Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Jalan Utama: Shirat Al-Mustaqim

Dalam Al-Qur'an terdapat ayat-ayat yang menyatakan membenarkan kitab-kitab sebelum Al-Qur'an, tidak terkecuali Taurat. Orang Kristen mengetahui ini dan mereka mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak menerima Taurat yang ada pada mereka, dengan alasan Al-Qur'an telah berulang kali membenarkannya. Di bawah ini adalah beberapa penjelasan tentang Taurat yang di sebut Al-Qur'an.
1. Al-Qur'an Membenarkan Taurat 
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu(Al Maa'idah: 48).
Al-Qur'an membenarkan kitab-kitab sebelumnya, dalam hal ini kitab Taurat. Maksudnya adalah Al-Qur'an membenarkan bahwa Taurat adalah kitab Allah yang diturukan kepada Nabi Musa AS. Jadi yang dimaksud dengan "membenarkan Taurat" itu adalah membenarkan bahwa itu adalah kitab Allah kepada Nabi Musa AS, bukan membenarkan secara mutlak semua isinya yang ada dalam Taurat. Untuk menilai isi dari kitab-kitab sebelum Al-Qur'an, Allah telah menjadikan Al-Qur'an sebagai batu uji terhadap kitab-kitab sebelumnya, ini yang sering sengaja dilewatkan orang Kristen. Batu uji itu maksudnya adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya.
2. Taurat Sudah Tidak Asli Lagi, Bukan Palsu.
Apa itu asli? Asli itu tidak palsu atau tidak tercampur di dalamnya antara yang asli dan yang palsu. Taurat yang sekarang itu TIDAK ASLI, bukan PALSU. Taurat dikatakan TIDAK ASLI karena isinya sudah tercampur antara yang benar-benar firman Allah dengan yang bukan firman Allah. Ayat-ayat Al-Qur'an telah menyatakan Taurat tidak asli diantaranya:  
Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan(Al Baqarah: 79)
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya? (Ali 'Imran: 71)
(Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya(Al Maa'idah: 41)
3. Taurat Itu Kitab Musa AS
Al-Qur'an selalu menyebut Taurat dengan kitab yang diberikan kepada Musa AS. Tetapi pada kenyataannya, kitab yang disebut Taurat sekarang ini ternyata bukan hanya kitab yang berasal dari Musa AS, namun kitab-kitab lainnya yang diatasnamakan dengan nama Nabi-nabi. Kitab Musa AS dalam Taurat yang sekarang ini pun ternyata tidak asli lagi, karena kitab Musa AS itu terbagi menjadi empat kitab. Isinya pun ternyata bukan murni firman Allah, tetapi sudah tercampur dengan dongeng-dongeng dan sejarah bangsa Israel. Taurat yang ada sekarang itu adalah hanyalah saduran dari kitab Musa AS yang asli, dengan penambahan dongeng-dongeng dan sejarah bangsa Israel
Kesimpulan:
Al-Qur'an tidak pernah menyebut Taurat akan aman dari berbagai perubahan, justru ada sebagaian ayat-ayat Al-Qur'an yang menyebut perubahan-perubahan Taurat. Allah dalam Taurat dan Injil pun tidak pernah menjamin Taurat akan aman dari tangan-tangan jahil. Fakta sejarah bahkan membuktikan Taurat sudah mengalami perubahan. Sebaliknya, Allah justru menjamin kesucian Al-Qur'an dari perubahan-perubahan, sebagaimana firman-Nya,

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Al Hijr: 9).

0 Response to "Jalan Utama: Shirat Al-Mustaqim"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.