Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Orang Bertanya: Mengapa Umumnya Muslim Takut Anjing?


Ketika tinggal di Indonesia, beberapa kali saya melihat orang melempari anjing dengan batu. Anak-anak sering takut saat melintasi rumah yang punya anjing, walaupun anjing itu kecil atau jinak. Saya selalu bertanya, mengapa umumnya Muslim takut anjing dan membenci anjing?

Anjing Sebagai Binatang Peliharaan

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Di Negara Barat, banyak orang yang memelihara anjing. Menurut penelitian ada beberapa manfaat kesehatan dengan memelihara anjing. Seperti tekanan darah lebih rendah, tingkatan stres berkurang, dan orang lebih aktif karena sering berolahraga. Beberapa jenis anjing bisa menolong orang buta dan bisa mengetahui jika seseorang sakit kanker.

Jawaban Saya: Memelihara anjing memang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Namun dari sekian banyak manfaat yang didapatkan dari memelihara anjing, kita tetap harus waspada bahwa anjing dapat membawa bakteri atau parasit yang dapat menimbulkan penyakit. Seperti Campylobacteriosis yang timbul sebagai diare, Infeksi akibat cacing (dog tapeworm dan hookworm), Rabies, Leptospirosis, .Lyme disease yang ditularkan melalui kutu anjing.

Ajaran Islam Mengenai Anjing

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Memang, Nabi Islam tidak menyukai anjing sampai mau membunuhnya. “Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membunuh anjing” (Hadits, Shahih Bukhari 3076).

Tetapi, anjing pada waktu itu sangat liar dan berbeda dengan anjing peliharaan, bukan? Nabi Islam juga pernah mengatakan, “Anjing hitam itu setan” (Hadits, Shahih Muslim 789). Apakah itu benar? Dalam pengalaman saya, ada banyak anjing hitam yang sangat baik, tenang, dan jinak.

Menurut satu pakar Islam, Muslim tidak boleh menyentuh anjing jika basah. Tapi jika kering, tidak ada masalah. Apakah itu masuk akal?

Sebenarnya, dalam Al-Quran dan Kitab Allah, tidak ada perintah untuk membenci atau membunuh anjing.

Jawaban Saya: Mengenai memelihara anjing, Islam telah jelas mengharamkannya. Kecuali anjing yang sengaja dipelihara untuk menjaga ternak, sebagai pemburu, atau penjaga tanaman. Memelihara anjing kecuali dengan ketiga alasan tersebut akan dapat mengurangi pahala si pemelihara dua qirath setiap hari. Hal tersebut di dapat dari sabda Rasulullah SAW dalam Hadits Shahih berikut ini;

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Nafi' dari Abdullah bin Umar ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak atau anjing untuk berburu, maka pahalanya akan berkurang dua qirath setiap hari." (Shahih Bukhari: 5060)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Handlalah bin Abu Sufyan dari Salim dari Ayahnya dari "Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk berburu atau menjaga hewan ternak, maka amalnya akan dikurangi dua qirath setiap hari." Salim berkata, " Abu Hurairah menambahkan, 'Atau anjing untuk menjaga tanaman. Sedangkan Abu Hurairah adalah pemilik kebun." (Shahih Muslim: 2944)

Nabi Muhammad SAW memang memerintahkan untuk membunuh anjing. Anjing yang diperintahkan untuk dibunuh ini adalah anjing yang dipelihara bukan untuk menjaga ternak, sebagai pemburu, atau penjaga tanaman dan anjing hitam legam karena setan sering menjelma menjadi hewan ini.

Telah menceritakan kepada kami Humaid bin Mas'adah telah menceritakan kepada kami Bisyr -yaitu Ibnu Al Mufadlal- telah menceritakan kepada kami Isma'il -yaitu Ibnu Umayyah- dari Nafi' dari Abdullah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan supaya membunuh anjing, lantas kami pergi ke seluruh penjuru kota sehingga kami tidak meninggalkan seekor anjing pun melainkan kami membunuhnya. Bahkan kami membunuh seekor anjing yang selalu mengikuti tuannya, yaitu anjingnya seorang wanita badui." (Shahih Muslim: 2936)

Hadits Shahih di atas, telah memberikan informasi kepada kita. Bahwa di zaman Nabi, anjing sudah dipelihara oleh sebagian orang Arab selain untuk menjaga ternak, sebagai pemburu, atau penjaga tanaman. Ini menjadi bantahan bagi kafir Kristen pemuja Yesus yang mengatakan anjing di zaman Nabi adalah anjing liar berbeda atau bukan anjing peliharaan.

Memang benar. Seorang Muslim harus mencuci bagian tubuh atau pakaiannya jika terkena najis. Tetapi jika najis itu najis yang kering, maka bagian tubuh atau pakaian tersebut tidak perlu di cuci karena tidak ada perpindahan najis. Najis hanya dapat berpindah ke bagian tubuh atau pakaian jika najis tersebut masih basah. Kafir Kristen pemuja Yesus bertanya, apakah itu masuk akal? Bagi kami itu sangat masuk akal. Tetapi bagi mereka yang kafir, tentu itu tidak masuk akal, karena mereka nyaris tidak pernah menggunakan akal dalam beragama. Cat yang kering tidak memberikan bekas pada saat tangan menyentuhnya, berbeda ketika cat tersebut masih basah. Itu analogi sederhananya.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan dalam Al-Quran tidak ada perintah untuk membenci atau membunuh anjing. Itu benar. Perintah membunuh anjing ada dalam Hadits Nabi, tidak ada dalam Al-Qur’an. Tetapi sumber hukum dalam Islam bukan hanya Al-Qur’an atau hanya Hadits, tetapi keduanya; Al-Qur’an dan Hadits. Demikian juga dalam Bible. Dalam Bible perintah membunuh anjing memang tidak ada, tetapi anjing dalam Bible selalu digambarkan sebagai binatang yang hina karena selalu digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang buruk.

Dapatkah Dekorasi Anjing Membuat Kota Najis?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Di Malaysia tahun ini, orang Cina yang memiliki perusahaan tidak mau memasang dekorasi atau ornamen anjing karena takut orang Muslim akan merasa marah atau tersinggung. Apakah dekorasi dan ornamen saja bisa membuat sebuah kota najis? Silakan mengirim pendapat Anda kepada kami melalui email ini. Kira-kira 23% populasi Malaysia terdiri dari orang Cina. Imlek adalah perayaan terutama untuk orang Cina, tapi mereka tidak bisa merayakannya dengan penuh.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus bertanya dengan pertanyaan bodoh khas mereka; apakah dekorasi dan ornamen anjing saja bisa membuat sebuah kota najis? Dekorasi dan ornamen anjing tidak membuat najis. Muslim Malaysia tidak suka dengan dekorasi dan ornamen anjing bukan karena di anggap dapat membuat najis. Tetapi karena adanya larangan dalam Islam membuat gambar atau patung dari makhluk yang bernyawa;

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'man telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Nafi' dari Ibn Umar radliyallahu'anhuma, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Para pembuat gambar ini disiksa pada hari kiamat, lalu dikatakan, 'Cobalah hidupkan semua yang kalian cipta'." (Shahih Bukhari: 7003)

Fokus Isa Al-Masih – Dalam

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Masalahnya, ajaran Islam sering lebih berfokus kepada hal-hal luar/jasmani. Tetapi, Isa Al-Masih selalu fokus kepada yang terpenting, yaitu apa yang di dalam orang.

Isa mengingatkan, “Celakalah kamu . . . sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran . . . di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan” (Kitab Allah, Matius 23:27-28).

Isa fokus kepada dalam karena apa yang di dalam akan menentukan jika seseorang akan masuk neraka atau sorga. “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang . . . Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang” (Kitab Allah, Matius 15:18, 20).

Jawaban Saya: Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. (Matius 23:27-28)

Apa yang diucapkan Yesus di atas dimaksudkan untuk mendidik bangsa Israel agar tulus, ikhlas dan tidak ada yang di maksud dalam ibadah selain Tuhan. Tidak ada yang berbeda dengan Islam dalam hal ini. Dalam Islam, ibadah harus karena Allah, bukan karena lain-lainnya, seperti ingin di puji orang (Riya) atau ingin di dengar orang (sum’ah). Orang yang beramal karena Riya dan Sum’ah, maka ibadahnya akan tertolak dan menjadi orang yang merugi kelak di akhirat.

Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap ajaran Islam bermasalah, karena lebih berfokus kepada hal-hal luar atau jasmani. Itu tidak benar. Agama Islam tidak hanya berfokus pada masalah-masalah luar atau jasmani saja, tetapi juga mengajarkan tentang adab dan akhlak kepada orang-orang beriman. Kafir Kristen pemuja Yesus saja yang selama ini hanya melihat Islam dari luar atau jasmaninya saja. Yesus dikatakan oleh kafir Kristen pemujanya sebagai orang yang selalu fokus kepada yang ada di dalam. Itu sama sekali tidak benar.

Yesus dalam Injil Kristen mengajarkan kedudukan seseorang di sorga berbeda-beda, tergantung sejauh mana ia menjalankan perintah-perintah hukum Taurat. Orang yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat meskipun yang terkecil dan mengajarkan demikian, akan menduduki tempat yang paling rendah di kerajaan sorga. Sebaliknya, siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah hukum Taurat, akan menduduki tempat yang tinggi di kerajaan sorga. Perhatikan ayat berikut;

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Tauratia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga(Matius 5:19)

Perintah-perintah hukum Taurat yang dimaksud adalah semua perintah dan larangan dalam hukum Taurat, termasuk yang bersifat luar atau jasmani. Karena banyak sekali perintah dan larangan dalam hukum Taurat yang bersifat luar atau jasmani. Itu bantahan bagi kafir Kristen pemuja Yesus yang mengatakan Yesus hanya fokus kepada dalam karena itu akan menentukan seseorang akan masuk neraka atau sorga.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Orang Bertanya: Mengapa Umumnya Muslim Takut Anjing?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.