Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Umat Islam, Hindarilah Injil-injil Palsu!

Dalam artikelnya kali ini, kafir Kristen pemuja Yesus menyoroti Injil dan memberikan cara agar bagaimana umat Islam dapat membedakan antara Injil asli dan Injil palsu. Mereka mengatakan bahwa Kenaikan Isa Al-Masih terjadi sekitar tahun 33M. Para Rasul-Nya menulis isi Injil/Perjanjian Baru dengan pimpinan Roh Kudus. “. . . tidak pernah nubuat [Injil] dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah” (Injil, Surat II Petrus 1:21). Demikian Allah mewahyukan Injil dan seluruh tulisan dalam Perjanjian Baru (Kitab Allah) kepada para rasul-Nya sebelum mereka meninggal, yaitu sebelum tahun 100M. Jadi semua Injil yang ditulis sesudah tahun 100M jelas palsu. Kitab Allah (Injil) yang kita pegang adalah benar, karena ditulis sebelum tahun 100M. Selain daripada itu merupakan Injil palsu. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Para Rasul-Nya menulis isi Injil/Perjanjian Baru dengan pimpinan Roh Kudus, itu mereka katakan sebagai cara agar Injil Perjanjian Baru dapat di percaya sebagai firman Tuhan. Padahal, tidak satu pun pengarang Injil Perjanjian Baru yang mengaku bahwa mereka di ilhami oleh Roh Kudus saat menulis. Bahkan dengan jujur, pengarang Injil Lukas mengatakan buku (Injil) yang ia tulis berasal dari penyelidikan yang dia lakukan (Lukas 1:1-3). Sedangkan 2 Petrus 1:21 berbicara mengenai nubuat, bukan masalah Injil, perhatikan sekali lagi ayatnya.


Saya pernah berdebat mengenai penulis Injil dengan seorang Kristen. Dari perdebatan tersebut terkuak siapa penulis Injil Matius yang sebenarnya. Injil Matius yang di percaya oleh kafir Kristen pemuja Yesus di tulis oleh murid Yesus yang bernama Matius di tahun 40 Masehi, ternyata di tulis bukan oleh murid Yesus. Injil Matius ternyata di tulis oleh murid dari muridnya Yesus, yang juga bernama Matius di tahun 200 Masehi. Penulis dan tahun penulisan Injil Matius ternyata melesat sangat jauh dengan keyakinan kafir pemuja Yesus. Jadi jika anda mendengar kafir Kristen pemuja Yesus yang mengatakan bahwa Injil Perjanjian Baru yang mereka imani itu di tulis oleh murid-murid Yesus sebelum tahun 100 Masehi, janganlah anda percaya karena itu adalah kebohongan yang mereka buat. Faktanya Injil-injil tersebut adalah tulisan-tulisan tanpa nama pengarang, baru sekitar 2 abad Masehi Injil-injil tersebut di beri nama dengan nama murid-murid Yesus. Tahun penulisan Injil juga tidak dapat dipastikan. Tahun-tahun penulisan Injil yang di yakini sekarang ini hanyalah perkiraan para ahli. Oleh karena itu, kafir Kristen pemuja Yesus dalam artikelnya ini menggunakan kata “kira-kira” untuk menyebut tahun penulisan Injil. Jadi mereka sendiri pun sebenarnya tidak tahu dengan tepat kapan Injil-Injil itu di tulis. Mengenai tuduhan Kafir Kristen pemuja Yesus yang menyebut kisah Nabi Isa AS waktu kecil bicara dari buaian, membentuk dari tanah berupa burung, meniupnya dan burung tersebut terbang seperti yang dikisahkan Al-Qur’an adalah bersumber dari Injil palsu bernama “Injil Masa Kecil”, dapat saya katakan bahwa itu adalah tuduhan palsu karena tidak ada bukti yang mereka berikan.

Alasan kafir Kristen pemuja Yesus menyebut kisah Nabi Isa AS waktu kecil bicara dari buaian, membentuk dari tanah berupa burung, meniupnya dan burung tersebut terbang seperti yang dikisahkan Al-Qur’an bersumber dari Injil palsu adalah karena kisah tersebut tidak terdapat dalam Injil yang sekarang ini mereka imani, hanya itu.

Injil Menurut Al-Qur’an

Ada sebuah ayat Al-Qur’an yang tidak pernah di kutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus ketika mereka berbicara mengenai Injil dalam Al-Qur’an. Ayat itu adalah firman Allah SWT yang artinya, “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Al Maa'idah: 46).

Saya tidak pernah melihat seorang kafir Kristen pemuja Yesus yang mengutip ayat tersebut, bukan karena lupa. Mereka dengan sengaja tidak mengutip ayat tersebut karena ayat ini bisa membongkar kepalsuan kitab yang mereka sebut dengan Injil itu. Injil menurut ayat tersebut adalah firman Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Isa AS sebagai petunjuk dan cahaya bagi bani Israel. Jika Injil firman Allah SWT yang diberikan kepada Nabi AS ini ingin dituliskan ke dalam lembaran-lembaran kertas menjadi sebuah kitab, maka penulisan kitab Injil tersebut sudah pasti akan terjadi sewaktu Nabi Isa AS masih ada di dunia. Sementara itu, Injil yang di imani sebagai firman Tuhan oleh kafir Kristen pemuja Yesus itu, bukanlah kitab yang di dalamnya berisi firman-firman Allah SWT kepada Nabi Isa AS. Kitab itu hanyalah berisi tentang kisah perjalanan hidup Yesus dalam mengabarkan Injil. Injil ini pun di tulis jauh setelah Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa AS dari upaya pembunuhan orang-orang Yahudi.

Sering saya katakan, bahwa Injil yang di percaya oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai firman Tuhan itu hanyalah tulisan-tulisan yang tidak diketahui nama penulisnya. Salah satu fakta mendasar yang diakui kebenarannya adalah bahwa teks-teks awal, begitu juga rujukan setiap Injil, ditulis sebagai “cerita rakyat yang menghibur jiwa”.Para penulis teks-teks awal itu tidak memikirkan akurasi sejarah dan doktrin-doktrin Kristen, karena manusia pada masa itu, yakni sebelum tahun 200 M, tidak memikirkan hukum dan belum berobsesi menjadikan karya-karya mereka yang telah beredar dan diterima publik sebagai kitab suci. Pada periode pertama orang Kristen, hukum-hukum dari Perjanjian Lama belum sepenuhnya ditinggalkan. Proses penyusunan kitab-kitab Perjanjian Baru berjalan sangat lambat. Dalam rentang waktu yang lama, manusia tidak berpikir bahwa kitab-kitab ini akan dianggap suci. Seiring perjalanan waktu, pembacaan kitab-kitab ini di hadapan publik semakin sering. Meskipun demikian, tiada seorang pun yang menganggap kitab-kitab ini sama dengan kitab-kitab suci di dalam Perjanjian Lama, bahkan tidak ada seorang pun yang menyebut kitab-kitab tersebut dengan sebutan Injil. Setelah polemik yang panjang antara berbagai sekte Kristiani, ketika masing-masing sekte di desak kebutuhan untuk bersandar pada rujukan yang otoritatif, konsep kesucian kitab-kitab Perjanjian Baru pun muncul. Dan sekitar tahun 200 M, secara perlahan-lahan muncullah upaya untuk menjadikan kitab-kitab itu sebagai kitab suci.  

Kesimpulan


Sampai di sini dapat saya simpulkan, bahwa Injil yang asli adalah firman Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Isa AS. Di tulis dan diajarkan sewaktu Nabi Isa AS masih ada di dunia. Sedangkan Injil palsu adalah buku atau kitab yang berisi tentang kisah perjalanan hidup Yesus yang ditulis jauh setelah Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa AS atau Yesus dari upaya pembunuhan. Injil ini ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal, sampai pada tahun 200 Masehi Injil-injil tersebut sengaja dinamai  dengan murid-murid Yesus agar Injil-injil ini dapat di akui sebagai firman Tuhan. Umat Islam berkeyakinan, Injil yang sekarang ini berada di tangan orang Kristen adalah Injil palsu yang tidak boleh di percaya sebagai firman Tuhan dan harus dihindari. Sekalipun tanpa nasihat kafir Kristen pemuja Yesus untuk menghindari Injil palsu, umat Islam sudah melakukannya, yaitu dengan menghindari dan tidak mempercayai Injil yang ada pada kafir pemuja Yesus, karena Injil yang ada pada mereka adalah Injil palsu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Umat Islam, Hindarilah Injil-injil Palsu!"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.