Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Hisab, Benarkah Bukti Kasih Sayang Allah Pada Muslim?

Islam meyakini bahwa Allah Ar-rahman-ir-rahim (Maha Pengasih dan Penyayang) (Quran, Surah Al Fatihah [1] :1) dan ajaran hisab. Yaitu perhitungan kebaikan dan keburukannya di akhirat. Apakah hisab merupakan bukti bahwa Allah SWT mengasihi umat Muslim? Paparan ini menolong kita mengerti konsep hisab menurut Islam dan cara ke sorga tanpa hisab.

Ajaran Hisab dalam Islam

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran menuliskan, “Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,” (Quran, Surah Al Insyiqaq [84] : 7-8). Menurut Hadist, “ . . . ada tujuh puluh ribu masuk sorga tanpa hisab dan siksa” (Hadist Muslim dan Bukhari). Namun, tidak ada Muslim yang tahu apakah dia termasuk yang tujuh puluh ribu itu. Hisab menurut Islam ada dua macam.

Pertama, Al ‘Aradh (penampakan dosa dan pengakuan). Allah hanya akan menampakkan lembaran amal mereka.

Kedua, munaqasyah (diperiksa secara sungguh-sungguh) dan inilah yang dinamakan hisab (perhitungan) antara kebaikan dan keburukan. Muhammad menjelaskan, “. . . barang siapa yang dimunaqasyah hisabnya, maka ia akan binasa” [Muttafaqun ‘alaihi].

Jika Allah SWT menyayangi, mengapa menghisab para Mukmin? Ketika dihisab, apakah para Mukmin merasakan kasih sayang Allah SWT?

Jawaban Saya: Nabi Muhammad SAW mengabarkan bahwa kelak akan ada dari umat ini yang akan masuk surga tanpa hisab dan adzab. Dalam Shahih Bukhari disebutkan orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab berjumlah tujuh puluh ribu orang. Dalam Musnad Ahmad, disebutkan jika tiap seribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab tersebut akan membawa tujuh puluh ribu lainnya dan masih ditambah tiga cakupan dari tangan Allah SWT, yang hanya Dia sendiri yang tahu seberapa besarnya satu cakupan tangan-Nya itu. Jadi yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab jumlahnya banyak sekali. Jumlah itu jauh lebih banyak dari jumlah total yang akan masuk sorganya Kristen, yakni hanya 144 ribu (Wahyu 7:4). Perhatikan Hadits-Hadits di bawah ini;

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Hazim dari Sahal bin Sa'd mengatakan; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Di antara umatku ada tujuh puluh ribu orang" atau "tujuh ratus ribu orang -Sahal ragu kepastiannya-"masuk surga dengan tanpa hisab, mereka saling berhimpitan, satu sama lain saling bergandengan, dari yang pertama-tama hingga yang terakhir masuk surga, wajah mereka bercahaya bulan di malam purnama. (Shahih Bukhari: 6061)

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah bercerita kepada kami Isma'il bin 'Ayyasy dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Umamah dari Nabi Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Rabbku AzzaWaJalla berjanji kepadaku tujuh puluh ribu dari ummatku akan masuk surga tanpa hisab dan adzab, setiap seribunya bersama tujuh puluh ribu dan tiga cakupan tangan dari cakupan tangan Rabbku AzzaWaJalla." (Musnad Ahmad: 21271)

Kafir Kristen pemuja Yesus berkata bahwa tidak seorang Muslim pun yang tahu apakah dia termasuk dari yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Itu benar. Namun Nabi Muhammad SAW menyebutkan sebab mengapa mereka dapat masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Mereka adalah orang-orang yang menyempurnakan tauhidnya dengan bertawakal hanya kepada Allah SWT semata,

Telah menceritakan kepadaku Ishaq telah menceritakan kepada kami Rauh bin Ubadah telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dia berkata; saya mendengar Hushain bin Abdurrahman dia berkata; saya berdiri di samping Sa'id bin Jubair lalu dia berkata; dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Ada tujuh puluh ribu orang dari umatku yang masuk surga tanpa hisab, yaitu yang tidak meminta diruqyah (pengobatan dengan jampi-jampi, atau mantera), tidak berfirasat sial karena melihat burung dan hanya bertawakkal kepada Tuhan mereka. (Shahih Bukhari: 5991)

Tathayyur adalah anggapan sial yang muncul tiba-tiba dari perkara yang dilihat atau didengarnya. Sedangkan Kay adalah cara pengobatan dengan menggunakan besi yang dipanaskan lalu ditempelkan kepada tubuh yang sakit.

Allah SWT mengadili hamba-Nya yang mukmin seorang diri pada hari Kiamat, tidak seorang pun yang melihatnya dan tidak seorang pun yang mendengarnya. Allah SWT benar-benar menutupi aibnya sehingga tidak seorang pun yang mengetahuinya. Allah SWT menunjukkan kesalahan-kesalahannya dan berkata kepadanya: “Apakah kamu mengetahui dosa ini? Apakah kamu mengakui dosa ini?” Maka dia menjawab, “Ya wahai Rabb-ku, kemudian Allah SWT mengampuninya. Itulah hisab ringan yang akan ditemui seorang mukmin.

Sementara itu bagi orang-orang kafir dan munafik, mereka juga akan di hisab. Mereka tidak dihisab dalam rangka menampakkan dan meminta pengakuan atas amal baik dan amal buruk sebagaimana seorang mukmin. Orang-orang kafir dan munafik akan di hisab. Mereka tidaklah ditanya dalam rangka meminta pengakuan (atau persetujuan). Akan tetapi, mereka hanyalah ditanya dalam rangka mencela dan merendahkan mereka. Orang-orang kafir dan munafik akan dipanggil dengan suara yang keras di hadapan semua makhluk dan kemudian mereka akan di hisab dengan sangat teliti.

Jadi kondisi seorang mukmin akan jauh lebih baik di akhirat nanti. Seorang mukmin akan di hisab dengan hisab yang ringan, kemudian Allah akan mengampuninya. Itulah rahmat, rahman dan rahimnya Allah SWT. Sementara orang-orang kafir dan munafik akan di hisab dengan hisab yang teliti, kemudian Allah SWT akan mengazabnya. Perhatikan Hadits-Hadits di bawah ini;  

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim dari Hisyam Ad Dastawa'i dari Qatadah dari Shafwan bin Muhriz dia berkata; "Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar; 'Bagaimana kamu mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi Wasilla bersabda tentang pernyataan Allah dengan berbisik? ' Ibnu Umar menjawab; 'Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Pada hari kiamat orang mukmin akan dihadapkan kepada Allah Azza Wa Jalla dengan sangat dekat sekali hingga tubuhnya menyentuh Allah. Setelah itu, Allah akan memberikan pengukuhan atas dosa-dosanya. Kemudian Allah akan bertanya: 'Apakah kamu tahu dosamu? ' Orang mukmin itu menjawab; 'Ya Tuhanku. Saya tahu dosa saya. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku telah menyembunyikannya untukmu ketika di dunia dan pada hari ini Aku telah mengampunimu. Lalu orang mukmin itu diberi catatan amal baiknya. Sementara orang-orang kafir dan munafik akan di panggil dengan suara yang keras di hadapan semua makhluk: 'Mereka inilah orang-orang yang telah mendustakan Allah Azza Wa Jalla.'" (Shahih Muslim: 4972)

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Suhail bin Abu Shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah berkata: ...Beliau meneruskan: "Lalu Ia menemui hamba kemudian bertanya: 'Hai fulan, bukankah Aku telah memuliakanmu, menjadikanmu pemimpin, menikahkanmu, Aku tundukkan kuda dan unta untukmu, Aku membiarkanmu menjadi pemimpin dan ditaati? ' ia menjawab: 'Benar.' Ia bertanya: 'Apa kau mengira akan bertemu denganku? ' ia menjawab: 'Tidak.' Allah berfirman: 'Sesungguhnya Aku melupakanmu seperti kau melupakan-Ku.' Setelah itu yang kedua datang menemui lalu Allah berfirman: 'Hai fulan, bukankah Aku telah memuliakanmu, menjadikanmu pemimpin, menikahkanmu, Aku tundukkan kuda dan unta untukmu, Aku membiarkanmu menjadi pemimpin dan ditaati? ' ia menjawab: 'Benar.' Ia bertanya: 'Apa kau mengira akan bertemu denganku? ' ia menjawab: 'Tidak.' Allah berfirman: 'Sesungguhnya Aku melupakanmu seperti kau melupakan-Ku.' Setelah itu yang ketiga datang menemui lalu Allah berfirman padanya seperti itu, ia berkata: 'Wahai Rabb, aku beriman pada-Mu, kitab-Mu, rasul-Mu, aku shalat, puasa dan bersedekah, ' lalu ia memuji kebaikan semampunya kemudian Allah berfirman: '(Berhentilah) disini kalau begitu.' Setelah itu dikatakan padanya: 'Sekarang, kami mengutus saksi kami untukmu.' Ia Berfikir dalam dirinya, siapa gerangan yang akan bersaksi untuknya. Mulutnya ditutupi dan dikatakan kepada paha, daging dan tulangnya: 'Berbicaralah.' Lalu paha, daging dan tulangnya mengucapkan perbuatannya. Demikian itu supaya menjadi alasan untuk dirinya. Itulah orang munafik, itulah orang yang dimurkai Allah." (Shahih Muslim: 5270)

Syarat Masuk Sorga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Perlu kita ingat bahwa syarat masuk sorga ialah suci sempurna, tanpa berbuat satu dosa pun. Itulah sebabnya Allah menghukum Adam dan Hawa yang hanya berbuat satu dosa (Kitab Taurat, Kejadian 3:1-15). Kita selalu berbuat berdosa. Pikiran, perkataan dan perbuatan kita sering kali berdosa. Kita membenci, egois, bicara kotor, berbohong dan sebagainya. Maka kita pasti menghadapi penghukuman Allah karena dosa-dosa kita itu. Bagaimana bebas dari hukuman itu?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa syarat masuk sorga adalah suci sempurna tanpa berbuat satu dosa pun. Itu berarti mereka tidak akan masuk sorga dan pasti kekal di neraka. Karena mereka bukan orang-orang yang suci sempurna tanpa berbuat dosa. Bagaimana bisa kafir Kristen pemuja Yesus menganggap diri mereka suci tanpa dosa, sementara mereka menganggap Yesus sebagai Tuhan dan menyembah kepadanya? Menyembah selain Allah SWT adalah dosa besar, baik yang pelakunya terancam kekal di neraka. Oleh karena itu Al-Qur’an menyatakan mereka kafir dan di ancam kekal di neraka;

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam." Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?." Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu(Al Maa'idah: 17)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun(Al Maa'idah: 72)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk(Al Bayyinah: 6)

Agar Anda Bebas dari Hisab!

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jelaslah bukan Allah SWT, melainkan Isa Al-Masih begitu mengasihi manusia. Sebab Ia rela tersalib untuk menyucikan dosa-dosa manusia. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya masuk sorga-Nya tanpa hisab.

Dengan mempercayai Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat, Anda pasti masuk sorga tanpa menderita hisab.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan dengan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, mereka pasti masuk sorga. Padahal Yesus sendiri tidak sekali pun pernah menyebut dirinya Tuhan dan juruselamat, tak pernah sekali pun. Yesus seumur hidupnya tidak pernah menyebut dirinya Tuhan dan meminta untuk disembah. Tak seorang pun dari murid-murid Yesus yang menganggap gurunya Tuhan dan tidak seorang pun juga yang pernah menyembah Yesus. Murid-murid Yesus saja tidak pernah menganggap gurunya Tuhan dan menyembahnya, kalian yang tidak pernah ketemu Yesus malah menganggapnya Tuhan dan menyembahnya. Pikirkan itu. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hisab, Benarkah Bukti Kasih Sayang Allah Pada Muslim?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.