Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Bagaimana Anak Ibrahim Ditebus?

Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan."  (al-An'aam: 164)

Setelah menggugat pengampunan Allah SWT dalam al-Qur’an karena tidak adanya media penebus dosa seperti halnya dalam Perjanjian Lama, kini mereka mencari pembenaran melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam al-Qur’an. Mereka menyatakan penebusan Nabi Ismail AS oleh seekor hewan sembelihan yang akan dikorbankan Nabi Ibrahim AS sebagai sesuatu yang sama dengan penebusan Yesus dalam Perjanjian Baru. Padahal jika diperhatikan, penebusan yang dilakukan Yesus dalam Bible dengan tebusan oleh hewan sembelian dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS berbeda tujuan, Yesus dalam Bible disebut sebagai penebus bagi dosa asal manusia, sedangkan hewan sembelihan dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah tebusan dalam arti pengganti Nabi Ismail yang akan dijadikan sembelihan.


Selain itu mereka juga tidak paham mengapa Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya. Padahal dalam situsnya (klik di sini) mereka telah mengutip ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

As-Shaaffaat (37): 99-111

99. Dan Ibrahim berkata:"Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. 100. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. 101. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. 102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." 103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). 104. Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, 105. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. 107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. 108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, 109. (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim." 110. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 111. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Karena tujuan perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya adalah sebagai ujian (baca ayat 106 di atas) ketaatan serta kesabaran Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, maka Allah SWT menebus (mengganti) Nabi Ismail yang hendak ditebus dengan sembelihan (kambing) yang besar setelah nyata ketaatan serta kesabaran mereka.

Itulah yang dapat saya jawab mengenai kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam al-Qur’an, sekarang saya akan menjelaskan sedikit mengenai penebusan dosa oleh Yesus dalam Bible. Penebusan dosa adalah salah satu dogtrin gereja, yang dimaksud dosa di sini adalah dosa asal, dosa akibat dosa Adam dan Hawa yang memakan buah larangan di eden. Sebenarnya tidak ada pernyataan eksplisit ataupun implisit Tuhan dalam Perjanjian Lama mengenai dosa Adam ini hingga sampai menjadi dogtrin gereja. Konsep dosa asal ini kalau saya perhatikan berasal dari surat kiriman Paulus, Paulus pun ternyata tidak mengambil dasar konsepnya dari Perjanjian Lama, melainkan interpretasi pribadinya saja (baca selengkapnya di sini).

Adalah sangat beralasan jika banyak dari kita yang menganggap dogtrin penebus dosa Kristen adalah warisan dari budaya pagan karena selama ini Kristen tidak pernah dapat membuktikan Yesus telah mengajarkan penebusan dosa oleh dirinya dan mengajarkan tentang dosa asal. Alasan Kristen bahwa Perjanjan Lama telah mengajarkan penebusan dosa dengan darah binatang sebelum kelahiran Yesus adalah alasan yang mengada-ada, karena penebusan dosa dengan darah hewan adalah perintah langsung dari Tuhan, sedangkan penebusan dosa oleh Yesus dalam dogtrin Kristen sama sekali tidak kita temukan perintah Tuhan di dalamnya. Kristen yang menjadikan penebusan dosa dengan darah hewan dalam Perjanjian Lama sebagai pembenar dogtrin penebusan dosa oleh Yesus adalah bukti bahwa penebusan dosa oleh Yesus adalah hanya hasil dari interpretasi atau tafsir atas penebusan dosa dalam Perjanjian Lama terhadap mati dan penyaliban yang konon di alami oleh Yesus.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagaimana Anak Ibrahim Ditebus?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.