Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Menjawab Tuduhan Dengan Apologi Yesus

Alhamdulillah, segala tuduhan dan fitnah yang dilontarkan kafir Kristen terhadap agama Islam sudah di jawab oleh umat Islam. Hampir tidak ditemukan tuduhan yang masih ada di internet yang dapat di bilang baru, semuanya dapat di bilang tuduhan lama yang sengaja di olah sedemikian rupa oleh mereka agar terlihat baru. Salah satu tuduhan yang selalu di ulang-ulang oleh mereka adalah tuduhan bahwa Islam adalah ajaran Iblis. Mereka mencoba membuktikan tuduhan tersebut dengan banyak mengotak-atik ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi. Tentu saja Anda tidak perlu menanggapi tuduhan tersebut dengan susah payah apalagi sampai melalaikan kewajiban. Karena tuduhan tersebut sudah di jawab, Anda tinggal copas isi website atau blog yang telah menjawab tuduhan tersebut. Dan di sini saya hanya ingin menambah jawaban yang saya harap dapat menjadi bahan jawaban bagi Anda umat Islam yang sering berinteraksi dengan para kafir Kristen yang selalu melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap agama Islam.


Islam ajaran Iblis, Muhammad mengajarkan ajaran Iblis. Tuduhan semacam itu sebenarnya tidak membuat seorang Muslim terkejut. Karena orang-orang Musyrik Mekkah juga melakukan tuduhan serupa terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam, bahkan sebagian Nabi-nabi pernah di tuduh mengajarkan ajaran Iblis. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam di tuduh menyihir orang-orang Arab karena ayat-ayat Al-Qur’an yang Beliau bacakan selalu memikat hati mereka. Nabi Musa ‘Alaihissalam juga di tuduh ahli sihir karena tongkat yang dilemparkannya dapat berubah jadi ular. Nabi Isa ‘Alaihissalam juga di tuduh ahli sihir karena mukjizat-mukjizatnya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman yang artinya, “Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: “Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila” (Adz Dzaariyaat: 52). Apa itu sihir? Sihir itu perbuatan yang selalu dihubungkan sebagai perbuatan Iblis atau setan terhadap manusia. Jadi jika seorang Nabi di tuduh oleh umatnya sebagai tukang sihir, itu artinya sama dengan menuduh apa yang di bawa Nabi tersebut berasal dari Iblis atau setan. Tuduhan semacam itu sesungguhnya muncul dari kekufuran manusia kepada Nabi-Nya, bukan berdasar bukti. Bukti muncul belakangan setelah di cari-cari.  

Sama dengan Al-Qur’an yang di dalamnya menceritakan tuduhan bani Israel terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam sebagai tukang sihir, dalam Bibel Perjanjian Baru, Yesus juga di tuduh sebagai tukang sihir oleh orang-orang Yahudi yang dapat Anda baca di Matius 12: 22-26. Di kisahkan, suatu ketika di datangkan kepada Yesus seorang yang sakit buta dan bisu akibat dari kerasukan setan. Kemudian Yesus menyembuhkan orang tersebut sehingga dapat melihat dan berbicara kembali. Semua orang yang melihatnya takjub, kecuali seorang Farisi yang karena kedengkiannya berkata, “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” Yesus menjawab, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.  Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, ia pun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?”. Demikian jawaban atau apologi Yesus terhadap Farisi yang menuduhnya sebagai tukang sihir. Saya rasa, jawaban atau apologi Yesus kepada orang Farisi di atas adalah tepat, karena bagaimana mungkin Yesus yang saban hari menolong orang yang kerasukan setan kemudian di tuduh mendapat bantuan dari setan untuk mengusir setan?

Sekarang dengan jawaban atau apologi yang sama, masihkah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihis wasallam dapat dikatakan di utus Iblis atau setan, membawa dan mengajarkan ajaran Iblis atau setan? Muhammad utusan iblis atau setan, Muhammad membawa dan mengajarkan ajaran iblis atau setan! Baiklah, mari kita lihat bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi bicara mengenai iblis atau setan.

Iblis dan setan adalah musuh orang-orang beriman

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (Al Baqarah: 34)

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Faathir: 6)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al Baqarah: 208)

“Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”( Al Israa':53)

“Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”( Al An'aam: 142)

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al Baqarah: 168)

“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",(Yaasiin: 60)

“Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”( Az Zukhruf: 62)

Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."( Yusuf: 5)

Setan itu jahat dan menyesatkan

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (Al A'raaf: 20)

Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).( Al A'raaf: 202)

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. (Al Baqarah: 169)

yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka. (Al Hajj: 4)

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (An Nisaa': 120)

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut[312], padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (An Nisaa': 60)

Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)." (Az Zukhruf: 38)

Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan ? (Yaasiin: 62)

Ayat-ayat di atas telah cukup membuktikan bahwa Islam bukanlah ajaran Iblis, karena apabila Islam itu adalah ajaran iblis tentu Al-Qur’an tidak akan menyebut Iblis atau syaitan adalah jahat, sesat dan musuh orang-orang beriman. Tujuan Al-Qur’an Menyebut iblis atau syaitan sebagai jahat, sesat dan musuh orang-orang beriman adalah agar orang-orang beriman selalu waspada terhadap tipu daya Iblis atau syaitan, tidak mengikuti bujuk rayu iblis atau syaitan sehingga orang-orang beriman akan selamat dari azab. Jika Islam itu ajaran iblis atau syaitan, tentu Al-Qur’an akan memuji perbuatan-perbuatan iblis atau syaitan yang keji, atau paling tidak, Al-Qur’an tidak akan menjelaskan permusuhan iblis atau syaitan dengan orang-orang beriman, agar orang-orang beriman tidak memiliki kewaspadaan sehingga mudah dijerumuskan ke lembah dosa.

Lalu bagaimana dengan iblis atau syaitan dalam hadits? Penjelasan tentang iblis atau syaitan dalam Hadits tidak berbeda jauh dengan Al-Qur’an. Dalam Hadits iblis atau syaitan adalah makhluk terkutuk, jahat, sesat dan musuh orang-orang beriman. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam juga mengajarkan berbagai macam do’a dan amalan yang apabila dibaca atau diamalkan, Allah Subhanahu Wata’ala akan melindungi dari gangguan iblis atau syaitan. Bahkan ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Darimi, yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam di datangi oleh seorang perempuan dengan anaknya yang di ganggu oleh syaitan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam kemudian mengambil dan meletakkan bayi tersebut di depan kendaraannya kemudian beliau berkata;  “pergilah hai musuh Allah! saya adalah Rasulullah”. Rasul mengucapkannya sebanyak tiga kali dan anak tersebut tidak lagi di ganggu Syaitan.


Tentu saja, menjawab tuduhan dengan cara seperti di atas masih dapat di jawab oleh kafir Kristen. Misalnya mereka dapat saja berkata bahwa Nabi Muhammad memang sengaja membuat ayat-ayat yang seolah Iblis atau syaitan itu dikatakan terkutuk, jahat, sesat dan musuh orang-orang beriman dengan tujuan agar umat Islam menyangka agama Islam berasal dari Allah, padahal sesungguhnya Islam berasal dari Iblis atau syaitan. Namun jawaban kafir Kristen seperti itu tentu saja akan sangat mudah saya jawab. Misalnya saya bisa juga berkata bahwa ketika Yesus mengusir setan itu sebenarnya cuma sandiwara antara Yesus dengan setan. Dengan kata lain, ada perjanjian antara Yesus dan setan, apabila datang orang kerasukan setan Yesus akan berpura-pura mengusir setan dan setan berpura-pura pula untuk lari ketakutan. Tujuannya tentu saja untuk meyakinkan banyak orang bahwa yang Yesus ajarkan adalah benar dari Tuhan, padahal sesungguhnya berasal dari penghulu setan (Beelzebul). Kalau jawaban saya seperti itu, apa yang kira-kira bakal kafir Kristen lakukan? 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menjawab Tuduhan Dengan Apologi Yesus"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.