Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Wanita Haid Dilarang Shalat Oleh Nabi Islam

Kebencian terhadap Islam terbukti mampu  menutupi akal sehat seorang kafir Kristen pemuja Yesus. Mereka mengkritik larangan bagi seorang Muslimah yang sedang haid untuk Shalat, padahal tidak ada alasan tepat untuk itu. Bukankah memang sudah seharusnya Tuhan yang maha suci menuntut hamba yang ingin menyembah-Nya untuk dalam keadaan suci? Itu wajar, kecuali bagi orang-orang yang telah rusak akalnya. Artikel yang pada awalnya dimaksudkan sebagai usaha untuk memurtadkan umat Islam justru mempermalukan diri mereka sendiri.


Wanita Haid Dilarang Sholat    

Kafir Kristen pemuja Yesus: Apakah sumber dari permasalahan di atas? Satu Hadist Muhammad berbunyi, “Dari Aisyah ra berkata, Fatimah binti Abi Hubaisy mendapat darah istihadha,  maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, Darah haidh itu berwarna hitam dan dikenali. Bila yang keluar seperti itu, janganlah shalat. Bila sudah selesai, maka berwudhu’lah dan lakukan shalat.”

Hadist di atas memberi pemahaman: Wanita yang dalam masa haid tidak diperkenankan datang kepada Allah melalui sholat. Sholat bertujuan menyembah Allah, bukan? Dalam pandangan Muhammad, darah yang keluar adalah darah yang kotor. Akibatnya wanita dalam masa haid tidak layak datang kepada Allah yang suci. Setidaknya tujuh hari dalam sebulan wanita mengalami masa haid. Jika mengacu pada hadist, berarti dalam seminggu wanita haid tidak dapat datang untuk menyembah Allah. Bagaimana dengan wanita yang mengalami siklus haid yang panjang?


Saya Jawab: Shalat memang bertujuan untuk menyembah Allah, tetapi tetap harus dengan cara yang Allah kehendaki. Allah menghendaki agar hamba-hamba-Nya yang ingin Shalat untuk dalam keadaan suci, lantas di mana letak kesalahannya? Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Allah, tiada yang beliau ucapkan yang berkenaan masalah agama selain dari pada wahyu. Nabi Muhammad SAW hanya menyampaikan apa yang beliau terima dari Allah.

Larangan Shalat bagi Muslimah yang sedang haid harusnya tidak perlu dipermasalahkan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Hal itu karena dalam Bible Perjanjian Lama juga terdapat larangan bagi wanita haid untuk beribadah, sebagaimana ayat di bawah ini:

Apabila seorang perempuan mengeluarkan lelehan, dan lelehannya itu adalah darah dari auratnya, ia harus tujuh hari lamanya dalam cemar kainnya, dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis sampai matahari terbenam. (Imamat 15:19) 

"Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya semua orang yang sakit kusta, semua orang yang mengeluarkan lelehan, dan semua orang yang najis oleh mayat disuruh meninggalkan tempat perkemahan; baik laki-laki maupun perempuan haruslah kausuruh pergi; ke luar tempat perkemahan haruslah mereka kausuruh pergi, supaya mereka jangan menajiskan tempat perkemahan di mana Aku diam di tengah-tengah mereka." Maka orang Israel berbuat demikian, mereka menyuruh orang-orang itu meninggalkan tempat perkemahan; seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa, demikianlah diperbuat orang Israel. (Bilangan 5:2-4)

Allah Tidak Membedakan Pria dan Wanita

Kafir Kristen pemuja Yesus: Allah mengetahui segala yang diciptakan-Nya. Allah menciptakan pria dan wanita dengan kelebihan masing-masing. Dalam Kitab Allah tertulis, “Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu [Adam]. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki" (Taurat, Kitab Kejadian 2:22-23).
Demikianlah Kitab Suci mengatakan bahwa Allah tidak membedakan pria dan wanita. Bahkan wanita diciptakan dari tulang rusuk pria. Hal ini menunjukkan kedekatan antara pria dan wanita.

Saya Jawab: Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip Kejadian 2:22-23 dan menyebut ayat-ayat tersebut sebagai bukti yang menunjukkan bahwa Allah tidak membeda-bedakan antara pria dan wanita. Padahal amat jelas bahwasanya ayat-ayat tersebut hanya bertutur tentang penciptaan Hawa dan sama sekali tidak terlihat Allah tidak membeda-bedakan pria dan wanita. Jikalau pun Allah tidak membeda-bedakan pria dan wanita, apakah hal tersebut dapat menjadi alasan yang membolehkan pria dan wanita  beribadah dalam kondisi tidak suci, sekalipun Tuhan dalam Bible Perjanjian Lama tidak membolehkannya? 

Isa Al-Masih Mengasihi Wanita yang Pendarahan

Kafir Kristen pemuja Yesus: Dalam Kitab Suci Injil dituliskan bagaimana seorang wanita yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun, datang menghampiri Isa Al-Masih. Hukum dan tradisi Yahudi masa itu melarang seorang wanita yang pendarahan bertemu dengan orang lain. Dia harus diasingkan hingga pendarahan itu berhenti. Namun wanita itu tidak lagi menghiraukan hukum dan tradisi yang ada. Dia hanya percaya akan imannya pada kuasa Isa Al-Masih yang dapat menyembuhkannya. Dan tidak ada yang dapat menghalangi imannya untuk datang kepada Isa Al-Masih. Dengan belas kasih yang dimilikinya, Isa Al-Masih menyembuhkan wanita tersebut saat itu juga. “Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anakku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu” (Injil, Rasul Besar Matius 9:22).

Isa Al-Masih tidak mengusir wanita yang sedang pendarahan itu, walau orang lain memandang dia sebagai wanita kotor yang harus dijauhi. Hal itu dilakukan Isa, karena Dia memandang pria dan wanita sama berharga. Mereka mempunyai kesempatan yang sama untuk mengalami kuasa dari mukjizatnya.

Saya Jawab: Dalam Matius 9:22 disebutkan bahwa seorang wanita yang sedang mengalami pendarahan selama 12 tahun datang menghampiri Yesus. Kafir Kristen pemuja Yesus menyebut wanita tersebut sudah tidak lagi menghiraukan hukum dan tradisi Yahudi. Sebenarnya, wanita tersebut bukan tidak lagi menghiraukan hukum dan tradisi Yahudi. Memang hukum dan tradisi Yahudi pada saat itu melarang wanita yang sedang mengalami pendarahan untuk bertemu dengan orang lain. Namun pendarahan yang di maksud oleh hukum dan tradisi Yahudi adalah pendarahan karena haid, bukan sebab lain. Sedangkan pendarahan yang di alami wanita tersebut adalah pendarahan akibat penyakit (Markus 5:29), bukan pendarahan akibat haid. Itulah yang menyebabkan wanita tersebut berani menghampiri Yesus. Yesus tidak mengusir wanita ini, karena Yesus sendiri tahu bahwa wanita tersebut mengalami pendarahan bukan karena haid, tapi karena penyakit yang 12 tahun di deritanya, oleh karena itu pula Yesus menyembuhkannya.

Haid adalah darah yang keluar dari rahim seorang wanita pada waktu-waktu tertentu yang bukan karena disebabkan oleh suatu penyakit (darah istihadhah) atau karena adanya proses persalinan, di mana keluarnya darah itu merupakan sunnatullah yang telah ditetapkan oleh Allah kepada seorang wanita. Shalat, puasa, thawaf, menyentuh mushaf, dan berhubungan intim dengan suaminya pada kemaluannya hanya tidak diperbolehkan untuk wanita yang sedang haid dan nifas. Tidak berbeda dengan hukum Taurat, wanita yang mengalami istihadhah ini dihukumi sama seperti wanita suci, sehingga ia tetap harus shalat, puasa, dan boleh berhubungan intim dengan suami.

Isa Datang Membebaskan Belenggu Hukum

Kafir Kristen pemuja Yesus: Belenggu yang menghalangi wanita datang kepada Allah, bukan karena wanita sedang haid. Yang menghalangi wanita datang kepada Allah adalah dosa. Dosa telah menjauhkan pria dan wanita dari kemuliaan Allah, dari kesempatan untuk mendapatkan ridho dari Allah. Seorang wanita [dan pria] yang akan datang pada Allah, perlu menyadari bahwa dirinya orang berdosa. Bukan pada apakah dia sedang dalam masa haid atau tidak. Inilah yang dikatakan Isa Al-Masih kepada seorang wanita berdosa, yang beriman kepadanya. “Lalu Ia [Isa Al-Masih] berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni. Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" (Injil, Rasul Lukas 7:48; 50). Allah memandang pada hati orang yang mendekati Dia, bukan pada hal luar. Manusia selalu berfokus pada yang kelihatan tetapi Tuhan fokus pada hati.“.....Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (Kitab, Nabi 1 Samuel 16:7).
Apakah saudara merasa kotor dan tidak layak beribadah pada Allah? Datanglah kepada Isa Al-Masih, Dia akan membersihkanmu dari dosa yang membuatmu kotor di hadapan Allah. “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (Kitab, Nabi Yesaya 1:18).


Saya Jawab: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Allah memandang pada hati orang yang mendekati Dia, bukan pada hal luar. Manusia selalu berfokus pada yang kelihatan tetapi Tuhan fokus pada hati. Itulah sebabnya, mereka mengajak umat Islam untuk membebaskan diri dari hukum Syariah, menjadi orang-orang yang hidup seperti mereka, menolak untuk tunduk kepada hukum Allah tetapi hukum buatan manusia mereka taati. Jika benar Tuhan hanya fokus pada hati, lalu untuk apa Tuhan juga menurunkan hukum-hukum-Nya? Tuhan tidak hanya fokus pada hati tetapi juga fokus pada perbuatan lahiriah hamba-hamba-Nya. Orang yang mengatakan Tuhan hanya fokus pada hati adalah orang-orang yang telah bertuhan pada nafsunya sendiri. Kafir Kristen pemuja Yesus meminta umat Islam untuk datang kepada Yesus, padahal Yesus sendiri datang dan sujud kepada Allah (Matius 26:39). Dari pada kami datang menyembah manusia yang menyembah Allah, bukankah lebih baik bagi kami untuk langsung menyembah Allah seperti yang kami lakukan sekarang ini?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wanita Haid Dilarang Shalat Oleh Nabi Islam"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.