Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Injil Yang Sejati!

Seolah lebih paham terhadap agama Islam, seorang Kristen menyatakan bahwa kebanyakan umat Muslim sama sekali tidak mengenal Injil atau pun kalau tahu hanya sedikit sekali atau bahkan memiliki anggapan yang salah. Padahal menyebut rukun Islam ke tiga saja dia salah, bagaimana mau mengoreksi kesalahan umat Islam? Rukun Islam ke tiga dalam Islam adalah mengimani kitab-kitab Allah Subhanahu Wata'ala, diantaranya Kitab Zabur, Kitab Taurat, Kitab Injil dan kitab Al-Qur'an. Jadi bukan hanya kitab Injil yang yang harus diimani umat Islam. Menurutnya, ketika Tuhan memerintahkan umat Muslim untuk beriman kepada Injil karena Injil itu benar. Jika tidak, tentu Tuhan tidak akan memerintahkan umat Muslim untuk mengimani Injil. Masa iya Tuhan memerintahkan umat Muslim untuk beriman kepada sesuatu yang telah hilang atau berubah? Selanjutnya dia menjelaskan bahwa Injil yang harus di imani oleh umat Islam adalah kitab Kristen yang juga bernama Injil dengan mengatakan: Kebanyakan orang salah mengerti bahwa Injil itu adalah sebuah kitab yang diturunkan hanya untuk orang Nasrani padahal jelas sekali umat Muslim pun diperintahkan untuk mengimani Injil. Namun, Injil sendiri sebenarnya bukan sekedar buku atau kitab seperti dugaan orang. Injil secara harafiah berarti kabar baik. Selanjutnya tentu saja si Kristen memaparkan ajaran-ajaran Kristen dalam Injil mereka dan berharap umat Islam bersedia menerimanya.


Yang perlu dijelaskan terlebih dahulu adalah arti iman kepada kitab-kitab Allah yang menjadi rukun Islam ke tiga.

Iman kepada kitab-kitab Allah berarti meyakini bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala telah menurunkan kitab-kitab wahyu kepada para Nabi-Nya, yaitu kitab Zabur kepada Nabi Daud ‘Alaihissalam, kitab Taurat kepada Nabi Musa ‘Alaihissalam, kitab Injil kepada Nabi Isa ‘Alaihissalam dan Kitab Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam. Keharusan beriman kepada Zabur, Taurat dan Injil tidak menjadikan umat Islam harus menjalankan ajaran dari kitab-kitab tersebut. Alasannya, karena Allah Subhanahu wata’ala telah menurunkan kitab-kitab tersebut khusus bagi umat tertentu dalam batas waktu yang Allah Subhanahu wata’ala kehendaki. Sedangkan Al-Qur’an adalah kitab wahyu Allah Subhanahu wata’ala yang terakhir, yang terjaga dan diperuntukkan bagi seluruh manusia sebagai petunjuk sampai dengan hari kiamat nanti. Dalam hadits Shahih Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda;

“Keberadaan kalian di antara umat-umat terdahulu seperti permisalan antara antara shalat 'ashar hingga matahari terbenam. Pemeluk taurat diberi taurat dan mereka mengamalkannya hingga pertengahan siang, kemudian mereka tidak bisa lagi mengamalknnya sehingga diberi satu qirath. Kemudian pemeluk injil diberi injil dan mereka mengamalkannya hingga shalat 'ashar didirikan lantas mereka tidak bisa lagi mengamalkannya, dan mereka diberi satu qirath. Kemudian kalian diberi Al Qur'an dan kalian mengamalkannya hingga matahari terbenam, lantas kalian diberi dua qirath dua qirath...” (Bukhari: 6979)  

Hadits di atas adalah perumpamaan yang Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wasallam buat untuk menjelaskan kedudukan umat Islam. Arti perumpamaan tersebut bahwa umat Yahudi diberi Taurat dan mengamalkannya sampai diturunkannya Injil, umat Nasrani diberi Injil dan mengamalkannya sampai diturunkannya Al-Qur’an, sementara itu umat Islam diberi Al-Qur’an dan mengamalkannya sampai matahari terbenam yaitu sampai tiba hari kiamat. Jadi seandainya pun ditemukan Injil yang sejati atau kitab-kitab lainnya yang isinya utuh tidak ada kerusakan di dalamnya, maka Injil atau kitab-kitab tersebut sudah tidak berlaku dan Allah Subhanahu wata’ala tidak akan memberikan pahala sebab mengamalkannya. Tidak ada pilihan bagi manusia yang hidup di zaman telah turunnya Al-Qur’an agar dapat selamat, kecuali menerima Islam sebagai agamanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nasrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (Muslim: 218)

Injil Yang Sejati!

Kristen: “ketika Tuhan memerintahkan umat Muslim untuk beriman kepada Injil karena Injil itu benar. Jika tidak, tentu Tuhan tidak akan memerintahkan umat Muslim untuk mengimani Injil. Masa iya Tuhan memerintahkan umat Muslim untuk beriman kepada sesuatu yang telah hilang atau berubah?”

Jawab: Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa ‘Alaihissalam memang pada mulanya benar, tapi apakah ada jaminan bahwa kitab itu tidak akan pernah hilang, berubah atau dipalsukan?


Umat Islam bukanlah umat bodoh yang tidak mengenal Injil. umat Islam juga sangat tahu mana Injil yang sejati dan mana Injil abal-abal. Injil sejati adalah kitab Allah Subhanahu wata’ala yang diturunkan kepada Nabi Isa ‘Alaihissalam sebagai petunjuk untuk Bani Israel. Sedangkan Injil abal-abal bukanlah kitab Allah Subhanahu wata’ala. Injil abal-abal hanyalah tulisan tangan-tangan manusia yang entah bagaimana dianggap telah di ilhami Roh Kudus. Injil abal-abal ini kemudian dinamakan dengan nama-nama murid-murid Yesus agar dianggap suci. Di dalamnya tidak ada firman Tuhan, di dalamnya hanya ada kisah perjalanan Yesus yang ditulis dari kesaksian-kesaksian saksi mata entah siapa mereka. Yesus tidak pernah mengenal, membaca atau mengajarkan Injil abal-abal ini, apalagi membenarkan isinya. Injil yang di imani oleh umat Islam adalah Injil yang sejati, Injil yang diturunkan dan diajarkan Nabi Isa ‘Alaihissalam kepada umatnya bani Israel, bukan Injil abal-abal yang diberi nama Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Injil Yang Sejati!"

  1. Benar sekali dan tampaknya injil yang sejati sudah ga mungkin lagi ada dan ditemukan. Walaupun ada injil barnabas tapi ga menjamin 100% asli karena terdapat beberapa kesalahan

    ReplyDelete

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.