Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Benarkah Qur'an Melarang Pembunuhan?

Kafir kristen pemuja Yesus mempermasalahkan sebuah ayat Al-Qur’an yang mereka katakan sebagai hasil contekan dari Talmud. Kitab Talmud sendiri mereka anggap bukan firman Tuhan, melainkan hanya kitab catatan yang berisi ajaran-ajaran kaum Sanhedrin, Dewan Tinggi para rabbi Yahudi. Ayat Al-Qur’an yang saya maksud adalah: “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.” (Al Maa'idah: 32). Ayat tersebut di anggap mempunyai  kesamaan dengan isi Talmud: “Barang siapa menghancurkan sebuah nyawa, ia dianggap telah menghancurkan seluruh dunia. Dan barang siapa menyelamatkan sebuah nyawa, ia dianggap telah menyelamatkan seluruh dunia.” Talmud Yerusalem Sanhedrin 4:1 (22a)

Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap kitab Talmud tak lebih sebagai kitab catatan para rabi Yahudi, namun tidak demikian dengan orang-orang Yahudi Ortodoks. Orang-orang Yahudi Ortodoks menganggap kitab Talmud sebagai firman Tuhan  yang diturunkan kepada Musa, sama seperti halnya kitab Taurat. Kitab Talmud dikenal sebagai “Oral Taurat” yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui tradisi lisan sampai kemudian dituliskan oleh para rabi Yahudi pada abad ke dua dan kelima Masehi. Dengan demikian, maka tidak ada jalan bagi kafir Kristen pemuja Yesus untuk terus menuduh Al-Maa'idah: 32 adalah contekan dari Talmud. Kesamaan sebagian ayat-ayat Al-Qur’an dengan isi kitab-kitab Nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW, merupakan bukti yang tidak dapat di sangkal bahwasanya Al-Qur’an merupakan kitab yang juga berasal dari sumber yang sama dengan kitab-kitab Nabi terdahulu. Apakah Al-Qur’an melarang pembunuhan? Ya, tentu saja. Membunuh merupakan salah satu dosa besar yang di dunia pelakunya dapat di hukum qishash (di bunuh pula) dan kelak di akhirat Allah menyediakan baginya azab yang pedih berupa neraka jahanam (An Nisaa': 93). Jika Al-Qur’an melarang pembunuhan, mengapa di banyak tempat dalam Al-Qur’an terdapat perintah untuk berperang dan membunuh? Sebagaimana ayat yang sering di kutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus berikut ini:

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (Ash-Shaff: 10-12)

Membunuh merupakan salah satu dosa besar yang Allah mengancam pelakunya dengan azab di dunia dan di akhirat. Sedangkan perintah berperang dan membunuh yang ada dalam Al-Qur’an dimaksudkan sebagai balasan serta hukuman terhadap orang-orang yang menebarkan fitnah di tengah-tengah kaum Muslimin. Mereka adalah orang-orang kafir, musyrik, dan munafik yang dengan nyata-nyata memerangi kaum Muslimin, mencerca agama Allah, menghina Allah dan Rasul-Nya. Dan agar semua manusia menyembah hanya kepada Allah serta meninggalkan penyembahan selain kepada-Nya. Konsep perang dalam Al-Qur’an sebetulnya tidak jauh berbeda dengan konsep perang dalam Bible. Tidak jauh dengan Al-Qur’an, Tuhan dalam Bible Perjanjian Lama juga melarang pembunuhan (Ulangan 5:17), tetapi juga memerintahkan perang dan pembunuhan dengan alasan-alasan tertentu. Alasan-alasan Tuhan dalam Bible Perjanjian Lama memerintahkan perang dan pembunuhan adalah karena adanya penyembahan selain kepada Tuhan Israel (Ulangan 13:12-15), menghujat nama Tuhan Israel (Imamat 24:16) dan memerangi bangsa Israel (Yosua 11:5-8). Jadi, larangan membunuh dalam Al-Qur’an memang ada, namun larangan tersebut tidak kemudian serta-merta menghalangi Allah untuk membalas serta menghukum orang-orang kafir, musyrik dan munafik melalui tangan-tangan kaum Muslimin.

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (At-Taubah: 14)

Bagaimana dengan Yesus? Apakah Beliau juga memerintahkan untuk berperang dan membunuh? Kalau perintah Yesus yang eksplisit seperti perintah untuk berperang dan membunuh dalam Al-Qur’an dan Bible, tidak ada. Namun pernah pada suatu ketika Yesus menyuruh murid-muridnya untuk membeli pedang (Lukas 22:36). Perintah Yesus ini dipahami oleh murid-muridnya sebagai upaya berjihad untuk membela dan melindungi gurunya dari kejahatan kaumnya. Yesus tidak lain hanyalah utusan Tuhan yang bertugas untuk menyampaikan firman-Nya (Yohanes 17:8, Yohanes 12:50). Jika kemudian tidak ditemukannya perintah Yesus untuk melakukan perang dan membunuh, itu karena Tuhan yang mengutus Yesus belum menyuruh Beliau untuk berperang dan membunuh. Tuhan yang mengutus Yesus tidak pernah menyuruh Beliau untuk berperang dan membunuh karena keadaan pada saat itu yang tidak memungkinkan. Tetapi keadaan berbeda ketika Yesus datang di akhir zaman nanti. Setelah Beliau mempunyai kekuatan serta dukungan yang cukup, Yesus akan berperang dan membunuh. Sebagaimana ayat-ayat di bawah ini:

Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia." (Wahyu 17:14) 

Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar," Ia menghakimi dan berperang dengan adil. (Wahyu 19:11) 

Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. (Wahyu 2:16) 

Jadi, jikalau ada banyak Nabi yang pernah di utus untuk bangsa Israel -termasuk Yesus- terlibat perang dan pembunuhan, kenapa hanya Nabi Muhammad SAW yang selalu dipermasalahkan dengan keterlibatannya dengan perang dan pembunuhan?!


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah Qur'an Melarang Pembunuhan?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.