Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Kebangkitan Paus Borgia

Keluarga de Borja (sebagaimana nama keluarga ini dieja pada mulanya) berasal dari Torre de Canals yang terletak di kaki pegunungan sebelah selatan Valencia dalam kerajaan Aragon. Keluarga de Borja menjadi tuan tanah ketika mereka mendapat hibah berupa lahan sebagai ganjaran atas pengabdian mereka dalam melawan orang-orang Muslim Moor yang pernah menguasai Spanyol sejak abad kedelapan. Sebenarnya, keluarga de Borja adalah kaum petualang dan oportunis, dengan ambisi untuk menaikkan status sosial mereka yang masih rendah. Anggota keluarga yang berhasil mewujudkan ambisi-ambisi ini adaalah Alonso de Borja. 
Lahir pada tahun 1378, Alonso adalah seorang pelajar yang pintar, yang masuk universitas Lerida untuk belajar hukum saat usianya baru 14 tahun. Ketika ia masih remaja, ia telah menjadi lektor universitas dan kemudian mengabdi kepada Raja Alfonso V dari Aragon sebagai diplomat dan penasihat. Keberhasilan terbesar de Borja datang ketika ia membantu mengakhiri peristiwa Skisma Besar di Barat dimana para paus lawan, yang sebagian besar berbasis di Avignon (sekarang wilayah Prancis), bertikai atas klaim mereka terhadap tahta kepausan dengan para paus di Roma. Alonso de Borja menggunakan gabungan janji-janji, pesona dan ancaman untuk membuat si antipaus lawan, Klemens VIII, menyerah dan mengakui Martinus V, Paus Roma, sebagai paus yang sebenarnya. Sebagai ganjarannya, Paus Martinus yang sangat terkenal itu Alonso de Borja menjadi Uskup Valencia, sebuah posisi yang bergengsi. 
Pada tahun 1444, de Borja diangkat menjadi kardinal. Saat berusia 66 tahun, ia menjalani hidup yang penuh keteladanan yang ketat, sederhana dan suci. Inilah perbandingan yang sangat kontras dengan banyak sesama kardinal yang lebih menyukai hidup duniawi yang penuh kesenangan dan kemewahan bersama kekasih-kekasih gelap dan anak-anak haram mereka. Pada tahun1455, ketika Paus Nikolas wafat dan tiba saatnya untuk memilih seorang penerus, Kardinal de Borja sudah berusia 77 tahun. Ia lumpuh akibat penyakit gout dan menghabiskan sebagian besar waktunya terbaring di tempat tidur. Akibatnya, ketika para Kardinal bertemu dalam sidang konklaf untuk memilih paus baru, de Borja tidak dipandang sebagai kandidat. Tetapi dua dua calon paus yang berlomba dalam pemilihan telah berkompromi, karena mereka adalah wakil dari keluarga Colonna dan Orsini. Sebuah penangguhan telah dikeluarkan dan sidang konklaf terpaksa mencari kandidat ketiga.
Satu-satunya alternatif yang memungkinkan adalah Kardinal de Borja karena hanya ia yang memiliki reputasi yang tidak diragukan dan tidak terikat pada kepentingan-kepentingan keluarga yang berkuasa. Ia pun sudah sangat tua, sehingga kemungkinan tidak akan bertahan lama, dan sikapnya yang lembut dan lunak akan membuatnya menjadi paus yang cukup dapat ditaklukkan.
Siap pun yang pernah berpikir demikian ternyata sangatlah keliru. Memang benar bahwa Paus Kallistus III sebagaimana de Borja kemudian dikenal, hanya bertahta selama tiga tahun. Tetapi selama tahun-tahun itu ia telah mengikat Gereja Katolik erat-erat pada jeratan keluarga Borgia  dengan menyiapkan jalan bagi keponakannya, Rodrigo yang menyuap jalannya menuju tahta Santo Petrus pada tahun 1492. Pria ini bukanlah orang yang akan mengikuti jalan santo menuju tahta kepausan. Baginya, kepausan adalah sebuah bisnis untuk diperas dan dieksploitasi demi penghasilan, dan lebih banya penghasilan darinya. Dan sebagai Aleksander VI, Rodrigo masih memegang rekor sebagai paus dengan reputasi terburuk sepanjang masa. Ia gemar dengan pesta-pesta asusila dan mempunyai delapan anak dari tiga atau empat kekasih gelapnya.  

(Sumber: Sejarah Gelap Para Paus)

0 Response to "Kebangkitan Paus Borgia"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.