wudlu'. Najasyi kemudian memerintahkan untuk mengembalikan hadiah dari Quraisy." Setelah itu Abdullah bin Mas'ud segera kembali ke Madinah hingga dia dapat ikut serta dalam perang Badar." (Musnad Ahmad 4168)

Demikianlah sifat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam yang terdapat di dalam kitab-kitab terdahulu. Yang telah dibenarkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Jika sifat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam tidak ditemukan dalam Taurat dan Injil yang ada sekarang, itu karena kedua kitab tersebut terus mengalami perubahan-perubahan.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus telah dinubuatkan 700  tahun sebelum kelahirannya, “…Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Yesaya 7:14). Immanuel yang di maksud dalam Yesaya 7:14 bukan Yesus, anda dapat menemukan penjelasan saya di Yesus adalah Imanuel?

Fakta Proses Kelahiran Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Proses kelahiran Muhammad sama seperti manusia pada umumnya. Abdullah menikahi Aminah, lalu melahirkan Muhammad. Sedangkan, kelahiran Isa Al-Masih dari seorang perawan merupakan mukjizat Allah. Al-Quran menyaksikan bahwa kehamilan Maryam bukan dari benih manusia (Qs 19:19). Melainkan karena “Roh Kudus akan turun atasmu (Maryam)…” (Injil, Lukas 1:35). Adakah manusia yang lahir dari seorang perawan, tanpa benih laki-laki, dan oleh kuasa Roh Allah?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus bertanya, adakah manusia yang lahir dari seorang perawan? Jawab saya: ada, nama manusia itu adalah Imanuel. Bahkan ada manusia yang kelahiran jauh lebih hebat dari pada Yesus. Jika Yesus butuh rahim wanita untuk lahir ke dunia, maka imam Melkisedek tidak berbapa dan beribu, tidak bersilsilah, tidak berawal dan tidak berakhir (Ibrani 7:3). Nabi Adam ‘alaihis salam juga lebih hebat dari pada Yesus.  

Fakta Nama Muhammad Dan Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Abdul Muthallib, sang kakek, menamakan cucunya itu Muhammad, atau Ahmad yang berarti terpuji. Allah sendiri memberi nama anak Maryam itu Yesus. Malaikat Allah memerintahkan Yusuf, agar “…menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka”(Injil Matius 1:21).

Jawaban Saya: Tentang penamaan “Muhammad” untuk nama Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada beberapa riwayat yang menceritakan mengenai sejarahnya. Dahulu di masa jahiliyah tak banyak orang yang menyandang nama Muhammad. Bagi masyarakat jahiliyah kala itu, nama ini masih teramat asing di telinga mereka. Oleh karenanya, saat kakek Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abdul Muthalib, memilih nama “Muhammad” (orang yang terpuji) untuk cucu tercintanya, mereka merasa heran. Hal ini karena keputusan yang dilakukan Abdul Muthalib tersebut  berbeda dengan adat orang-orang Quraisy dahulu. Di mana diantara adat mereka, mereka menjadikan nama-nama leluhur sebagai nama untuk anak keturunan mereka. Beberapa orang dari suku Quraisy memberi masukan untuk Abdul Mutholib; yang kala itu selaku pembesar suku Quraisy, perihal nama untuk cucu tercintanya, “Mengapa tidak dinamai dengan nama salah seorang dari kerabatnya saja?” Abdul Muthalib menjawab, “Aku ingin agar Allah memujinya di langit, dan ia dipuji makhluk-makhluk-Nya di bumi” (Lihat Dala ilun Nubuwwah 1: 113).

Ucapan ini menjadi kenyataan. Allah telah menjadikan Nabi kita shallallahu’alaihiwasallam adalah orang yang paling terpuji dan paling mulia di segenap penduduk langit dan bumi. Dalam Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir rahimahullah mengomentari perkataan Abdul Mutholib ini. Beliau mengatakan, “Allah ‘azzawajalla telah mengilhamkan kepada mereka untuk menamai Nabi dengan nama Muhammad (orang yang terpuji). Hal ini karena dalam diri beliau telah tertanam sifat-sifat yang luhur, agar menjadi sepadan antara nama dan tindakan, dan agar sinkron antara nama dan yang diberi nama, baik dalam hal nama maupun tindak-tanduknya” (Bidayah wan Nihayah 1: 669)

Fakta Kuasa Muhammad Dan Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kuasa Muhammad hanyalah memberi peringatan. “…, sesungguhnya aku [Muhammad] adalah seorang pemberi peringatan ..."(Qs 22:49). Berkuasakah Muhammad menyelamatkan umatnya? Isa Al-Masih menerima nama Yesus/Yeshua“…karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka"(Injil, Rasul Besar Matius 1:21).Hanya Isa Al-Masih yang berkuasa mengampuni dosa dan menjamin manusia ke sorga.

Jawaban Saya: Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam hanya manusia yang dijadikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala seorang Rasul, tidak jauh berbeda dengan Nabi-Nabi Allah subhanahu wa ta’ala lainnya, tidak terkecuali Nabi Isa ‘alais salam. Tetapi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam memiliki doa yang mustajab (pasti dikabulkan) yang beliau simpan untuk memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala bagi keselamatan umatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, "Setiap Nabi memiliki doa yang mustajab, maka setiap nabi menyegerakan doanya, dan sesungguhnya aku menyembunyikan doaku sebagai syafa'at bagi umatku pada hari kiamat. Dan insya Allah syafa'atku akan mencakup orang yang mati dari kalangan umatku yang tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu apa pun." (Shahih Muslim 296).


Tidak berbeda dengan Yesus, dia ternyata hanya dapat menyiapkan surga (Yohanes 14:2), bukan untuk menjamin pengikutnya masuk surga (Matius 20:23). Yesus menyiapkan rumah di surga hanya untuk 144 ribu bangsa Israel (Wahyu 7:4), itu artinya hanya 144 ribu dari bangsa Israel yang mendengar dan melakukan perkataan Yesus (Lukas 6:47) yang akan masuk surga. Jadi bagi anda yang hanya mendengar perkataan Yesus tetapi tidak melakukannya, apalagi kalau anda bukan dari bangsa Israel seperti kafir Kristen, bersiaplah kalian untuk gigit jari.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Kelahiran Muhammad Dan Isa Al-Masih"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.