Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Keselamatan Dalam Al-Qur'an dan Injil

Setiap orang yakin agamanya akan membawa kepada keselamatan, tidak terkecuali apakah dia seorang Muslim atau seorang Kristen. Setiap orang juga berhak mengklaim hanya agamanya saja yang dapat mengantarkan kepada keselamatan. Muslim mengatakan hanya agama Islam yang akan membawa keselamatan, sementara Kristian juga yakin hanya agama Kristen yang membawa keselamatan. Tidak mungkin keduanya sama-sama membawa keselamatan, bukan? Lalu agama manakah yang akan benar-benar membawa keselamatan? Islam atau Kristen? Yang anda harus ingat, selamat atau tidak selamatnya seseorang bukan tergantung seberapa yakin agamanya membawa keselamatan, tapi tergantung bagaimana kitab suci masing-masing agama menjamin keselamatan. Berikut ini adalah keselamatan dalam Al-Qur’an dan Injil.
Keselamatan Dalam Al-Qur’an
Allah SWT menyebut Al-Qur’an sebagai kitab wahyu (Al Baqarah: 23), kitab yang diberkahi (Al An'aam: 92), kitab petunjuk dan penawar (Fushshilat: 44), kitab cahaya (Asy Syuura: 52), kitab rahmat dan pelajaran (Al 'Ankabuut: 51), kitab yang mulia (Fushshilat: 41), dll. Dengan titel yang demikian banyak, keterangan dalam Al-Qur’an tidak diragukan kebenarannya, termasuk bagaimana Al-Qur’an menjelaskan tentang keselamatan. Menurut Al-Qur’an, seseorang dapat selamat jika dia beriman (Islam) dan beramal saleh, serta istiqamah dalam keislaman dan tidak mencampuri keimanan dengan kesyirikan. Sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya,
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera(Al Hajj: 23)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam(Ali 'Imran: 102).
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk(Al An'aam: 82)
Keselamatan Dalam Injil
Injil di percaya oleh orang-orang Kristen sebagai firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus kepada para penulis. Walaupun demikian, di dalam Injil, tidak ditemukan pernyataan Allah yang menyebut Injil adalah firman dari-Nya. Juga tidak ditemukan pernyataan Allah yang menyebut Injil adalah kitab wahyu, kitab petunjuk, kitab hikmah, kitab rahmat dan lain-lain sebagaimana Al-Qur’an. Selain itu, Roh Kudus yang di percaya telah mengilhami para penulis Injil, ternyata juga tidak pernah menyatakan Injil adalah Ilham dari-nya. Para penulis dalam Injil juga tidak pernah menyatakan bahwa kitab yang mereka tulis berasal dari Allah atau ilham Roh Kudus. Dari ketidakjelasan asal-usul Injil seperti ini, kita temukan bahwa keselamatan menurutnya ternyata tidak jauh beda dengan yang ada dalam Al-Qur’an. Menurut Injil, seseorang yang ingin selamat maka ia harus percaya dan dibaptis (Markus 16:16). Yang dimaksud percaya di sini adalah percaya kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan (Markus 12:29) dan percaya Yesus sebagai utusan Allah (Yohanes 17:8).

Selain iman, Yesus juga mensyaratkan untuk beramal menjalankan hukum Taurat bagi mereka yang ingin memperoleh keselamatan (Matius 5:19, Matius 7:21, Matius 6:20). Jadi sangat tidak benar kalau dikatakan keselamatan dalam Injil itu asal anda mempercayai Yesus sebagai Tuhan, di salib, mati dan bangkit untuk menebus dosa manusia. Dalam Injil Yesus tidak pernah menyebutkan demikian. Yesus yang menolak dirinya di sebut baik, apakah mungkin Yesus menerima dirinya di sebut Tuhan?  Selain itu, surga yang ditawarkan oleh Yesus itu hanya untuk 144 ribu orang Israel (Wahyu 7:4, Wahyu 14:1). Pintu surganya pun tertulis nama-nama suku Israel (Wahyu 21:12), yang artinya hanya orang Israel yang dapat masuk surga. Tidak mungkin jumlah 144 ribu yang di sebut Wahyu 7:4 dan Wahyu 14:1 hanyalah kiasan, karena penjelasannya yang demikian detail menyebut jumlah orang yang masuk surga dari tiap-tiap suku Israel. Singkatnya, Surga dalam Injil itu eksklusif hanya untuk bangsa Israel. Jadi kalau kafir Kristen pemuja Yesus yakin diri mereka masuk surga, dari sekarang coba pikirkan mau masuk surga lewat pintu yang mana? Itu saja!

0 Response to "Keselamatan Dalam Al-Qur'an dan Injil"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.