Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Pandangan Al-Quran Tentang Sorga Dan Neraka

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Banyak umat Nasrani beranggapan bahwa “Kelak umat Muslim akan pergi ke neraka dan umat Nasrani akan menuju sorga”. Walau pernyataan ini terkesan arogan, namun menurut kami tidak sepenuhnya salah. Sebab Al-Quran berkata “Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71). Sorga bersifat kekal. Seseorang yang masuk ke dalam nikmatnya sorga atau siksaan neraka, akan tetap tinggal di sana selama-lamanya. “Barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81).

Jawaban Saya: Klaim kafir Kristen bahwa hanya mereka saja yang akan masuk surga telah di jawab oleh Allah SWT empat belas abad yang lalu dengan firman-Nya, Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani." Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar." (Al Baqarah: 111). Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan ketertipuan orang-orang Yahudi dan Nasrani oleh apa yang ada pada diri mereka, di mana setiap kelompok dari keduanya (Yahudi dan Nasrani) mengaku bahwasanya tidak akan ada yang masuk surga kecuali yang memeluk agama mereka. Allah SWT menyebut klaim mereka itu sebagai angan-angan kosong belaka.


Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (Maryam: 71). Ayat ini sering kali di kutip dan dipahami secara serampangan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Makna dari “mendatangi” pada ayat tersebut adalah melintasi atau melewati, bukan memasuki seperti apa yang mereka katakan. Dalam hadits Shahih Muslim: 267 disebutkan bahwa kelak di akhirat nanti Allah SWT akan membentangkan shirath di atas neraka. Untuk masuk surga, semua manusia –baik dia beriman atau kafir- akan melintasi atau melewati shirath tersebut. Kemudian Allah SWT akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa sesuai amal perbuatan mereka masing-masing, sementara itu orang-orang kafir dan pelaku maksiat dibiarkan oleh Allah SWT jatuh masuk ke dalam neraka.

“Barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah: 81).  Ayat ini merupakan jawaban Allah atas klaim orang-orang Yahudi yang mengaku bahwa mereka masuk neraka cuma dalam hitungan beberapa hari saja. Allah menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang berdosa dan diliputi oleh dosanya, serta mengancam orang-orang Yahudi dengan azab neraka yang kekal, bukan hanya beberapa hari seperti yang mereka klaim. Orang yang di sebut kekal di dalam neraka itu adalah orang-orang kafir yang dalam hatinya tidak ada iman atau orang-orang yang mati dalam kemusyrikan. Selain Yahudi, golongan lainnya yang akan menerima azab neraka yang kekal adalah orang-orang Nasrani atau Kristen, karena Al-Qur’an menyatakan bahwa mereka telah kafir dengan sebab keyakinan mereka yang menjadikan Nabi Isa AS sebagai Allah (Al Maa'idah: 17, Al Maa'idah: 72).    

Umat Muslim: Neraka Tidak Kekal

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Umat Muslim mempunyai pandangan yang berbeda tentang neraka. Mereka percaya, seseorang yang masuk neraka, suatu saat dapat berpindah ke sorga. Keyakinan ini di dasari oleh Qs 19:72 yang berbunyi, “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut”. Dari ayat ini, ada beberapa pemikiran yang muncul. Pertama, ada orang-orang yang diberi kesempatan untuk diselamatkan dari neraka, yakni mereka yang bertakwa. Kedua, jika ia adalah orang bertakwa, mengapa ia harus masuk neraka terlebih dahulu? Dan ketiga, baik orang bertakwa dan orang zalim sama-sama masuk neraka (Qs 19:71). Jika demikian, konsep bahwa masih ada kesempatan menikmati sorga setelah di neraka sepertinya perlu dipertanyakan lagi. Sebab baik orang bertakwa dan orang zalim sama-sama sudah ditetapkan mendatangi neraka. Dan lagi, konsep ini terlihat tidak mendukung antara Qs 2:81 dan Qs 19:71.

Jawaban Saya: Umat Islam memang mempunyai pandangan bahwa seseorang yang telah masuk neraka dapat dikeluarkan dari neraka, untuk kemudian Allah SWT tempatkan mereka di dalam surga. Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan tidak menyekutukan Allah SWT, tetapi masih memiliki dosa yang belum dimintakan ampun kepada Allah SWT. Azab yang mereka terima di neraka dijadikan oleh Allah SWT sebagai penebus dosa-dosa mereka. Lama mereka tinggal di neraka tergantung dengan banyaknya dosa yang belum di ampuni Allah SWT. Dasarnya bukan hanya di surah Maryam: 72, tetapi juga dari hadits shahih berikut ini:

Telah menceritakan kepada kami 'Abdul Aziz bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Ibn Syihab dari 'Atha' bin Yazid allaitsi dari Abu Hurairah para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah kami akan melihat Tuhan kami pada hari kiamat nanti? ' Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam lantas bersabda:...Kemudian Allah menampakkan diri, hingga jika Allah selesai memutuskan nasib hamba-Nya dan ingin mengeluarkan penghuni neraka karena rahmat-Nya, Ia perintahkan malaikat untuk mengeluarkan penghuni neraka siapa saja yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, yaitu di antara mereka yang Dia masih ingin merahmatinya, diantara yang bersyahadat bahwasanya tiada sesembahan yang hak selain Allah, sehingga malaikat mengenal mereka di neraka dari bekas-bekas sujud, sebab neraka memangsa anak adam selain bekas-bekas sujud. Allah mengharamkan neraka memangsa bekas-bekas sujud, sehingga mereka keluar dari neraka dengan badan yang hangus terbakar, mereka kemudian disiram dengan air kehidupan sehingga tumbuh dibawahnya sebagaimana biji-bijian tumbuh dalam aliran sungai, kemudian Allah selesai memutuskan hamba-hamba-Nya dan tersisa di antara mereka seseorang yang menghadapkan wajahnya ke neraka, dan dialah mantan penghuni neraka yang terakhir kali masuk surga...(Shahih Bukhari: 6885).

Penganut Semua Agama Tidak Yakin Akan Sorga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Semua umat manusia sepertinya telah menipu diri mereka sendiri dengan berusaha mendirikan kebenaran melalui doa, puasa, dan membayar zakat. Tanpa disadari mereka adalah orang-orang yang masih dalam kecemasan tentang masa depan di akhirat kelak. Dengan kata lain, semuanya dengan amalnya berusaha menghindari neraka tetapi tidak memiliki keyakinan atas sorga.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menyebut semua umat manusia (umat Islam) menipu diri dengan berusaha mendirikan kebenaran melalui ibadah yang tidak memberikan keyakinan atas sorga. Mereka berkata seolah-olah tahu apa yang ada dalam dada manusia. Apa yang dilakukan oleh umat Islam dengan amalnya bukanlah usaha untuk menipu diri seperti yang mereka katakan. Umat Islam beramal justru karena yakin amal saleh yang dilakukannya akan menghindarkan dirinya dari neraka dan sekaligus akan menghantarkannya ke surga. Jika kami umat Islam tidak yakin amal saleh yang kami lakukan tidak dapat menjauhkan diri dari neraka dan tidak dapat menghantarkan kami ke surga, untuk apa kami beramal. Dalam Al-Qur’an sudah sangat jelas disebutkan bahwa orang yang masuk surga adalah orang-orang beriman dan beramal saleh. Dalil itu sudah cukup bagi kami untuk yakin bahwa Allah SWT tidak akan mungkin menyia-nyiakan amal kami. Jika seseorang dapat masuk neraka karena karena perbuatan dosa yang dilakukannya, mengapa seorang Muslim tidak dapat masuk surga dengan amal salehnya?

Dalam kehidupan dunia saja kita tahu harus menanam kalau ingin memetik buahnya. Orang yang sudah menanam pasti yakin pada saatnya nanti akan memetik buahnya. Tidak mungkin orang yang tidak pernah menanam mempunyai keyakinan suatu saat akan memetik buahnya. Jika ada orang yang tidak pernah menanam tetapi yakin suatu saat akan memetik buahnya, ketahuilah, itulah orang-orang yang menipu dirinya sendiri. Sama persis dengan kafir Kristen pemuja Yesus, tidak beriman dan beramal tetapi yakin mereka akan masuk surga. Jika Muslim yang beriman dan beramal saleh saja belum pasti masuk surga, bagaimana mungkin orang kafir Kristen yang tidak beriman dan tidak beramal saleh merasa pasti masuk surga. Jadi yang sedang menipu diri di sini bukanlah umat Islam, tetapi mereka sendiri.     

Keyakinan Akan Masuk Sorga Dapat Dimiliki Kita

Isa Al-Masih telah memberikan jalan keluar atas masalah ini. Dia membuka jalan agar setiap orang dapat menikmati kekekalan sorga. Tanpa rasa khawatir. Melalui karya keselamatan yang dilakukan-Nya di atas kayu salib, Isa Al-Masih memberikan jaminan keselamatan bagi siapa saja yang mau percaya. “. . . Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Injil, Rasul Besar Matius 1:21). Jelas, hanya melalui Isa Al-Masih, semua orang dapat hidup kekal di sorga. Kitab Allah berkata, “Barang siapa percaya kepada Anak [Isa Al-Masih], ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barang siapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah [neraka] tetap ada di atasnya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:36).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus yakin pasti masuk surga. Siapa pun boleh yakin akan masuk surga, termasuk mereka yang kafir Kristen, toh itu bukan jaminan mereka akan dapat masuk surga. Masuk surga atau tidak masuk surga bukan ditentukan apakah anda yakin masuk surga atau tidak yakin masuk surga. Agar masuk surga, seseorang harus menuruti perintah Allah (Matius 19:17), salah satu perintah Allah adalah tidak menyembah selain diri-Nya (Keluaran 34:14). Kafir Kristen pemuja Yesus yang yakin diri mereka masuk surga, tetapi justru menyembah selain Allah dengan menjadikan Yesus sesembahan selain Allah. Padahal Yesus cuma utusan Tuhan (Matius 10:40) yang bertugas menyampaikan firman Allah (Yohanes 17:8). Selain itu, surga yang ditawarkan oleh Yesus itu hanya untuk 144 ribu orang Israel (Wahyu 7:4, Wahyu 14:1). Pintu surganya pun tertulis nama-nama suku Israel (Wahyu 21:12), yang artinya hanya orang Israel yang dapat masuk surga. Tidak mungkin jumlah 144 ribu yang di sebut Wahyu 7:4 dan Wahyu 14:1 hanyalah kiasan, karena penjelasannya yang demikian detail menyebut jumlah orang yang masuk surga dari tiap-tiap suku Israel. Jadi kalau kafir Kristen pemuja Yesus yakin diri mereka masuk surga, dari sekarang coba pikirkan mau masuk surga lewat pintu yang mana? Itu saja!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pandangan Al-Quran Tentang Sorga Dan Neraka"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.