Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Menemukan Tuhan Sejati Lewat Enam Ciri-Ciri Pokok-Nya

Ada beberapa orang mengatakan bahwa Allah umat Muslim dan Kristen adalah Tuhan yang berbeda. Menurut mereka, Allah umat Kristen adalah Tuhan yang sejati, sedangkan Allah umat Muslim bukanlah Tuhan. Namun jika Allah mereka bukan Tuhan yang sejati, siapakah Dia?

Di bawah ini dikemukakan beberapa kriteria Tuhan yang sejati:

1. Befirman Kepada Umat-Nya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Allah sesungguhnya tidak pernah berbicara kepada Muhammad atau umat-Nya. Ia hanya “meminjam” mulut suatu roh bernama Jibril yang dianggap sebagai utusan Tuhan Yang Mahakuasa. Selama 23 tahun Muhammad hanya menerima bisikan-bisikan, dan itulah yang disebut wahyu Al-Quran. Sebaliknya, Tuhan yang sejati adalah Tuhan yang berfirman dan berbicara kepada semua nabi-Nya tanpa perantara. Dia berbicara kepada Abraham, Ishak, Yakub, Musa dan seterusnya. Hingga akhirnya Tuhan mengirim Kalimat-Nya yang nuzul dalam Isa Al-Masih untuk berbicara langsung dengan setiap manusia!

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus kembali mempersoalkan cara Allah SWT berfirman kepada Nabi Muhammad. Nabi Muhammad SAW yang menerima wahyu Allah SWT melalui seorang Malaikat, mereka anggap sesuatu yang keliru. Kafir Kristen pemuja Yesus beranggapan, Tuhan yang sejati itu adalah Tuhan yang berfirman dan berbicara kepada semua Nabi tanpa perantara. Pernyataan mereka tersebut tentu saja keliru. Karena menurut Al-Qur’an, Allah SWT berfirman kepada para Nabi-Nya dengan beberapa cara. Salah satunya yaitu dengan cara mengutus seorang utusan dari Malaikat. Berikut ini ayatnya;

Dan tidak mungkin bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. (Asy Syuura: 51)

Ayat-ayat tersebut menerangkan tentang tingkatan-tingkatan wahyu bila dikaitkan dengan Allah SWT. Yaitu adakalanya Dia melemparkan sesuatu ke dalam diri Nabi Muhammad SAW, yang tidak diragukan oleh Beliau. bahwa hal itu berasal dari Allah SWT. Sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Sahih Ibnu Hibban dari Rasulullah Saw, bahwa beliau SAW pernah bersabda:

Sesungguhnya ruhul quds (Jibril) telah membisikkan ke dalam diriku bahwa sesungguhnya seseorang itu tidak akan mati sebelum rezeki dan ajalnya disempurnakannya. Karena itu, bertakwalah kamu kepada Allah dan berbaik-baiklah dalam meminta.

Pengutusan Malaikat untuk menyampaikan firman Tuhan kepada para Nabi, juga akan anda temukan dalam Bibel Perjanjian Lama jika anda membacanya dengan teliti. Misalnya ketika Malaikat Tuhan menghalau Bileam bin Beor yang hendak mengutuk bangsa Israel yang telah diberkati Tuhan. Bileam bin Beor yang memukul keledainya, ditegur oleh Tuhan melalui firman-Nya yang disampaikan oleh malaikat;

Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: "Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan. (Bilangan 22:32)

Malaikat Tuhan juga pernah menjadi penyampai firman kepada seorang Nabi bernama Gideon, yang dalam firman tersebut Nabi Gideon diajarkan untuk melakukan persembahan kepada Tuhan;

Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: "Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya." Maka diperbuatnya demikian. (Hakim-Hakim 6:20)    

Malaikat juga pernah menemui Elia untuk menyampaikan firman Tuhan untuk segera menemui utusan-utusan raja Samaria dan mengatakan seperti yang diperintahkan Tuhan;

Tetapi berfirmanlah Malaikat TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu: "Bangunlah, berangkatlah menemui utusan-utusan raja Samaria dan katakan kepada mereka: Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga kamu ini pergi untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? (2 Raja-Raja 1:3)

Masih banyak sekali ayat-ayat seperti di atas akan anda temukan terdapat dalam Bibel Perjanjian Lama. Jadi, sangat bodoh sekali kafir Kristen pemuja Yesus apabila mengatakan Tuhan hanya berfirman secara langsung kepada para Nabi dan tidak pernah mengutus Malaikat untuk menyampaikan firman-Nya.

2. Dapat Melakukan Mujizat

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Muhammad dan umat Muslim tidak pernah melihat Allah melakukan mujizat. Tidak ada saksi mata yang melihat bagaimana Dia bermujizat dengan berkata sepatah kata “KUN.” Allah hanyalah Tuhan yang dislogankan Mahakuasa. Namun sebenarnya Dia mempunyai kekosongan kuasa untuk melakukan mujizat. Bandingkan dengan Isa Al-Masih. Hanya dengan sepatah kata “ Talita Kum! ” (Injil, Rasul Markus 5:41), Dia membangkitkan orang mati di hadapan banyak orang.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus berkata bahwa Nabi Muhammad SAW dan umat Islam tidak pernah melihat Allah SWT melakukan mukjizat. Tentu saja. Bagaimana dapat melihat Allah SWT melakukan mukjizat, kalau Dia ghaib yang mata manusia tidak mampu melihat wujud-Nya? Manusia dapat melihat mukjizat hanya melalui perantara seorang Nabi utusan-Nya. Memang betul Nabi Isa AS atau Yesus pernah menghidupkan orang mati sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan Injil Kristen. Tetapi itu semua bukan kuasa Nabi Isa AS atau Yesus sendiri. Nabi Isa AS atau Yesus hanyalah dijadikan perantara oleh Allah SWT untuk menunjukkan kuasa-Nya. Mukjizat yang dilakukan oleh Nabi Isa AS atau Yesus dapat terjadi karena izin dan kuasa dari Allah SWT. Itu sebabnya ketika akan menghidupkan Lazarus, Yesus terlebih dahulu berdoa kepada Tuhannya, silakan baca Yohanes 11:41-43. Allah SWT yang melakukan mukjizat sementara Yesus hanya menjadi perantara, perhatikan ayat berikut;

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Rasul 2:22) 

Jika yang dimaksud melihat ‘Allah melakukan mukjizat’ adalah melihat Nabi Allah SWT melakukan mukjizat dengan kuasa dan izin Tuhannya sebagaimana Yesus menghidupkan orang mati, maka Nabi Muhammad SAW dan umat Islam juga melihatnya, karena Nabi Muhammad SAW juga bermukjizat. Ini dia mukjizat-mukjizat Nabi Muhammad SAW:

Mukjizat Terbelahnya Bulan

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus." (Al Qamar: 1-2)

Telah bercerita kepada kami Shadaqah bin Al Fadlal telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Uyainah dari Ibnu Abu Najih dari Mujahid dari Abu Ma'mar dari Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu berkata; Pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bulan pernah terbelah menjadi dua bagian lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saksikanlah". (Shahih Bukhari: 3364)

(Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir berkata; telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Katsir dari Hushain bin Abdurrahman dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari Bapaknya berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menjadi dua bagian, satu bagian di atas gunung ini dan satu bagian lagi pada gunung itu. Mereka berkata; "Muhammad telah menyihir kita". Mereka juga berkata; "Jika dia telah menyihir kita, namun niscaya dia tidak akan bisa menyihir manusia semuanya." (Musnad Ahmad: 16150)

Mukjizat Air Keluar Dari Jari-Jemari Nabi

Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Al Mutsannaa telah bercerita kepada kami Abu Ahmad Az Zubairiy telah bercerita kepada kami Isra'il dari Manshur dari Ibrahim dari 'Alqamah dari Abdullah berkata; "Kami dahulu menganggap tanda-tanda luar biasa (seperti Mu'jizat) sebagai barakah sedangkan kalian menganggapnya sebagai sesuatu yang menakutkan. Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan kemudian persediaan air menipis, maka beliau bersabda: "Carilah sedikit air". Maka mereka datang dengan membawa sebuah bejana berisi air yang sedikit lalu beliau memasukkan tangan beliau ke dalam bejana itu kemudian bersabda: "Kemarilah bersuci dengan penuh keberkahan dan keberkahan itu datang hanya dari Allah". Sungguh aku melihat air memancar dari sela-sela jari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sungguh kami pun pernah mendengar makanan bertasbih ketika sedang dimakan"(Shahih Bukhari: 3314)

Mukjizat Memerintahkan Pohon Untuk Berjalan

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Abu Sufyan dari Anas bin Malik ia berkata; Jibril datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau sedang duduk sedih berlumuran darah disebabkan perlakuan orang-orang kafir Quraisy Makkah, lalu jibril berkata: wahai Rasulullah apakah baginda ingin saya perlihatkan tanda (kekuasaan Subhanahu wa Ta'ala) Rasul menjawab: 'ya': lalu beliau melihat sebuah pohon di belakangnya, jibril mengatakan: panggillah pohon tersebut, maka beliau memanggilnya dan pohon itu datang serta berdiri di hadapan beliau, kemudian Jibril berkata: "Perintahkan untuk kembali". Maka beliau memerintahkannya untuk kembali dan pohon itu pun kembali (ke tempat asalnya) Rasulullah berkata: cukup-cukup(Sunan Darimi: 23)

Mukjizat Membuat Makanan Yang Sedikit Cukup Untuk Ribuan Orang

Telah menceritakan kepada kami Khallad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Aiman dari Ayahnya dia berkata, aku pernah menemui Jabir radliallahu 'anhu, "Ketika kami menggali parit pada peristiwa khandaq, sebongkah batu yang sangat keras menghalangi kami, lalu para sahabat menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka berkata, "Batu yang sangat keras ini telah menghalangi kami dalam menggali parit, lalu beliau bersabda: "Aku sendiri yang akan turun." Kemudian beliau berdiri (di dalam parit), semntara perut beliau tengah diganjal dengan batu (karena lapar). Semenjak tiga hari kami lalu tanpa ada makanan yang dapat kami rasakan, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengambil kampak dan memukulkan pada batu tersebut hingga ia menjadi pecah berantakan -atau hancur-. Aku lalu berkata, "Wahai Rasulullah, izinkanlah aku untuk ke rumah." Setelah itu kukatakan kepada isteriku, "Aku melihat pada diri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sesuatu yang aku sendiri tidak tega melihatnya, apakah kamu memiliki sesuatu (makanan)?" isteriku menjawab, "Aku memiliki gandum dan anak kambing." Kemudian ia meyembelih anak kambing tersebut dan membuat adonan gandum hngga menjadi makanan dalam tungku, setelah itu aku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sementara adonan mulai matang, dan periuk berada diantara dua tungku api dan hampir masak, maka aku berkata, "Aku memiliki sedikit makanan, " maka berdirilah wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersama dengan satu atau dua orang saja. Beliau bersabda: "Untuk berapa orang?" Lalu aku memberitahukan kepada beliau, beliau bersabda: "Tidak mengapa orang banyak untuk datang." Beliau bersabda lagi: "Katakan kepada isterimu, jangan ia angkat periuknya dan adonan roti dari tungku api hingga aku datang." Setelah itu beliau bersabda: "Bangunlah kalian semua." Bergegas kaum Muhajirin dan Anshar berdiri berangkat, ketika Jabir menemui Isterinya, dia berkata, "Waduh, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah datang bersama kaum Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang bersama mereka." Isteri Jabir berkata, "Memang beliau (Rasulullah) memintamu yang demikian?" Jabir menjawab, "Ya, begitu." Lalu Rasulullah berkata: "Masuklah dan jangan berdesak-desakan." Kemudian Rasulullah mencuil-cuil roti dan ia tambahkan dengan daging, dan ia tutup periuk dan tungku api. Selanjutnya beliau ambil dan beliau dekatkan kepada para sahabatnya. Lantas beliau ambil kembali periuk itu dan terus menerus beliau lakukan antara mencuili roti dan menciduknya hingga semua sahabat kenyang dan masih menyisakan sisa. Setelah itu beliau bersabda: "Sekarang makanlah engkau (maksudnya isteri Jabir) dan kalau bisa, hadiahkanlah kepada yang lain, sebab orang-orang, banyak yang masih kelaparan." (Shahih Bukhari: 3792)

3. Memperkenalkan Nama-Nya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dr. M. Quraish Shihab mengatakan bahwa “Allah” adalah nama Tuhan-pagan terbesar orang Arab. Kemudian oleh Muhammad diadopsi menjadi Tuhan dengan cara “memonoteiskan” pribadi-Nya. Berbeda dengan Tuhan di Alkitab. Dia memperkenalkan nama-Nya kepada Nabi Musa. “ TUHAN itulah nama-Ku untuk selama-lamanya... ” (Taurat, Kitab Keluaran 3:15). Dalam tiang awan dan tiang api, Dia menuntun umat-Nya di padang gurun bersama Nabi Musa selama 40 tahun.

Jawaban Saya: Nama Allah memang sudah digunakan oleh orang-orang Arab jauh sebelum Islam. Agama yang ada di Arab sebelum Islam seperti Yahudi dan Nasrani (Kristen), juga menggunakan nama Allah sebagai nama sesembahan mereka. Tidak mungkin orang-orang Yahudi dan Nasrani (Kristen) menggunakan nama Allah sebagai nama sesembahan, jika nama Allah berasal asal dari orang-orang pagan Arab. Nama Allah sudah digunakan jauh sebelum orang-orang pagan ada di Arab. Yaitu di masa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Orang-orang Arab kemudian tersesat dengan menjadikan berhala-berhala sebagai sesembahan dengan tetap mempertahankan nama Allah yang mereka dapat dari nenek moyang mereka yang lurus. Islam datang untuk memurnikan peribadatan hanya kepada Allah SWT.

Sampai sekarang pun, orang-orang Kristen yang ada di Indonesia menggunakan nama Allah sebagai nama Tuhan. Orang Kristen juga protes jika diminta untuk tidak menggunakan nama Allah, seperti yang telah terjadi di Malaysia. Mengatakan nama Allah adalah berasal dari penyembah berhala Arab, juga akan mencederai saudara-saudara Kristen kalian yang ada di Indonesia dan Malaysia. Jika kafir Kristen pemuja Yesus serius menganggap nama Allah berasal dari pagan Arab, harusnya suruh juga saudara-saudara Kristen kalian untuk tidak lagi menggunakan nama Allah dalam peribadatan dan percakapan sehari-hari. Serta hapus pula semua nama Allah yang ada dalam Bible. Daripada kafir Kristen pemuja Yesus mengolok nama Allah dengan menyebutnya nama sesembahan orang-orang pagan, bukankah lebih baik jika mereka gunakan kesempatan yang ada untuk memikirkan lebih serius Siapa Nama Tuhan Kristen? Karena sampai hari ini orang-orang Kristen di dunia berbeda-beda dalam menyebut nama Tuhan mereka.

4. Mengasihi Manusia

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sekalipun Allah Islam ditinggikan sebagai Tuhan yang mahakasih, namun Dia tidak mempunyai kapasitas Ilahi yang satu ini. Allah tidak pernah mengasihi orang kafir. Justru mereka inilah yang harus dilaknati atau dipenggal kepalanya. Isa Al-Masih tidak melaknati musuh-musuh-Nya. Dia mengajarkan hukum yang utama dan terutama, yaitu hukum kasih. Aku berkata: “Kasihilah musuhmu,... ” (Injil, Rasul Lukas 6:27).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Allah SWT bukan Tuhan yang Maha Kasih karena tidak pernah mengasihi orang kafir. Itu tidak benar. Buktinya Allah SWT tidak pernah mengazab di dunia orang-orang kafir karena kekafirannya. Allah SWT tetap memberi rizki orang-orang kafir walaupun mereka mengambil sekutu-sekutu bagi Allah SWT. Sebagian mereka diberikan kekuasaan dan harta dunia yang berlimpah. Apa itu masih kurang, wahai para pemuja Yesus?

Bagaimana dengan Yesus yang mereka katakan mengajarkan untuk mengasihi musuh. Yesus bukan Tuhan. Dia hanyalah seorang Nabi Bani Israel yang diutus Tuhan. Sebagai seorang Nabi, Yesus hanya melakukan yang diperintahkan Tuhan yang mengutus dirinya. Dalam Injil Kristen Yesus berkata: Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku (Yohanes 17:8).

Yesus mengajarkan kasih dan tidak memerangi orang-orang kafir, selain belum adanya perintah untuk berperang dari Tuhannya, juga karena kondisi Yesus dan umatnya sangat tidak memungkinkan. Tetapi ketika Yesus memiliki kuasa, maka dia akan memaksa semua bangsa untuk bertaubat dengan pedang. Gambaran dari perbuatan Yesus tersebut tertulis dengan rapi dalam kitab Wahyu;

Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. (Wahyu 19:14-15)

Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. (Wahyu 2:16)

5. Tidak Berdusta

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Umat Muslim mempercayai Allah itu Mahasuci, jadi tidak mungkin berdusta. Tetapi Al-Quran mengatakan: “ ...Dan Allah sebaik-baiknya pembalas tipu daya. ” (Qs 3:54). Bila Allah suci adanya, tentunya dusta tidak akan dibalas dengan dusta, bukan?

Tuhan yang sejati tentunya tidak dapat menyangkal diri-Nya. Dan tipu daya tidak ada dalam mulut-Nya. “ Allah tidak mungkin berdusta. ” (Injil, Surat Ibrani 6:18).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menghujat Allah dengan berkata bahwa Allah SWT menipu umatnya. Ayat yang mereka jadikan dalil adalah Ali 'Imran: 54 yang berbunyi, “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”

Tuduhan seperti ini sudah pernah saya jawab. Kafir Kristen pemuja Yesus memahami ayat tersebut hanya melalui terjemahan bahasa Indonesia. Makar dalam ayat tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi tipu daya. Karena dalam terjemahan bahasa Indonesia terdapat kata tipu, maka mereka menuduh Allah SWT berdusta. Kata tipu daya dalam terjemahan Al-Qur’an bahasa Indonesia berasal dari kata makar . Sedangkan bohong atau dusta dalam bahasa Arab adalah kadzab. Kata makar sering digunakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan tidak satu pun kata makar dari ayat-ayat tersebut bermakna sebagai dusta atau bohong. Makar adalah rencana buruk tersembunyi yang ditimpakan kepada seseorang yang menjadi objek tanpa diketahuinya. Maka makar Allah adalah rencana buruk tersembunyi yang Allah jalankan terhadap orang-orang kafir yang membuat segala rencana jahat untuk mematahkan kebenaran tanpa mereka sadari.

Pada ayat tersebut Allah SWT membalas makar orang-orang Yahudi dengan makar pula. Al-Qur’an menyebut orang-orang Yahudi membuat makar bukan karena mereka berdusta atau menipu, tetapi karena mereka diam-diam bersiasat dan berencana membunuh Nabi Isa AS. Allah SWT membalas makar orang-orang Yahudi tersebut dengan makar pula, yaitu dengan menyelamatkan Nabi Isa AS tanpa  mereka ketahui. Jadi dilihat dari sisi mana pun, kata makar atau tipu daya, tidak dapat di maknai menipu atau berdusta.

Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Allah SWT bukan Tuhan sejati dengan sebab pernah berdusta yang sudah saya jawab itu tidak benar. Sekarang mari kita lihat apakah Tuhan dan Yesus dalam Bible tidak pernah berdusta. Perhatikan ayat-ayat berikut:

Tuhan berkata kepada Adam agar jangan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat sebab di hari ketika Adam memakannya pasti akan mati. Adam yang tidak mendengarkan larangan Tuhan dan tetap memakan buah tersebut tidak mati di hari ketika ia memakan buah itu sebagaimana dikatakan oleh Tuhan. Adam mati setelah berumur sembilan ratus tiga puluh tahun (Kejadian 5:5) . Untuk menutupi kebohongan Tuhan ini gereja kemudian menafsirkan kata “mati” dengan mati rohani, yaitu terputusnya hubungan manusia dengan Tuhan, bukan mati secara fisik. Itu adalah cara akal-akalan gereja untuk menutupi kebohongan Tuhan mereka.

Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kejadian 2:17)

Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati(Kejadian 5:5)

Bahkan Yesus yang di sebut-sebut tidak memiliki natur dosa sebagaimana manusia lainnya, ternyata juga pernah berbohong. Ketika Yesus di ajak oleh saudara-saudaranya untuk datang ke sebuah pesta, Yesus menolak ajakan tersebut dengan alasan waktunya belum genap. Namun ketika saudara-saudaranya sudah pergi ke pesta, dengan diam-diam Yesus pergi juga ke pesta tersebut, padahal sebelumnya Yesus menolak dengan alasan waktunya belum genap;

Pergilah kamu ke pesta itu. Aku belum pergi ke situ, karena waktu-Ku belum genap." Demikianlah kata-Nya kepada mereka, dan Ia pun tinggal di Galilea. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam(Yohanes 7:8-10)

Yesus dalam Injil Kristen menubuatkan dirinya akan datang ke dunia tidak lama setelah dirinya naik ke sorga. Dalam matius 10:23, Yesus berkata bahwa dirinya akan datang sebelum murid-muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel. Tetapi setelah  murid-murid Yesus telah selesai mengunjungi kota-kota Israel, bahkan sampai mereka semua mati dua ribu tahun yang lalu, Yesus juga tidak kunjung muncul. Sedangkan di Matius 16:28, Yesus mengatakan di antara orang yang hadir tidak akan mati sebelum mereka melihat Yesus turun ke dunia. Tetapi setelah mereka semua mati dua ribu tahun yang lalu, Yesus belum juga turun dari sorga;

Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang(Matius 10:23)

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya." (Matius 16:28)

Dengan bukti-bukti yang saya jelaskan di atas, terlihat kalau Tuhan dan Yesus berdusta. Karena Yesus telah berdusta, maka Yesus sesembahan kafir Kristen bukanlah Tuhan sejati.

6. Dekat dengan Umat-Nya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Muhammad dan umat Muslim mengklaim Allah mahahadir. Karena dalam Al-Quran, Dia berkata: “Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya ” (Qs 50:16).Sayangnya itu hanya klaim saja. Tidak ada umat Muslim yang tahu di mana Allah berada. Dan bagaimana fenomena kedekatan Allah dengan mereka. Jangankan sedekat urat leher, satu kali pun tidak pernah Dia berbicara langsung dengan nabi terdekat-Nya. Sebaliknya Tuhan dalam Alkitab adalah Tuhan yang berdialog langsung dengan para nabi-Nya. Bahkan Nabi Musa pernah berbicara dengan Tuhan berhadapan muka. “ Hai Musa. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu ... ” (Qs 20:11)

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mempermasalahkan ayat Al-Qur’an yang artinya: “Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”. Mereka katakan “kami” pada ayat tersebut adalah Allah SWT, salah! Kami pada ayat tersebut bukanlah Allah SWT, melainkan Malaikat-Malaikat-Nya. Kafir Kristen pemuja Yesus juga mengatakan bahwa tidak ada umat Islam yang tahu di mana Allah SWT berada. Bohong. Umat Islam sangat tahu Allah SWT ada di mana, sebab Al-Qur’an dan Hadits Shahih memberitahukannya. Allah SWT berada di langit, bersemayam atas ‘Arsy:

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Al-A’raaf: 54)

Telah menceritakan kepada kami Abu Ja'far Muhammad bin ash-Shabbah dan Abu Bakar bin Abi Syaibah dan keduanya berdekatan dalam lafazh hadits tersebut, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ibrahim dari Hajjaj ash-Shawwaf dari Yahya bin Abi Katsir dari Hilal bin Abi Maimunah dari 'Atha' bin Yasar dari Muawiyah bin al-Hakam as-Sulami dia berkata,... Beliau bersabda, 'Bawalah dia kepadaku.' Lalu aku membawanya menghadap beliau. Lalu beliau bertanya, 'Di manakah Allah? ' Budak itu menjawab, 'Di langit.' Beliau bertanya, 'Siapakah aku? ' Dia menjawab, 'Kamu adalah utusan Allah.' Beliau bersabda, 'Bebaskanlah dia, karena dia seorang wanita mukminah'." Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus telah menceritakan kepada kami al-Auza'i dari Yahya bin Abi Katsir dengan isnad ini hadits semisalnya. (Shahih Muslim: 836)

Kesimpulan

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Penulis menjelaskan dalam tiap bab bukunya secara menyeluruh, bahwa Allah yang disembah umat Muslim bukanlah Tuhan Yang Mahakuasa. Dia adalah Tuhan yang terbungkus dalam lapis demi lapis dengan klaim dan slogan. Namun Tuhan yang sejati adalah Tuhan yang tidak jauh dari kita, dan tidak terpisah dari kita. Dalam diri Kalimat Allah, Dia telah turun ke dunia untuk menyelamatkan kita dan mendiami hati kita. Saat ini Isa Al-Masih mengundang kita: “ Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku ” (Injil, Surat Wahyu 3:20).

Lima Hal yang Saya Mendapat dari Membaca Buku ini:

1. Allah sesembahan orang Islam berbeda dengan Tuhan sesembahan orang Kristen.

2. Dalam 99 nama Allah dalam Al-Quran, tidak satu pun dari nama tersebut yang identik dengan penyelamat.

3. Allah dalam Al-Quran tidak pernah berbicara langsung kepada umat/nabi-Nya. Hal ini membuktikan bahwa Allah sesembahan umat Muslim bukan Allah yang dekat seperti yang tertulis dalam Qs 50:16.

4. Tuhan yang sejati adalah Tuhan yang dekat, tidak berdusta, dan mengasihi seluruh ciptaan-Nya. Baik mereka yang taat maupun mereka yang melanggar perintah-Nya.

5. Tuhan yang sejati adalah Tuhan yang mau memperkenalkan diri-Nya dan mampu melakukan mujizat sebagai tanda kebesaran-Nya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus berkesimpulan bahwa Allah SWT yang disembah umat Islam bukanlah Tuhan sejati karena tidak memenuhi ciri-ciri yang mereka sebutkan. Semua telah saya jawab. Allah SWT memenuhi ciri-ciri yang mereka sebutkan. Walaupun ciri-ciri tersebut pada dasarnya mereka buat atas keinginan agar mereka tetap kafir, tetapi Allah SWT terbukti sebagai Tuhan yang sejati. Ciri-ciri di atas biarpun disebut ciri-ciri pokok Tuhan sejati, namun ada satu ciri pokok yang sengaja tidak disebutkan kafir Kristen pemuja Yesus. Satu ciri pokok dari Tuhan sejati itu adalah menciptakan. Kafir Kristen pemuja Yesus sengaja tidak mengikutsertakan ciri tersebut karena akan merusak kepercayaan orang-orang Kristen terhadap ketuhanan Yesus.

Seperti yang kita tahu, Yesus hanya manusia yang lahir dari rahim wanita dua ribu tahun yang lalu. Tidak ada satu makhluk pun yang sanggup diciptakan oleh Yesus, biarpun yang paling kecil. Yesus melalui proses tumbuh kembang sebagaimana anak-anak lainnya. Ibunya Maria, juga mengalami proses kehamilan dan persalinan sebagaimana ibu-ibu hamil pada umumnya. Pada akhir hidupnya, Yesus ditangkap oleh orang-orang Yahudi, di adili, di siksa dan berakhir meregang nyawa mati di atas kayu salib. Kesemuanya itu bukanlah ciri dari Tuhan yang sejati. Yesus hanyalah manusia yang dipertuhan oleh orang-orang sesat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menemukan Tuhan Sejati Lewat Enam Ciri-Ciri Pokok-Nya"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.